Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 51 : Mencoba Membujuk


__ADS_3

Jelena tersenyum sembari melambaikan tangannya kepada kedua orang tuanya setelah mereka berpamitan belum lama ini, hari itu Jelena berangkat ke luar negeri untuk menjalani hidupnya di sana, dan Ken menemani Jelena untuk sampai ke tempat tujuan, nanti setelah beberapa waktu barulah Ken akan membiarkan Jelena sendiri sesuai dengan keinginannya. Tentu saja sudah Ken pikirkan matang-matang, dia baru akan meninggalkan Jelena kalau sudah memastikan benar kehidupan Jelena di luar negeri nanti akan lancar dan baik-baik saja, Ken juga akan datang tiap dua bulan sekali demi melihat sendiri bagaimana keadaan Jelena, memastikan dia dalam keadaan baik-baik saja.


Jelena berbalik badan, rasanya sudah cukup tersenyum sembari melambaikan tangan kepada orang tuanya. Ini sudah tidak perlu lagi, dia sudah tidak perlu memikirkan apa yang hanya akan membuatnya tidak tenang, toh orang tuanya pasti akan baik-baik saja bukan? Jelena benar-benar pergi dengan suasana hati yang lega, dia seperti baru saja meletakkan atau ton beban yang selama ini dia pikul seorang diri. Tidak ada Victor, tidak ada orang tuanya yang jahat, tidak ada tatapan benci dari Jemima juga Tomy, dia juga bisa fokus untuk menjalani kehamilan, merawat bayinya nanti, dan fokus untuk menjalani hidup berdua dengan anaknya nanti.


Berbeda dengan Jelena yang pergi dengan perasaan tenang, Victor sekarang benar-benar sangat gelisah, entah mengapa dia merasa tidak tenang sejak pagi. Memikirkan Jelena, tentu saja masih dia lakukan, tapi hari ini dia benar-benar sangat gelisah hingga sulit untuk konsentrasi.


" Apa kau sedang tidak enak badan? " Tanya Juno yang baru saja datang dan bingung melihat Victor berkeringat dingin, bahkan sejak pagi tadi Victor juga terlihat sangat aneh.


Victor membuang nafasnya, mengusap wajahnya dengan kasar, lalu terdiam karena tidak tahu harus mengatakan apa. Jujur saja konsentrasinya benar-benar kacau karena Jelena, memikirkan tentang wanita itu, di tambah dia juga memikirkan bagaimana jika orang tuanya tahu nanti. Sekarang mereka pasti sedang sangat sibuk hingga tidak memperhatikan mereka. Jadi sekarang Victor benar-benar harus berpikir keras bagaimana menangani masalah ini.


" Sekarang aku benar-benar harus berpikir keras agar bisa membawa Jelena kembali ke rumah, kau tahu bagaimana kedua orang tuaku bukan? "


Juno menghela nafasnya, menatap Victor yang masih saja terlihat gelisah, juga sedikit pucat.


" Datang saja ke rumahnya, bicarakan saja baik-baik aku yakin mereka juga pasti akan mengerti. Walaupun awalnya sulit, tapi aku yakin sekali tidak ada yang tidak mungkin bukan? "

__ADS_1


Victor terdiam sebentar, dia mengangguk setelah itu karena saran dari Juno memang satu-satunya saran yang paling masuk akal untuknya. Biarkan saja dia akan di maki, dia pasti akan kesal memang, tapi itu akan lebih baik dari pada harus mendengarkan kemarahan orang tuanya mengomel nanti.


Sesuai dengan saran dari Juno, Victor juga Juno datang kerumah Jelena. Memakan waktu sekitar tiga jam, dan itu benar-benar membuat Victor kelelahan sekali.


Beberapa saat kemudian.


