Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 83 : Persaingan Dalam Cinta


__ADS_3

Sore harinya, rumah kedatangan Ken yang sengaja datang untuk melihat bagaimana keadaan Jelena, dan juga Mira. Bukan hanya hanya karena di minta orang tua Jelena untuk datang kesana, Ken memang merindukan mereka berdua jadi mempercepat selesainya pekerjaan agar bisa segera berangkat dan bisa segera melepaskan rindu kepada Jelena dan juga Mira. Tapi sial sekali karena ternyata di sana masih ada Victor. Padahal Jelena sudah memberitahu bahwa Victor akan berangkat untuk kembali ke negara asal sore ini juga, dan pesan Jelena yang mengatakan jika Victor membatalkan rencananya hari itu terlambat di baca oleh Ken.


"Kak Ken, kakak pasti lelah, jadi biarkan saja dulu Mira bermain. Di sini kan ada Victor yang akan menjaga, aku temani ke dapur untuk membuat jus ya?" Ucap Jelena mengajak Ken karena begitu sampai Ken hanya sebentar cuci tangan dan langsung menggendong Mira. Dia pasti merasa sangat lelah setelah perjalanan yang cukup panjang bukan?


"Kenapa harus denganmu? Maksudnya, kenapa harus kau yang buat, dia sudah tua, dia pasti bisa membuat minuman untuknya sendiri." Cegah Victor yang kini sudah bangkit sembari menggendong Mira. Tidak, dia tidak mau kalau sampai Ken berduaan saja di dapur dengan Jelena. Bisa saja nanti Ken mencuri kesempatan, lalu merayu Jelena dengan jurus rayuan yang mematikan, lalu membuat Jelena jatuh cinta seketika, dan mereka menjalin hubungan, lalu menjadi Ayah tirinya Mira! Oh, tidak! Tidak! Tidak, Victor benar-benar tidak akan bisa terima itu.


Ken menghela nafasnya, sudah tua? Umurnya baru saja tiga puluh tiga tahun apakah itu pantas di sebut tua? Sialan! Victor sendiri juga sudah tiga puluh satu tahun bukan? Jadi untuk apa mengatai tua kalau perbedaan usia di antara mereka hanyalah dua tahun?


"Victor, apa kau tahu bahwa belakangan ini mulutmu cukup mudah membuat orang naik darah?" Ken memicingkan matanya, sedikit tajam, lalu menunjukkan dengan jelas wajah dingin yang tak sama sekali membuat Victor merasa ngeri. Badan dan tinggi mereka tidak berbeda jauh, masalah otot di antara mereka berdua juga tidak jeda jauh, jadi untuk apa dia merasa takut? Ah, tapi kalau wajah, Victor seratus persen percaya diri sekali bahwa dia berada jauh di atas Ken.


"Aku hanya tidak ingin Ibu dari anakku kelelahan karenamu, jadi pergi ke dapur dan buat sendiri minumanmu."


Ken tersenyum dengan tatapan kesal, sementara Jelena hanya bisa memutar bola matanya dengan. Iya, beginilah mereka kalau sudah bertemu, makanya akan lebih baik kalau saat mereka datang harus tahu benar waktu kapan mereka datang dan pulang supaya tidak bertemu dan cekcok seperti sekarang ini.


Ibu dari anakku? Ken benar-benar kesal sekali dengan bahasa, kalimat yang sering sekali di gunakan Victor saat bicara dengannya. Dia seperti ingin menjelaskan kepada Ken bahwa hubungannya dengan Jelena tidak mudah, tidak segampang itu bisa di hancurkan. Ibu dari anakku, bukankah artinya Jelena adalah wanitanya? Cih! Muak sekali!


"Victor, tolong jangan kekanakan seperti itu, aku tidak merasa lelah dan di repotkan. Kak Ken juga tamuku bukan?"


Tamu?


Victor tersenyum puas, tamu? Iya, iya, Ken membagi tamu.


