Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 88 : Kesibukan Baru


__ADS_3

"Juno, kau pikir aku tidak tahu kalau dulu sebelum menjadi teman sekaligus asisten Victor kau adalah seorang pencopet? Aku memiliki bukti yang sudah kau dan Victor coba hilangkan, kalau kau tidak percaya, maka kau bisa melihat unggahanku lima menit dari sekarang." Juno terdiam tak tahu harus mengatakan apa, memang dulu dia adalah seorang pencopet. Tapi benar-benar dia melakukannya dengan sangat terpaksa karena Ibu dan adiknya sakit sudah cukup lama. Ibunya stroke, adiknya memiliki kelainan paru sejak lahir, Ayahnya kabur bersama wanita lain dan sama sekali tidak pernah datang padanya untuk melihat bagiamana keadaan mereka. Saat itu usia Juno batu belasan tahun, dia tidak sekolah makanya sulit juga mendapatkan pekerjaan. Suatu hari dia melihat Victor yang terlihat begitu gagah, pakaian serta barang yang di gunakan Victor jelas sangat mahal harganya. Juno pikir dengan bisa mengambil dompet Victor dia tidak perlu mencopet lagi untuk beberapa waktu. Tapi saat akan mengambil dompet Victor, dia gagal total karena Victor menyadari itu. Bukanya memukul atau meneriaki copet, Victor hanya menghela nafas sebal, lalu mengeluarkan dompetnya dan meyerahkan kepada Juno begitu saja.


"Kalau kau mau, kau bisa bilang padaku, tidak perlu mencuri seperti itu! Kau tahu betapa menjijikan perbuatan itu kan?"


Juno benar-benar merasa sangat malu, di memutuskan untuk lari saja tanpa mengambil dompet yang di sodorkan padanya, tapi siapa sangka kalau Victor mengejarnya sampai dia tiba di rumahnya.


Melihat keadaan Juno dan keluarganya yang begitu sulit, Victor yang niatnya ingin memberikan pelajaran menyakitkan jadi kehilangan minatnya, dia mulai mendekati Juno, membawanya untuk bekerja agar tak perlu terus mencopet yang jelas memiliki resiko tinggi.


"Dasar pencopet! Jangan sok bijak atau melarangku, orang rendahan sepertimu seharusnya tahu diri dan jangan sok memperingati orang lain, dasar sampah!" Ucap Katherine lalu mendorong dada Juno agar tubuhnya menjauh dan dia bisa leluasa untuk masuk ke dalam kamar di mana Victor mendapatkan perawatan.


Begitu sampai di dalam dan melihat Victor yang tidur dengan begitu tenang, Katherine tersenyum bahagia karena akhirnya dia bisa melihat Victor kembali dengan jarak yang begitu dekat setelah sekian lama. Tak ingin kehilangan momen itu, Katherine dengan segera mengeluarkan ponselnya, mengambil gambar Victor lalu mendekatkan dirinya, wajahnya, kepada wajah Victor lalu mengambil gambar. Terakhir dia mengecup pipi Victor, dan kegiatan itu membuat Victor terbangun dengan begitu terkejut.


"Apa yang kau lakukan?!"


Katherine buru-buru menjauhkan dirinya dari Victor dan mengambil posisi di kursi yang sudah di siapkan di sana.


"Victor, aku datang karena khawatir sekali dengan keadaanmu. Aku tidak bisa tenang sekali mengetahui kalau kau masuk rumah sakit, tolong jangan marah, aku akan tenang dan tidak membuat ulah."

__ADS_1


Victor membuang nafas kasarnya, tentunya dia menyadari benar kalau posisi Katherine tadi seperti sedang mengambil photo mereka berdua, jadi mana mungkin Victor akan diam saja?


"Berikan ponselmu, sekarang!"


Katherine terdiam sebentar, lalu segera dia mengeluarkan ponselnya dan dia berikan kepada Victor. Begitu mendapatkan ponsel Katherine, Victor dengan segera membuka galeri photo, menghapus semua gambar yang di ambil Katherine barusan, lalu menyerahkan ponsel itu lagi kepada Katherine.