Victor dan juga Juno kini sudah berada di ruang tamu, duduk berhadapan dengan kedua orang tua Jelena. Sebentar mereka saling menatap, menunjukan perasaan mereka masing-masing. Victor yang merasa tidak nyaman karena ini adalah kali pertama untuknya bertamu dengan maksud yang tidak biasa, sedangkan kedua orang tua Jelena sudah amat kesal kepada Victor tapi karena mereka juga tidak bisa mengabaikan Victor begitu saja, maka itulah mereka membiarkan Victor untuk masuk, membiarkan Victor bicara seperti yang dia inginkan.


" Tuan dan Nyonya, kedatangan ku menanti adalah karena aku ingin meminta anda membiarkan aku membawa Jelena. Aku bukannya ingin memaksa, hanya saja jika Jelena tidak ikut pulanga bersama dengan ku, aku yakin ini akan jadi masalah besar untuk kita bersama. " Ucap Victor, mencoba sebaik mungkin untuk tidak terlihat emosi sama sekali, sesuai dengan yang Juno sarankan saat di perjalanan tadi.


" Jadi, bisakah Tuan dan Nyonya biarkan saya membawa pulang putri kalian? "


Saat Victor mengatakan itu, rupanya Jemima baru saja masuk ke dalam rumah, di jam ini adalah jam pulang kuliahnya.


Melihat adanya aktor terkenal, tampan, bahkan menjadi pujaan banyak sekali kaum hawa tentu saja Jemima terkejut, terdiam sembari membatin apa yang dia lihat ini adalah nyata?

__ADS_1


Berbeda dengan Victor, dia justru sama sekali tak melihat ke arah Jemima, dia terus menatap kedua orang tuanya Jelena secara bergantian dengan tatapan memohon membuat Jemima merasa bingung. Situasi macam apa sih yang sedang terjadi sampai aktor terkenal ada di rumahnya? Padahal selama ini Ayah dan Ibunya selalu saja menemui sahabat, rekan kerja, klien, di restauran kan? Ini adalah kali pertama ada orang asing yang di izinkan masuk ke dalam rumah.


" Jangan harap, putriku tidak akan mungkin Sudi denganmu. " Ucap Ibu Terra yang semakin membuat Jemima penasaran sekali, dan membuat Victor menghela nafasnya, lagi-lagi masih harus menahan kesal yang entah akan sampai kapan.


" Nyonya, anda tahu bahwa ini tidak akan baik untuk kita bukan? Ibu dan Ayahku tidak akan membiarkan ini terjadi, mereka bisa saja menyakiti Tuan dan Nyonya, jadi tolong mengertilah agar kita sama-sama selamat. "


Ayahnya Jelena beraksi, dia membuang nafasnya lalu menatap Victor dengan tatapan tegas.


" Putriku adalah putriku, siapapun tidak akan aku biarkan merampas hak nya, tidak akan aku biarkan kau membuat putriku kehilangan senyum bahagia hanya karena ancaman mu. Menjadi seorang istri, menjalin hubungan rumah tangga di usia yang masih sangat muda tentu saja itu sangat sulit untuknya. Lebih baik kau pergi saja dari sini, karena apa yang kau inginkan tidak akan bisa kau dapatkan. " Ucap Ayahnya Jelena, menatap Victor acuh tak acuh.


Victor menghela nafasnya, dia benar-benar fokus memikirkan apa yang dia pikirkan hingga tanpa sadar Jemima sedari tadi terus tersenyum menatap Victor bahkan hampir hak berkedip sama skali.


" Jelena sedang hamil, meskipun dia terus menyangkal, ada pria juga yang mengaku, dia adalah Ayah dari bayinya, bukankah akan lebih baik jika menunggu saja bayi itu lahir, lakukan DNA tes, barulah bisa menentukan apa yang akan di lakukan bukan? Meskipun aku tidak banyak mengenal Jelena dengan dekat, setidaknya aku juga memiliki keyakinan bahwa itu adalah bayiku. "


Ucapan Victor barusan benar-benar membuat Jemima kehilangan senyum di bibirnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2