Ken menatap Victor dengan tatapan tajam, sialan! Benar-benar kurang sadar diri rupanya Victor, padahal bagi Jelena Victor juga adalah tamu, jadi kenapa dia sesenang itu mendengar ucapan Jelena yang menyebutnya tamu?


"Kak, ayo!"

__ADS_1


Ken tersenyum manis, merangkul Jelena setelah itu.


"Tentu saja, tolong buatkan aku minuman yang manis dan segar ya?"


Victor membulat kan matanya karena merasa begitu kesal melihat tangan Ken merangkul pundak Jelena. Tidak, ini tidak bisa di biarkan begitu saja. Victor berjalan cepat, dengan satu tangan dia mendorong Ken untuk menjauh karena posisinya Victor masih membopong anaknya. Victor kini berada di tengah-tengah mereka, tersenyum untuk menyembunyikan situasi yang kini menjadi kaku karena ulahnya.


"Jelena, kau gendong saja Mira ya? Masalah minuman yang manis dan segar itu, bagaimana kalau biarkan saja aku yang buat?" Setelah mengatakan itu, segera Victor menyerahkan Mira kepada Jelena yang kini hanya diam karena kebingungan dengan tingkah aneh Victor.


"Ayo, kak Ken, biarkan aku buatkan minuman yah enak untukmu!" Victor melingkarkan lengannya di lengan Ken kuat sekali, lalu membawa Ken untuk berjalan menuju ke dapur.


"Lepaskan aku!" Kesal Ken, tapi dia juga sulit melepaskan lengan Victor yang kuat sekali menahan lengannya, menarik kuat seolah ingin menjatuhkan Ken dari Jelena.


Bruk!


"Kau pasti akan memberikan ku racun serangga." Ucap Ken lirih menatap Victor tajam karena dia tidak ingin Jelena mendengar itu, lalu kesal saat Ken dan Victor akan terus bertengkar dan ujungnya pasti mereka berdua akan di usir.


Victor tersenyum, dia mendekati telinga Ken untuk berbisik di sana.


"Salah! Yang akan aku berikan padamu adalah, obat untuk kebiri supaya itumu tidak bisa berdiri!"


Ken membuang nafas kasarnya, tersenyum dengan licik.


"Lebih baik gunakan saja padamu, itumu sudah banyak di gunakan untuk bermacam-macam lubang perempuan. Dari pada merusak anak perempuan orang lain terus, lebih baik kau sudahi saja masa mu menjadi pria tulen."


Victor menggerakkan giginya karena menahan kesal.

__ADS_1


"Meja sudah rusak!"


Ken mengubah posisi kepalanya agar bisa menatap Victor.


"Barang rusak memang paling cocok dengan tumpukan sampah."


Victor menaikkan sisi bibirnya.


"Kau lalatnya!" Ucap Victor.


Ken sudah bersiap membuka mulut untuk membalas ucapan Victor, tapi Jelena yang kesal melihat mereka berdua terus berbisik dengan begitu asik menjadi kesal sendiri.


"Kalian mau sampai kapan terus berbisik-bisik? Kalian berdua tidak ada nyali untuk bicara sampai aku bisa mendengar yang kalian bicarakan?"


Victor dan Ken segera saling menjauh, menatap Jelena dan mereka berdua kompak tersenyum karena tidak ingin terlihat kalau mereka baru saja bertengkar mulut.


"Tidak ada kok, kami hanya sedang membicarakan minuman apa yang ingin di minum kak Ken, benarkan?"


"Panggil Ken saja, kau orang tua jadi tidak usah berlagak muda." Ucap Ken yang membuat Victor tak terima. Dua tahun adalah banyak, mana mau dia di samakan dengan Ken?


Victor berjalan ke meja dapur, membuka lemari pendingin dan mengeluarkan beberapa butir lemon dari sana sembari tersenyum jahat.


"Kau pasti akan jadi merem melek setelah minum ini, kak Ken tersayang." Ucap Victor.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2