Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 16 : Niat Dan Perjuangan


__ADS_3

Jelena terdiam tak merespon tatapan kesal dari Katherine, kenapa? Itu karena dia tahu saya ini Katherine sedang sangat kesal, dan bisa jadi akan membuat rencana-rencana baru untuk mencelakai Jelena. Kenapa Jelena melakukan hal yang justru membuatnya dalam bahaya? Pertama dia ingin membuat Victor melihat dengan jelas seperti apa wanita yang dia cintai. Kedua, Jelena ingin membuktikan diri seiring berjalannya waktu bahwa dia tidak seperti kedua orang tuanya. Ketiga, Jelena membutuhkan perlindungan Victor karena dengan begitu saja dia keluar dari rumah setelah melahirkan dia tidak akan terus terbelenggu oleh bayang-bayang orang tuanya.


Ini bukan soal harga diri di mana dia bisa langsung pergi begitu saja, dia tidak bisa kemanapun karena memiliki banyak kendala. Pertama, dia tidak memiliki uang, kedua dia tidak memiliki sanak saudara, dia tidak memiliki teman atau pun kenalan di luar sana yang bisa di andalkan. Jadi bisa bayangkan bagiamana sulitnya jika dia membawa bayinya kabur bukan? Dibanding mengambil resiko yang akan membahayakan anaknya nanti, Jelena memang harus menyiapkan diri dari sedini mungkin untuk harus merelakan bayinya dan menganggap jika itu adalah hal yang baik untuk masa depan anaknya.


" Je, tadi kau benar-benar keren sekali. " Ujar Popi sembari mendekati Jelena yang tengah duduk sembari membereskan pakaian yang sudah akan di cuci.


Jelena terkekeh malu, sebenarnya dia sendiri sangat takut kalau saja mendapatkan bentakan ataupun tatapan dingin yang selalu membuatnya gugup dan grogi, belum lagi saat matanya tidak sengaja melihat Katherine yang menatapnya seperti ingin mencekik sampai mati, ah, rasanya benar-benar sangat menegangkan.


" Ma bagaimana lagi? Insting untuk melindungi diri dan anak ku sepertinya membuatku sangat berani. " Ujar Jelena lalu kembali tersenyum.


Popi membuang nafasnya, lalu mengangguk paham. Sebenarnya besar sekali keinginan Popi agar Jelena dan Tuan Victor dapat jatuh cinta seiring berjalannya waktu. Beberapa waktu lalu saya melihat mata Victor menatap Jelena dengan begitu dingin, rasanya Popi tak berani berharap begitu banyak, tapi pagi tadi dia cukup bersemangat dan kembali merasakan kepercayaan diri dan menganggap tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini bukan? Memang benar status Jelena hanyalah pelayan rumah saja, banyak mata yang akan menatap sinis, cemburu dan juga merendahkan Jelena apabila Jelena dan Victor melanjutkan pernikahan mereka setelah anak mereka lahir nanti. Tapi, Popi yakin benar jika Jelena juga memiliki kelebihan yang selama ini tak di perlihatkan oleh orang lain.


" Je, malam nanti bagaimana kalau kita yang masak? Bibi dapur sedang sakit soalnya. " Ucap Popi yang langsung di angguki setuju oleh Jelena. Kebetulan dia juga sudah banyak belajar memasak dari Bibi dapur, dan kali ini dia ingin mencoba sendiri bagaimana memasak dengan kemampuannya sendiri.


Hari memang masih belum siang, jadi mereka harus mengerjakan banyak hal sampai nanti jam makan malam, karena Katherine dan juga Victor langsung berangkat untuk bekerja setelah sarapan tadi, jadi makan siang mereka mungkin akan mereka di lakukan di lokasi syuting di masing-masing tempat di mana mereka syuting.


Tiba jam makan malam.

__ADS_1


Victor sudah mengirimkan pesan kepada Bibi dapur untuk menyiapkan ayam bakar bagian dada, tanpa bumbu, dan juga buah kiwi, jus apel juga tidak ketinggalan. Untuk Katherine Victor meminta salad sayur saja dan juga jus tomat. Yah, begitulah menu makan orang kaya dan juga para aktor maupun aktris karena mereka tetap harus menjaga kehamilan agar terlihat bagus di televisi.