"Dengar, ini sudah lewat hampir tiga tahun dan kau masih saja membuat ulah yang sama? Pergilah, aku tidak membutuhkan mu, jika tidak nyaman melihat wajahmu."


Katherine menghela nafas lesu, padahal dia masih ingin lebih lama berada di sana bersama dengan Victor, tapi Victor jutsru seperti buru-buru sekali ingin menendangnya keluar dari ruangan yang dia gunakan untuk mendapatkan perawatan dari rumah sakit.


"Baiklah, aku akan segera pergi, jaga dirimu baik-baik ya? Kau bisa menghubungi ku saat kau butuh aku." Setelah mengatakan itu Katherine meninggalkan ruangan, mengabaikan Juno yang terdiam menatap Katherine dengan segala pemikirannya.


"Anjing liar seperti mu, apa yang kau ketahui kecuali hanya menggonggong dan menjilat kotoran?"


Juno tersenyum miring, menatap Katherine dengan tatapan dingin juga mengancam.


"Menjadi simpanan seorang sutradara terkenal yang juga sudah memiliki istri, bahkan cucu. Kau pikir aku tidak tahu kenapa kau mulai terus mengejar Victor? Saat awal kalian menjalin hubungan, kau masih terikat dengan sutradara itu jadi ada untungnya juga kalian merahasiakan hubungan kalian berdua. Sekarang kau sudah tidak d inginkan lagi bukan? Kau mendekati Victor tak kenal lelah karena kau tahu bahwa Victor kecil kemungkinan untuk memiliki kesempatan bangkrut bukan?"

__ADS_1


Katherine terdiam membeku, sial! Sungguh dia benar-benar tidak tahu kalau Juno bahkan tahu banyak sekali tentang dirinya padahal Juno hanyalah seorang asisten Victor saja. Tak ingin berdebat lebih lama dengan Juno, dengan segera Katherine melangkah pergi dengan cepat karena menghadapi Juno tidak semudah yang dia pikirkan.


Setelah kepergian Katherine, Juno memutuskan untuk masuk ke dalam kamar di aman Victor berada, dan seperti dugaannya kalau Victor pasti akan memarahinya. Yah, Juno hanya bisa menerima saja omelan Victor karena memang salahnya tertekan oleh ucapan Katherine dan membuat Katherine bisa masuk mendekati Victor.


Di sisi lain.


Katherine yang baru saja sampai di rumah dengan segera meraih satu ponsel miliknya yang sebagian dia tinggal di rumah, dan di sanalah dia mengirimkan photo sebelum Victor menghapusnya. Benar-benar licik, tapi dia benar-benar tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan kembali simpati Victor agar bisa menjadi Nyonya Victor dan hidup dengan nyaman.


Dua photo Katherine unggah melalui media sosial pribadinya, dia memberikan keterangan dengan bunyi, cepat sembuh, kesayangan. Satu photo Victor tertidur, Katherine membuat bentuk hati dengan satu tangannya di dekat saja Victor, lalu photo kedua adalah saat dia mencium pipi Victor saat Victor belum membuka matanya.


Tak butuh waktu lama, lima menit saja photo yang di unggah Katherine menjadi begitu ramai, komentar demi komentar bermunculan, dan itu membuat artikel siap untuk bermunculan.


Katherine benar-benar puas sekali, setidaknya dia tidak perlu mengatakan banyak hal toh sengaja keterangan itu semua orang akan menduga dengan dugaan yang sama kan?


Jelena yang kala itu tengah keluar dari kamar Mira di kagetan kan dengan pengasuh bayinya yang datang dan menunjukkan unggahan Katherine.


"Dasar gatal! Seminggu tidak menghubungiku jadi ini kegiatan yang begitu menyibukkan dirinya? Victor, lihat saja kau ya?" Jelena menatap marah, lalu dengan segera menuju ke kamarnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2