
" Nona Katherine, beberapa waktu lalu memintaku untuk menggugurkan kandungan, memintaku untuk menjauh sejauh mungkin. Jadi bagiamana bisa berubah pikiran, tiba-tiba mengatakan akan menyayangi anak ku? Apa Nona sedang bercanda? " Tanya Jelena dengan tatapan yang jelas memperlihatkan bagaimana dia muak dengan Katherine yang begitu bermuka dua. Jangan tanya bagaimana Jelena memiliki begitu banyak keberanian sekarang ini, dia yang semakin tidak rela membiarkan anaknya di ambil, di rebut darinya, bahkan menggambarkan seolah dia tidak akan memiliki hak sama sekali untuk menjadi Ibu. Apa yang di katakan Katherine barusan benar-benar membuat dadanya sakit, sesak dan panas. Katherine yang selalu menatapnya benci, membuang photo hasil ultrasonografi bayinya seolah ingin sekali melenyapkan bayinya mengatakan akan menyayangi anaknya? Hanya Tuhan yang tahu seberapa busuk hati wanita itu.
Victor membuang nafasnya, dia benar-benar tidak ingin mendengar perdebatan apapun karena yang dia tahu adalah, Katherine pasti tidak akan menerima, sedangkan Jelena akan semakin memendam kebencian.
" Benar, awalnya aku marah dan membenci setengah mati kenyataan bahwa kau hamil, dan mengaku kalau anak itu adalah anak Victor. Aku selalu ingin menyakitimu, juga anak mu, karena aku sangat sedih dan kecewa. Tapi Victor menunjukkan perjanjian di antara kalian, dan bagi Victor kau juga bayi yang belum jelas siapa bayinya tidak akan bisa di bandingkan dengan ku. Aku adalah wanita yang mencintai dan di cintai olehnya, jadi aku perlahan tenang dan berhenti memikirkan yang tidak-tidak. Victor ku, dia tidak akan pernah berada di kubangan kotor terlalu lama, iya kan sayang? " Katherine tersenyum menatap Victor yang seperti menahan begitu banyak apa yang ingin dia katakan.
Jelena tersenyum Kelu, jadi Victor sudah tahu kalau selama ini Katherine mencoba untuk mencelakai dirinya? Dan selama itu lah Victor memilih untuk diam dan membiarkan saja Katherine melakukan apa yang ingin dia lakukan tanpa pernah memikirkan keselamatan bayi yang ada di kandungan Jelena? Sungguh menyedihkan sekali, sungguh miris sekali bayi yang kini hidup di perut Jelena. Memangnya dia bisa memilih untuk kapan datang? Sebagainya saja bayinya bisa memilih orang tua sebelum di lahirkan, tentu saja bayi itu juga enggan berada di rahimnya bukan? Tapi, bisa apa sekarang? Apapun alasannya, orang yang paling bersalah adalah Victor menurut Jelena.
Meminta secara langsung untuk Jelena membunuh bayinya, meminta orang tuanya agar Jelena menggugurkan kandungan, membuatkan Katherine mencoba mencelakai yang pasti Victor ingin bayinya meninggal bukan? Bukankah itu terlalu jahat? Victor begitu hobi meminjam tangan orang lain untuk membunuh bayinya sendiri. Mungkin memang benar kenyataan bahwa Jelena mengandung anaknya adalah hal yang berat, tapi tidakkah Victor mendengar permintaan Jelena untuk menunggu hingga anak itu lahir dan selesai menguji DNA nya? Sepertinya Victor benar-benar sudah tidak tahan lagi melihat Jelena di sana, dan sepertinya Jelena juga harus mengambil langkah berani dalam hal ini sebelum semuanya menjadi buruk untuk bayinya.
" Berhentilah untuk bicara yang tidak-tidak, Katherine. Kau juga jangan berpikir sembarangan, sudah cukup kau berpikir aneh selama ini. " Ucap Victor kepada Katherine, lalu kepada Jelena.