Seperti yang di minta Victor, makanan yang dia inginkan sudah di siapkan lima menit setelah dia pulang ke rumah. Hanya tinggal menunggu Victor dan Katherine selesai membersihkan diri maka setelah itu mereka bisa langsung pergi ke meja makan untuk makan malam bersama. Berbeda dengan Victor dan Katherine, Jelena memiliki semangkuk sup daging dengan potongan wortel dan buncis.


Victor yang baru saja datang bersama dengan Katherine hanya bisa mengeryit bingung untuk siapa semangkuk sup daging yang harusnya kemana-mana itu.


" Seingatku aku tidak meminta kalian menyiapkan sup daging kan? " Tanya Victor yang terlihat bingung sembari mengambil posisi untuk duduk.


Jelena tersenyum meski sebenarnya bibirnya susah sekali untuk melakukan itu.


" Itu milikku, Tuan. "


Victor menghela nafasnya, dia mencoba untuk mengabdikan saja Jelena yang dengan cepat duduk di sebelahnya, dan kini Victor berada di tengah-tengah. Sisi kanan ada Jelena, sisi kiri ada Katherine. Aneh, dia benar-benar seperti pria dengan dua istri bukan?


Benar saja dugaan Katherine, Jelena mengeluarkan ponselnya, menatap dulu menu makan malam miliknya dan milik Victor, laku mengarahkan kamera untuk mereka berdua, dan saat Jelena melihat Katherine di layar ponselnya, Jelena menatap Katherine dengan tatapan memohon membuat Katherine benar-benar kesal sekali.


" Nona Katherine, tolong ya? "

__ADS_1


Katherine membuang nafas kesalnya, dia bangkit dan berpindah tempat duduk untuk sementara waktu sampai Jelena selesai mengambil gambar bersama dengan Victor.


Setelah itu, Katherine kembali sebelah Victor, sementara Jelena menggeser tempat duduknya agar tidak terlalu dekat dengan Victor. Maklum saja, kalau terlalu dekat dengan Victoria yang ada dia sama sekali tidak bisa menelan makanan dengan baik.


Katherine menikmati salad sayur seperti yang dia minta, sementara Victor memakan ayam bakar tanpa bumbu, namun matanya benar-benar tak bisa berhenti mencuri pandang memperhatikan Jelena yang menikmati sekali sup daging yang wanginya benar-benar menggoda. Victor menelan salivanya, entah mengapa aroma sup daging milik Jelena membuat ayam bakar miliknya jadi tidak enak padahal itu adalah menu yang biasa dia makan sebelumnya. Victor rasanya ingin mengabiskan ayam bakarnya, tapi perutnya benar-benar seperti menolak, dan dia terus membayangkan bagiamana rasanya sup yang sedang di makan oleh Jelena?


Tidak tahan lagi, Victor dengan segera merebut mangkuk sup daging milik Jelena, dan langsung menyendok kuahnya untuk dia masukkan ke dalam mulutnya.


Jelena tentu saja terkejut setengah mati karena sup itu kan bekasnya, Katherine juga menatap dengan sama. Tidak! Sup itu bekas makan Jelena kan?


Enak!


Seperti itulah batin Victor begitu kuah sup daging masuk ke dalam mulutnya. Dia menggeser ayam bakarnya ke dekat Jelena, dan mulai menikmati semangkuk sup daging sampai benar-benar habis. Ini adalah untuk pertama kalinya Victor menyukai makanan yang berat dan mengandung banyak kadar kolesterol, dan ternyata rasanya benar-benar membuatnya ketagihan sekali.


" Besok buat sup seperti ini, rasanya tidak boleh berbeda, harus seperti ini. Jangan sampai lupa, Bibi dapur kadang-kadang tidak konsisten kalau soal rasa. "


" Tapi yang membuat sup itu adalah Jelena, Tuan. " Ujar Popi yang langsung membuat Victor membeku.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2