
Enam belas tahun lalu, Ibu Zelin dan juga Ayah Hetho tiba-tiba memutuskan untuk berhenti bekerja dengan alasan ingin kembali ke desa dan bekerja sebagai petani saja.
Hari itu Ibu Terra Benar-Benar merasa hancur dan sedih sekali. Dia tidak rela berpisah dengan anak Ibu Zelin yang namanya di berikan oleh Ibu Terra sesuai permintaan Ibu Zelin. Violet, nama itu adalah nama yang dia berikan untuk putri pelayan rumahnya.
Tiga tahun yang dia habiskan bersama Violet dan juga satu putri bernama Jemima membuat Ibu Terra merasa seperti memiliki bayi kembar saja.
Sebenarnya Ibu Terra merasa agak aneh juga saat melihat wajah Violet yang mirip dengannya saat kecil, sementara putrinya sendiri justru tidak mirip sama sekali. Ibu Terra pikir itu hanyalah kebetulan saja, hingga akhirnya Ibu Zelin dan Ayah Hetho pergi dan Ibu Terra tidak bisa mencegahnya sama sekali meski hatinya begitu sakit berpisah dengan anak pelayan rumah yang sudah dia anggap anaknya sendiri.
Waktu berlalu, saat dia merayakan hari ulang tahun putrinya, ada satu insiden kecelakaan yang begitu menakutkan dan sekaligus menjadi awal adanya kecurigaan yang selama ini sama sekali tidak pernah di pikirkan oleh Ibu Terra dan suaminya.
Suaminya Ibu Terra mengalami kecelakaan, karena dia membutuhkan donor darah dengan golongan darah AB yang terbatas stoknya di rumah sakit, Ibu Terra memohon kepada putrinya untuk memberikan bantuan, memberikan darahnya kepada suaminya agar suaminya dapat bertahan hidup. Ibu Terra sangat yakin dengan golongan darah putrinya karena yang Ibu Terra tahu golongan darahnya tidak sama dengan golongan darah putrinya. Tapi saat putrinya memeriksakan golongan darah, ternyata golongan darah putrinya adalah O. Tentu saja Ibu Terra sangat bingung dan terkejut hingga berpikir rumah sakit pasti salah mendiagnosis.
Setelah di lakukan tes ulang, ternyata memang benar begitu kenyataannya. Saat itu Ibu Terra tidak ingin banyak berpikir dulu, dia fokus untuk kesembuhan suaminya, hingga saat suaminya di nyatakan sudah melewati masa kritis, juga mulai berangsur membaik setelah itu, Ibu Terra baru mulai mencari kebenaran secara diam-diam untuk mematikan apa yang dia takutkan saat itu mendapatkan jawaban pasti.
Setelah satu bulan lebih meminta Ken mencari tahu, akhirnya Ken membawa berita, juga sekaligus hasil uji DNA yang menyatakan jika putri yang selama ini dia rawat, ternyata bukanlah putri kandungnya. Sejak saat itu Ken dan Ibu Terra benar-benar mengerahkan segala cara untuk mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi, dan kesimpulan yang mereka dapatkan adalah, Ibu Zelin dan Ayah Hetho sengaja menukar putri mereka karena tidak ingin putrinya hidup susah, juga kesehatannya terjamin.
__ADS_1
Bak di sambar petir, tapi Ibu Terra juga tidak membuang waktu hanya untuk menangisi saja apa yang terjadi. Dia dan juga Ken, beserta anak buah yang mereka bayar mulai mencari tahu semua informasi tentang Ibu Zelin dan Ayah Hetho, lalu mencari keberadaan mereka karena Ibu Terra ingin menemui mereka secara langsung.
Setelah empat bulan mencari, akhirnya informasi mengenai mantan pelayan ruamahnya sudah di dapatkan. Awalnya Ibu Terra benar-benar terkejut bukan main karena pelayan rumahnya, juga tukang kebunnya dulu justru berubah menjadi pasangan pecandu obat-obatan terlarang, berjudi, mereka benar-benar mengabiskan banyak tahun hanya untuk hal itu saja.
