Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 92 : Adik Untuk Mira!


__ADS_3

"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, kau hanyalah pelayan rumah yang mengandung anak haram, bayi terlarang, aib yang memalukan seperti itu mana cocok untuk Victor? Lebih baik kau cepat pergi, dan urus saja anakmu di banding mengurus Victor, sudah ada aku jadi Victor tidak akan mungkin membutuhkanmu." Katherine menatap Jelena dengan tatapan menghina, juga dengan tegas melarang karena memang dia sama sekali tidak tahu kalau selama ini Jelena dan Victor diam-diam menjalin hubungan. Katherine tentu pernah melihat bagaimana Victor di wawancara mengenai pasangan dan anaknya yang baru lahir saat itu, tapi Katherine mengira apa yang di katakan Victor hanyalah alasan saja agar Katherine tak mencoba untuk terus mendekatinya.


Jelena tersenyum menatap Katherine yang benar-benar tidak berubah sama sekali. Dia malah sok hebat dan bertingkah seolah dunia bahkan harus tunduk padanya.


"Minggir lah, Bibi Katherine. Aku harus lewat, karena aku tidak mau membuat tubuhmu kotor karena tersentuh secara tidak sengaja olehku."


Bibi?


Katherine ternganga tidak percaya dan juga kesal sekali. Usianya baru saja tiga puluh satu dan berani sekali Jelena yang hanya berbeda. betapa tahun memanggilnya seperti itu?


"Tutup mulut sialan mu yang berani sekali memanggil dengan sebutan Bibi! Kau pikir kau anak usia dua tahun sampai memanggilku dengan sebutan Bibi?!" Protes Katherine yang tidak terima di sebut bibi oleh Jelena.


Jelena tersenyum miring, menatap Katherine dengan tatapan dingin.


"Kalaupun ingin menggonggong, setidaknya jangan terlalu kuat, suaramu yang parau itu sama sekali tidak enak di dengar. Telinga orang mati bahkan bisa mengalami pecah gendang telinga karena mu."


Katherine benar-benar tidak menyangka kalau Jelena yang dulu begitu pendiam dan tidak banyak bertingkah justru berubah menjadi seperti binatang buas. Bahkan mulutnya juga sangat lihai menyakiti hati lawannya, dan ini benar-benar membuat Katherine semakin tak bisa menerima kekalahan.


"Dasar pelayan! Hanya karena melahirkan anak haram saja kau berani berlagak di hadapan ku! Lihat saja, aku tidak akan tinggal diam!"


Jelena menghela nafasnya, dia memilih untuk melanjutkan langkah kakinya tak perduli kalau dia akan membuat tubuhnya sedikit bersenggolan dengan Katherine yang terlihat sangat kesal dan ingin mencegah Jelena masuk. Tapi karena Juno menahan lengan Katherine jadilah Katherine tak bisa lagi melangkah lebih jauh untuk menggapai Jelena.


Begitu sampai di dalam.

__ADS_1


Jelena membuang nafasnya, menatap sebal Victor yang terlihat tertidur santai dengan satu tangannya di belakang kepala, satu lagi memegangi dadanya. Dia benar-benar terlihat sangat nyenyak seperti mati bahkan ada keributan di luar juga tidak bisa dia dengar.


Merasa kurang yakin kalau Victor tengah tertidur, Jelena berjalan mendekati Victor menggerakkan telapak tangannya ke kanan dan ke kiri di depan wajah Victor. Kemudian Jelena mendekatkan telinganya, dan memang Victor mendengkur halus menandakan dia benar-benar tertidur lelap.


"Padahal aku berniat memaki mu, memarahi mu sepuas ku, tapi melihatmu yang seperti anak anjing tertidur aku benar-benar menjadi tidak dapat melakukan apapun." Gumam Jelena pelan, lalu tersenyum tipis sembari menatap Victor. Mengingat bagaimana Juno menghalangi Katherine masuk tadi, sepertinya dia memang sudah salah paham tentang hubungan Victor dan mantan kekasihnya itu, jadi sekarang dia benar-benar seperti menertawakan kebodohannya sendiri.


