Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 9 : Sudah Bukan Rahasia


__ADS_3

" Ibu, aku memang menikah dengan Tuan Victor, tapi jangan lupa karena apa aku di nikahi, dan asal Ibu tahu aku juga tidak beda dari sebelumnya. Aku, masih menjadi pelayan di rumah ini. Kalau Ibu memang tidak tahan untuk memberitahu semua orang, maka lakukan saja sesuka Ibu, dan lihatlah bagiamana aku di usir, dan Ibu tidak akan mendapatkan uang lagi. Tuan Victor tidak menginginkan anak ini, tentu saja dia tidak perduli dengan ku, juga tidak akan memperlakukan ku seperti istri, apalagi memberi uang. Tapi karena aku ingat perjanjian yang di buat Ibu, Ayah dan orang tua Tuan Victor makanya aku bertahan di rumah ini sampai anak ini lahir. Ibu jangan menganggap remeh, mereka adalah orang hebat yang akan bisa menyingkirkan Ibu dan Ayah hanya dengan satu detik saja. "


Perdebatan itu akhirnya berakhir karena Ibunya Jelena sama sekali tak bisa banyak bicara dan mengancam Jelena lagi. Dia sadar benar apa yang di katakan Jelena adalah hal yang sangat masuk akal, memang benar dia memilki niat seperti yang dia katakan, tapi setelah memikirkan akibatnya dia jadi merasa kalau akan lebih baik saat dia menutup mulutnya semakin rapat dan uang pasti akan tetap dia dapatkan dari Jelena.


Setelah kepergian Ibunya, Jelena menceritakan bagaimana Ibunya pergi tanpa banyak mengancam lagi seperti biasanya. Popi jelas mengancungkan jempolnya karena ini adalah kali pertama Jelena begitu berani melawan Ibunya. Bibi dapur juga bisa lega karena sepertinya Jelena sudah mulai bisa mengatasi orang tuanya, sehingga orang tuanya tidak selalu menekan Jelena terus menerus lagi seperti sebelumnya.


Pagi hari.


Jelena, Popi, dan juga Bibi dapur kini sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Popi membersihkan lantai, Jelena membersihkan meja, pajangan, dan barang-barang lainnya, sedangkan Bibi dapur sibuk untuk menyiapkan sarapan seperti biasanya. Victor yang baru saja keluar dari kamar rupanya sudah sangat rapih dan pastilah dia akan sibuk seperti biasanya.


" Bibi, berikan aku susu hangat. " Pinta Victor seraya menarik kursi agar leluasa untuknya duduk di meja makan. Melihat menu makanan yang sangat berat untuknya, Victor meminta salad buah saja dan mengganti susu hangat dengan jus apel saja. Yah Victor tidak bisa banyak ikut campur kalau soal makanan, karena semenjak Jelena hamil, Bibi dapur akan memasak makanan yang sepertinya baik untuk Ibu hamil.

__ADS_1


Sebentar Victor membuka ponselnya, melihat beberapa pesan yang sepertinya sangat serius karena Victor berekspresi demikian. Gak lama Victor tersenyum dengan tatapan mengejek, lalu menatap Jelena yang sibuk dengan tatapannya itu. Rupanya berita itu adalah tentang pihak berwenang yang membubarkan sebuah kasino ilegal, dan Ayahnya Jelena tertangkap di sana. Sepertinya Ayahnya Jelena memang tidak akan di tahan, tapi bukankah hal itu membuat Victor semakin memandang Jelena dengan begitu buruk.


" Kau tidak minat keadaan Ayahmu? Malam tadi dia tertangkap saat petugas sedang sidak, lari lah sana, peluk Ayahmu dan kuatkan dia. Katakan saja, Ayah aku akan membantumu untuk keluar dari masalah ini, besok lebih semangat lagi berjudi, jangan api tertangkap lagi. " Victor tersenyum dengan begitu dingin tatapan matanya membuat Jelena memilih untuk diam tak ingin merespon.


Bagi jelena apa yang terjadi dengan Ayahnya bukanlah hal yang baru, jadi dia tidak perlu merasa kaget dan takut lagi seperti dulu. Sekarang dia tinggal di dalam rumah keluarga Victor yang tidak bisa orang tuanya masuk ke dalam dan membawa Jelena untuk di jual kepada bandit tua. Biarpun selama ini dia menemui Ayahnya serta Ibunya pasti ada pagar besi yang membatasi.


Bibi dapur terdiam menatap Jelena dengan tatapan melas, sekarang Jelena juga harus belajar membuka matanya dengan lebar, memilah mana yang perlu dia tidak untuk hidupnya, dan Bibi dapur benar-benar berharap Jelena tidak perlu lagi memikirkan orang tuanya yang bahkan hanya tahu bagaimana memanfaatkan, memeras habis putrinya, bahkan tidak segan-segan menjual putrinya untuk kepentingan pribadi.


" Jangan meletakkan susunya di sini, taruh saja di dapur, atau langsung berikan saja padanya. " Ujar Victor dengan mimik dingin yang membuat Bibi dapur, juga Jelena merasa tidak nyaman. Segera Bibi dapur mengambil gelas susu hangat itu dan memberikannya secara langsung kepada Jelena.


Popi yang melihat itu semua benar-benar merasa kesal terhadap Victor. Padahal Jelena adalah gadis yang malang, jauh lebih malang di banding dirinya, tapi Victor memperlakukan Jelena seperti Jelena adalah sampah di rumah itu. Popi kini sedang berpikir bagaimana caranya mengubah sifat Jelena yang lebih suka diam dan mengalah di banding membuat orang tidak senang dan menimbulkan keributan. Terlebih saat mengingat perlakukan Katherine, dia benar-benar harus bisa membuat Jelena sedikit berani dan bisa membela diri tanpa bantuan siapapun lagi.

__ADS_1


" Good morning, sayang? "


Semua orang tersentak karena terkejut melihat kedatangan Katherine yang tidak memberi kabar terlebih dulu. Victor yang sempat terkuat kini segera bangkit untuk memeluk kekasihnya, mengecup sebentar bibirnya tidak perduli dengan orang lain yang berada di sekitar mereka.


" Benar-benar kehidupan para aktris pada umumnya. " Ujar Bibi dapur pelan dan hanya Selena yang bisa mendengarnya. Iya, kehidupan para anak muda di jaman ini sudah bukan rahasia lagi kalau sebebas itu. Para orang tua juga tak berdaya karena pengaruh pergaulan, juga hak setiap orang harus di hargai dengan sama rata. Bukan satu atau dua saja aktris yang memiliki anak tanpa menikah, bahkan mengurus anak bersama hingga melahirkan anak selanjutnya seolah mereka adalah sepasang suami istri padahal mengikat janji pernikahan juga tidak.


Jelena memaksakan senyumnya, entah mengapa tapi dia selalu merasa kalau Katherine selalu ingin menunjukan kepada semua orang rumah bahwa tidak akan ada yang bisa membuat Victor menjadi seperti itu selain dia, dan ingin menegaskan bahwa Victor hanyalah miliknya seorang saja. Jelena tahu dan paham bahwa dia harus secepatnya menyingkir dari sana agar tak melihat kemesraan dia orang itu yang akan cukup mengganggu.


" Semalam kenapa tidak langsung kesini saja? " Tanya Victor.


" Aku lelah sekali, jadi tidur di hotel bersama anggota ku. " Jawab Katherine. Melihat Jelena akan pergi, Katherine segera membuatnya atau memintanya untuk berbalik dan bersiap akan mengerjai Jelena hari ini.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2