Di sisi lain.
Ken terdiam menatap sebuah lembar photo berukuran kecil. Photo itu adalah photo dirinya bersama dengan Jelena saat Jelena masih sangat kecil. Waktu itu usia Jelena belum genap tiga tahun, tapi Jelena adalah anak yang cerdas, lincah, cantik, dan juga manis.
Tentu saja tidak aneh kalau Jelena tidak mengenalinya, saat itu Jelena masih balita kan? Tapi melihat Jelena atau Violet dari dekat rasanya dia benar-benar bisa yakin benar kalau Jelena adalah Violet. Gadis kecil yang dulu begitu entah berada di gendongannya, bahkan tidur juga inginnya berada di dalam gendongan Ken.
Ken yang adalah anak dari sopir pribadi Tuan rumah, tentu saja hanya berani bermain bersama dengan Violet karena dia pikir Violet adalah anak pelayan rumah yang setara dengannya. Tapi Ken benar-benar tidak tahu juga tidak sadar kalau Violet justru adalah anak dari Tuan rumahnya yang sudah di tukar selama itu.
" Violet..... Kau sudah melupakan aku sepenuhnya, tapi aku benar-benar berharap kita bisa sedekat dulu, atau setidaknya sedikit saja lebih dekat dan jangan terlalu asing seperti ini. "
Ken mengusap wajahnya dan kembali menatap photo di tangannya.
__ADS_1
Violet benar-benar adalah gadis kecil yang cantik, sekarang pun dia juga tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik meski pakaian pelayan mencoba untuk menutupinya.
" Sepertinya berada di tempat itu membuatmu sangat tidak nyaman, Violet. Entah apa yang terjadi, aku harap kau tidak terlalu lama hidup dalam kesedihan, Violet. " Gumam Ken lalu tak lama dia menyimpan photo itu.
Ken sudah mendapatkan beberapa informasi tentang Victor. Seorang aktor terkenal, juga anak tunggal dari pasangan Pembisnis yang juga masuk jajaran Pembisnis hebat dan sukses.
Latar belakang Victor benar-benar sangat rapih, sedikit, dan itu tentu adalah hal yang wajar karena jelas sekali orang tua Victor ingin melindungi Victor sehingga tidak semua informasi bisa di dapatkan dengan mudah.
Mengingat benar bagaimana mimik wajah Violet atau Jelena yang nampak tidak biasa ketika Victor bicara dengannya, Ken menyadari ada yang tidak beres di antara mereka berdua. Kalaupun memang iya, tapi kenapa juga Jelena atau Violet tidak seperti gadis yang mencintai majikannya sendiri? Lalu apakah benar hubungan mereka seperti itu? Benarkah seorang aktor terkenal dan anak dari Pembisnis sukses bisa jatuh cinta dengan pelayan rumahnya? Violet atau Jelena tentu saja memang benar-benar cantik, tapi rasanya tidak akan masuk akal saja mengingat ekspresi keduanya yang membingungkan.
" Sepertinya aku harus mencari tahu lebih banyak lagi, dan aku juga perlu lebih dekat dengan Violet. " Gumam Ken lalu meraih ponselnya untuk menerima panggilan suara dari Ibu Terra.
" Saya mengerti kekhawatiran anda Nyonya, saya juga merasakan hal yang sama. Tapi masalahnya kita tidak bisa se enaknya saja membawa Nona Violet pergi dari sana. Saya akan mencari lebih banyak informasi yang paling penting, tolong anda bersabar sedikit lagi, tidak akan lama. "
Setelah selesai bicara, Ken segera menjauhkan ponselnya. Lagi, Ibu Terra sepertinya sangat tidak bisa tenang, dia benar-benar seperti seorang Ibu yang terus menyalahkan dirinya sendiri atas penderitaan putri kandungnya. Begitu tidak sabar mendapatkan apa yang dia inginkan sebagai seorang Ibu.
__ADS_1
Bersambung.