Jelena mengambil posisi duduk, tapi pergerakan Jelena barusan membuat Victor terbangun dan perlahan dia mulai membuka mata.


"Je Jelena?!" Sontak Victor bangkit untuk memastikan benar apakah yang dia lihat salah atau bukan. Jelena? Victor terdiam sebentar, menggosok matanya karena kedatangan Jelena sudah seperti mimpi baginya.


"Sialan! Ini mimpi kenapa seperti kenyataannya sekali sih?" Protes Victor yang masih saja belum bisa percaya jika Jelena benar-benar ada di hadapannya.


Jelena membuang nafasnya, lalu menatap kembali Victor.


"Kenapa? kau takut jika aku adalah nyata berada di sini kau tidak bisa menemui gadis lain?"


"Je?" Segera Victor meraih tubuh Jelena, membawanya masuk ke dalam pelukannya. Gila, dia rindu sekali dengan Jelena, dia benar-benar tidak mau melepaskan tubuh kurus itu dari pelukannya.


"Sesak!" Protes Jelena membuat Victor segera mengendurkan pelukannya agar mereka bisa saling menatap satu sama lain. Iya, dia sudah lama tidak melihat secara langsung bagaimana wajah Jelena sedari dekat bukan?


"Aku merindukan mu, Jelena." Victor berniat langsung mencium bibir Jelena, tapi secepat itu Jelena mendorong dengan tangannya.


"Jangan asal membicarakan rindu, aku datang ingin memberitahu bawa aku datang kesini untuk menerima usulan dari Ibu dan Ayahku untuk menikah saja dengan Ken."

__ADS_1


Apa?!


Victor membulatkan matanya, terkejut pastinya, dia menatap Jelena dengan mimik seperti itu.


"Jadi Jelena, kenapa tidak kau cekik saja aku sampai mati saat aku sedang tidur tadi? Beraninya kau datang dan mengatakan bahwa kau akan menikahi pria lain, padahal jelas aku sudah bersabar menunggumu siap untuk menikah kembali denganku. Tidak, tidak boleh! Kalau kau memang akan menerima perjodohan itu, maka jangan salahkan aku melakukan apa yang akan membuatmu tidak akan mungkin meninggalkan ku!" Victor meraih kembali pinggul Jelena, memposisikan dirinya yang kini sudah membuat Jelena berada di atas tubuhnya.


" Kau gila ya?!"


"Iya, gila sekali!"


"Kau berbaring dengan santainya, sepertinya kau sedang mencari alasan saja untuk istirahat ya?!" Kesal Jelena karena kalau di lihat Victor yang tidak menggunakan selang infus seperti saat di photo Katherine, dan bagaimana kekuatan Victor hingga satu gerakan saja bisa membuatnya berada di bawah Kungkungan nya, seperti nya Victor benar-benar sangat sehat sekali.


"Juno yang memaksaku, ada banyak pekerjaan yang di luar batas, Juno ingin membatalkan sebagian karena dia tidak ingin aku sakit seperti kemarin. Sekarang jangan bicara apapun lagi, mati kita buat adik untuk Mira!"


Jelena membulatkan matanya karena begitu terkejut dengan apa yang di katakan Victor padahal jelas mereka tidak boleh melakukan itu di luar hubungan pernikahan bukan?


"Jangan macam-macam!"


Di sisi lain.


Jemima tersenyum senang karena untuk pertama kalinya dia bisa melihat secara langsung Mira yang justru jauh lebih cantik kalau di lihat secara langsung. Tubuhnya masih lemas tak bertenaga lagi Jemima tak bisa menggendong Mira meski dia benar-benar menginginkan hal itu.


"Jemima, Ayah berencana membicarakan soal pernikahanmu dan Ken. Ayah ingin kalian secepatnya menikah, kau tidak apa-apa kan?"

__ADS_1


Jemima memaksakan senyumnya. Menikah dengan Ken? Memang siapa yang tidak mau? Tapi dengan penampilan Jemima sekarang, dia benar-benar merasa malu untuk di sandingkan dengan pria setampan dia. Sudah begitu dia juga tahu kalau Ken sudah lama jatuh hati kepada Jelena.


Bersambung.


__ADS_2