Jelena tak mengatakan apapun, dia juga tidak menunjukkan ekspresi apapun karena dia bahkan tidak tahu lagi harus bagiamana mengekspresikan perasannya yang begitu campur aduk. Kekecewaan yang terus menumpuk, membuat Jelena pada akhirnya memiliki kebencian sehingga yang dia pikirkan tentang Victor dan juga Katherine hanyalah hal buruk saja. Dia tentu tidak akan membiarkan hatinya lengah, dia tidak akan membiarkan hatinya rapuh dan mulai terpengaruh oleh sedikit sikap baik yang Jelena anggap hanyalah sikap palsu untuk menutupi busuknya hati Victor yang begitu ingin membunuh anaknya.
Katherine tersenyum tipis saat Victor menariknya untuk menjauh dari Jelena. Iya, ucapannya barusan pasti akan membuat Jelena membenci Victor, sedikit banyaknya Victor pasti akan terkesan buruk di mata Jelena, dan hubungan mereka pasti akan semakin memiliki di dinding pemisah yang semakin jauh.
__ADS_1
Di dalam kamar.
" Kenapa kau bicara seperti itu? Kau sedang merencanakan apa sebenarnya?! " Kesal Victor karena ucapan Katherine terhadap Jelena benar-benar tidak seharunya keluar dari mulut Jelena. Walaupun memang sebagian benar apa yang di katakan Katherine tadi, tapi Victor juga tidak sepenuhnya sejahat itu kepada Jelena.
Katherine menghela nafas, dia memasang wajah yang tengah merajuk berharap Victor akan mencoba merayu dan menenangkan. Tapi sayangnya Victor tak melakukan apa yang di inginkan Katherine membuat Katherine sedikit kecewa.
" Aku hanya tidak ingin kehilanganmu, apakah itu salah? "
Victor membuang nafanya, mengusap wajahnya dengan kasar karena pusing dengan Katherine yang begitu banyak tingkah. Padahal dia menyukai Katherine karena selama ini Katherine sama sekali tidak banyak menuntut seperti kebanyakan mantan kekasihnya dulu. Dulu Katherine begitu pengertian, mengiyakan dengan cepat saat Victor menjelaskan alasannya untuk tidak menikah dan memiliki anak. Tapi sepertinya Katherine mulai kehilangan pengertian untuk prinsip yang dimiliki Victor. Dia seperti sedang memulai aksi untuk mengikat Victor mnejadi miliknya, bahkan bukan tidak mungkin kalau sebentar lagi pasti Katherine akan membahas soal pernikahan dengannya.
" Kenapa sekarang kau begitu yakin kalau anak itu adalah anak mu? " Tanya Katherine yang membuat Victor menelan Saliva dengan otak yang mulai berpikir bagaimana dia akan menjelaskan kepada Katherine.
" Wanita itu hanya memiliki wajah polos, dia tidak mungkin mengandung anak mu hanya dengan satu kali saja bukan? Kau, apakah kau sudah dibuat bodoh olehnya? "
Victor menghela nafasnya.
__ADS_1
" Tidak, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini bukan? Aku hanya menggunakan feeling saja, sepertinya anak itu memang anak ku. "
Katherine tersenyum kelu, dia menggelengkan kepalanya tak percaya kalau akan mendengar kalimat itu dari mulut Victor.
" Oke, masih ada waktu untuk membuktikannya bukan? Masih ada tujuh bulan lagi, dan kita harus menunggu selama itu? Tapi bagaimana jika anak itu bukan anak mu? Kau sudah membuang banyak waktu untuk hal yang tidak penting! "
Victor menatap Katherine dengan tatapan dingin.
" Kenapa kau membentak ku? "
Katherine menggigit bibir bawahnya menahan diri yang begitu ingin melampiaskan kemarahannya.
" Katherine, apakah kau lupa bagaimana kau harus bersikap saat bersamaku? Ah, sejak kemarin kau banyak membuat ulah, jadi pergilah dan lakukan apa yang ingin kau lakukan, aku ingin istirahat sebelum syuting nanti. "
Bersambung.
__ADS_1