Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 38 : Bukan Cemburu!


__ADS_3

Victor terus menatap ke arah Jelena dan pria asing yang terus memegang lengan Jelena. Jujur saja Victor tidak menyukai apa yang dia lihat. Bukan, bukan cemburu menurut dirinya, tapi dia hanya kesal kala saja benar anak itu bukanlah anaknya, dan bagaimana jika pria itu adalah Ayah yang sebenarnya dari anak yang di kandung Jelena?


Victor mengeraskan rahangnya, sialan! Memikirkan hal itu dia benar-benar menjadi sangat kesal dan tidak lagi ingin menahan diri untuk mendekat dan bertanya secara langsung siapa pria itu, dan memastikan benar bahwa apa yang dia pikirkan mendapatkan kejelasan seperti yang dia inginkan.


" Wah, kalian terlihat sangat akrab sekali. Bagiamana kalau masuk saja dan mengobrol di dalam? "


Pertanyaan Victor barusan membuat Ken melepaskan lengan Jelena padahal dia masih belum mendapatkan jawaban dari apa yang dia tanyakan tadi.


Jelena tak mengatakan apapun, memang apa yang bisa dia katakan? Lalu apakah perlu untuknya menjelaskan? Siapa pria itu tentu saja Victor tidak akan perduli bukan?


Ken menatap Victor dengan tatapan dingin, mencari tahu siapa pria yang tiba-tiba saja datang. Tapi begitu melihat pakaian yang di gunakan Victor, jam tangan serta kalung dari merek terkenal yang harganya tidak main-main, Ken bisa menebak dengan jelas dan benar bahwa Victor pasti adalah tuan rumah tempat Jelena bekerja. Hanya saja Ken masih tidak paham kenapa Tuan rumah terlihat begitu perduli dengan pelayan rumahnya? Tidak usah bingung dari mana Ken bisa membedakan pelayan atau bukan, itu karena Jelena menggunakan celemek jadi mudah untuk Ken mengetahuinya. Di tambah lagi wajah Jelena mirip dengan Ibu Terra, jadi dia cukup yakin makanya dia menghampiri Jelena untuk bertanya dan memastikan benar.


" Kenapa kalian langsung diam dengan serempak? " Victor menatap Jelena, tersenyum menyembunyikan kekesalannya meski perasaan kesal itu masih dia elak sekuat tenaga.


" Jelena, kau tidak kurang kerjaan sampai harus menemui pria mu di sini kan? Temui dia di tempat lain agar kau tetap aman, kau seharusnya mengerti apa yang kau lakukan ini akan merugikan mu bukan? "


Jelena tersenyum tipis menahan perasaan kesal.


Baiklah, berpikir saja seperti yang kau inginkan, begitu yang di batin Jelena.

__ADS_1


Ken menatap Jelena, sekarang di sudah tahu kalau gadis dihadapannya benar-benar Jelena atau Violet, anak dari Ibu Terra yang sudah enam bulan ini mereka cari secara besar-besaran tapi juga secara diam-diam demi untuk melindungi Jelena agar tak menjadi incaran orang jahat, atau agar tidak menimbulkan kecurigaan Ayah Hetho dan Ibu Zelin yang bisa saja nantinya justru akan mencelakai Jelena.


Ken tersenyum, ternyata gadis kecil yang dulu sering bermain bersama dengannya, tidak mau jauh dari gendongannya sudah sebesar itu, dia tumbuh dengan wajah yang sangat cantik dan begitu manis meski tidak sedang tersenyum.


Melihat senyum yang tidak biasa dari wajah Ken, Victor menjadi semakin kesal dan sudah tidak sabar lagi.


" Masuklah, pekerjaan mu sudah menunggumu. Sekarang adalah waktu mu untuk bekerja, kau tahu kalau harus melakukan apa bukan? " Setelah sekian mengatakan itu Victor tersenyum dengan tatapan matanya yang sangat menekan seolah memaksa Jelena untuk segera masuk ke dalam rumah, mengerjakan segala pekerjaan yang seharunya di kerjakan oleh Jelena.


Tentu saja Jelena tidak melawan, bukan karena dia merasa takut dan tertekan, hanya saja dia sangat tidak ingin berdebat atau terlalu lama membuang waktu untuk berbicara dengan Victor yang selalu saja menatapnya dengan tatapan yang begitu membuatnya tidak nyaman, selalu saja menyangka kalau Victor begitu menginginkan penderitaan untuk Jelena.


Melihat Jelena patuh begitu saja rasanya Ken benar-benar sangat kesal dan menderita seolah dia merasakan juga betapa sulitnya menjadi Jelena. Gadis kecil yang menjadi satu-satunya pengamat dalam hidupnya, semangat bagi anak berumur dua belas tahun yang kehilangan kedua orang tuanya, gadis kecil bak malaikat itu kini di perlakukan dengan begitu dingin rasanya dia benar-benar tidak terima melihatnya.


Setelah Jelena pergi dari sana.


Ken terdiam sebentar, menatap Victor dengan tatapan dingin.


" Aku bahkan ingin melihatnya sampai mataku berfungsi lagi beserta nyawaku pergi ke nirwana. "


Victor tersenyum dingin dengan tatapan mengejek. Sial! Victor sebenarnya kesal sekali melihat pria yang memiliki tubuh tidak kalah bagus darinya, wajahnya juga lumayan mendekati Jelena. Ah, tidak! Mungkin yang tidak Victor sukai adalah kalau saja kenyataan mengatakan bahwa anak yang di kandung Jelena bukanlah anaknya, melainkan anak pria yang ada di hadapannya.

__ADS_1


'' Kau sedang membual untuk seorang pelayan rumah? " Tanya Victoria masih dengan tatapan mengejek. Sebenarnya bukan itu maksud hati yang sebenarnya, Victor hanya tidak suka melihat Ken, dia ingin menjelaskan siapa Jelena agar pria di hadapannya menyingkir saja karena merasa Jelena tidak akan cocok untuknya.


Ken tersenyum, matanya tajam menatap Victor.


" Kenapa aku merasa bahwa kau tidak menyukai ini? Kau, memiliki perasaan tidak biasa dengan pelayan rumah mu sendiri? " Tanya Ken dengan nada bicara dan tatapan yang membuat Victor merasa tertekan dan tidak tahan untuk melihatnya lebih lama.


" Aku tidak akan memiliki perasaan semacam itu, kecuali aku gila atau otak ku terjatuh di jalan. Aku juga tidak perduli kau mau menuduhku seperti apa, hanya saja aku ingin sekarang juga menyingkirkan, aku harus mengeluarkan mobilku dan pergi untuk syuting. "


Ken tersenyum penuh maksud, lalu menyingkir dari sana.


Aneh, Victor benar-benar merasa ada yang tidak beres, ada yang tidak bisa dia tebak dari pria itu. Jelas saja kalau mereka tidak sedekat itu, dia bisa melihat Jelena yang tidak panik sama sekali, dan cara bicara Ken yang seperti hanya sedang mencari tahu saja.


" Bagaimana, Ken? Itu dia? " Tanya Ibu Terra yang sedari tadi memilih menunggu di dalam mobil sembari menangis saat melihat Jelena keluar untuk membuang sampah tadi.


Ken mengangguk sembari memasangkan sabuk pengaman.


" Iya, dia adalah Nona Violet. Sorot matanya mirip Tuan, susunan wajahnya mirip anda. Pria tadi juga memanggilnya Jelena. "


Ibu Terra menyeka air matanya dan kembali menangis. Sungguh dia ingin memeluk putrinya dan membawanya untuk ikut bersama dengannya. Tapi, dia juga takut kalau saja Jelena membencinya. Dia takut Jelena menyalahkan dirinya yang tidak menemukannya lebih cepat sehingga Jelena mengalami banyak sekali masalah hidup yang begitu kejam.

__ADS_1


" Tapi sepertinya ada yang harus kita selidiki lagi, Nyonya. " Ucap Ken yang bisa mengingat dengan jelas bagaimana cara bicara Victor terhadap Jelena, juga respon Jelena yang seperti tidak perduli.


Bersambung.


__ADS_2