Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 24 : Posisi Yang Seharusnya


__ADS_3

Satu Minggu sudah berlalu, keadaan Victor juga sudah sangat baik, bahkan sudah seharian ini dia mulai beraktivitas kembali seperti sebelumnya. Menyelesaikan adegan syuting yang tertunda, mengadakan fans meeting, juga menghadiri undangan di salah atau acara televisi terkenal untuk membahas soal desas desus yang mengatakan jika Victor tengah di rawat di rumah sakit, dan di rahasiakan benar tempat dia mendapatkan perawatan.


Malam harinya.


Victor sudah kembali ke rumah, dia langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri, sebentar istirahat dan barulah dia akan pergi ke bawah untuk makan malam.


Jelena juga sudah selesai membantu Bibi dapur untuk menyiapkan makan malam untuk Victor dengan menu, salad sayur, dada ayam yang di bakar, tak ketinggalan jus yang terbuat dari beberapa sayuran segar. Sementara untuk Jelena sendiri, dia menyiapkan dia kembar roti yang sudah dia bakar, dan di atasnya dia berikan sedikit madu. Ada juga susu vanila untuk Ibu hamil, dan beberapa potongan buah untuk melengkapi gizi. Maklum saja, dia tidak bisa memakan makanan seperti Victor, sayuran mentah jelas tidak di anjurkan oleh Dokter saat dia tengah hamil, jadi Jelena benar-benar mengingat benar apa apa saja yang harus dia makan dan yang bagus dia hindari demi keselamatan bayinya.


Begitu Victor sudah turun, lalu duduk di meja makan, Jelena dengan segera menyiapkan makan malam milik Victor. Karena dia belum merasa lapar makanya dia berbalik untuk kembali ke dapur, tujuannya adalah untuk mencuci perabotan yang di gunakan Bibi dapur untuk memasak tadi. Tapi Victor mencegahnya dan memerintahkan agar Jelena duduk dan makan di hadapannya, jadi Victor bisa tenang setidaknya anak yang ada di perut Jelena tidak akan merasa lapar.


" Nanti aku akan makan, Tuan. Sekarang belum lapar, jadi biarkan aku mencuci piring saja dulu. " Seperti itu alasan yang di gunakan Jelena. Dia mengatakan kalimat itu dengan sangat sopan karena dia tidak ingin membuat Victor tidak senang dan memarahinya. Bukan takut, tapi pikiran Jelena sedang sangat kacau jadi akan lebih baik kalau dia tidak mendengar ocehan apapun sekarang ini.


Ucapan Jelena tentu saja di tolak mentah-mentah oleh Victor. Dnegan tegas Victor meminta Jelena untuk duduk, memakan makan malam di hadapannya.


" Karena kalau terjadi sesuatu dengan kehamilan mu, bisa-bisa aku akan kena sial, mendengar ocehan Ayah dan Ibuku. Jadi jangan banyak tingkah, jangan banyak menolak, kau juga harus sadar diri posisi mu. "

__ADS_1


Jelena tersenyum tipis. Ya Tuhan, Bahkan tak ada satupun orang yang memahami dirinya, memintanya melakukan ini dan itu seolah Jelena tak memiliki hak nya sendiri. Tubuhnya adalah miliknya, jadi kenapa dia harus melakukan apa yang orang lain katakan seolah tubuhnya adalah milik orang lain? Kalau emang alasannya adalah karena bayi yang ada di perutnya, tentu saja Jelena tidak akan membiarkan bayinya kelaparan. Dia tahu kapan harus makan dan istirahat jadi bisakah orang lain diam saja dan biarkan dia melakukan seperti yang dia inginkan?


Mengenai sadar diri akan posisi, tentu saja dia sadar kalau dia adalah seorang pelayan yang bayarannya sebulan sama dengan penghasilan Victor satu menit. Tapi apakah seorang pelayan yang sudah di lecehkan oleh tuannya, mengandung anak tuannya, bahkan harus menyerahkan anaknya nanti kepada keluarga tuannya hanya bisa diam saja, menurut terus menerus seperti manusia tidak memiliki otak dan hati?


Kenapa tidak memahami bahwa Jelena juga sama seperti manusia pada umumnya? Dia lelah, dia bisa marah, dia bisa mengisi, dia juga bisa menjadi jahat. Tidak, sepertinya memang orang seperti Victor tidak akan berpikir sejauh itu. Uang, kedudukan, kepopuleran, sepertinya membuat Victor berpikir bahwa tidak ada yang lebih penting dari pada yang dia inginkan dan dia pikirkan.


" Tuan, aku belum lapar karena aku juga belum lama ini memakan biskuit. Tolong jangan khawatirkan kehamilan ku, aku pasti akan menjaganya sebaik mungkin. "


Ucapan Jelena itu benar-benar membuat Victor tak lagi bisa bicara banyak. Tahu dan sadar, sepertinya dia memang sudah banyak bicara dan banyak mengatur Jelena. Tapi dia juga hanya ingin memastikan Jelena memakan makanannya dnegan baik, karena Victor tahu benar pekerjaan Jelena juga cukup banyak dan berat kalau untuk wanita hamil. Tapi ya mau bagaimana lagi kalau Jelena memang menolak untuk mendengarkan kata-katanya? Mengenai perintah Victor untuk membuat Jelena menyadari akan posisinya adalah hanya untuk membuat Jelena tidak memiliki pilihan lain selain makan malam bersama dengannya. Sekarang yang ada Jelena pasti menyalahpahami ucapannya, dan sialnya Victor sama sekali tidak bisa menjelaskan maksud yang sebenarnya.


Besok paginya.


Popi mengajak Jelena keluar rumah untuk membeli beberapa kebutuhan rumah yang sudah habis. Sekarang mereka berdua berada di supermarket untuk membelinya. Jelena yang baru pertama kali masuk ke dalam supermarket sebesar itu benar-benar merasa sangat takjub sekali. Selama ini Popi kan selalu pergi belanja dengan sopir rumah, jadi Jelena hanya sesekali pergi ke luar bersama dengan Bibi dapur, tapi mereka akan pergi untuk ke pasar demi membeli lauk pauk yang lebih segar pastinya.


" Je, ada yang mau kau beli tidak? Ambil saja, kita kan bayar pakai kartu dari Tuan Victor. " Ucap Popi. Selama ini Victor sama sekali tidak pernah menanyakan berapa banyak jumlah uang yang di gunakan untuk berbelanja kebutuhan rumah, jadi sering masih banyak sisa di sana.

__ADS_1


Jelena menghela nafas, lalu menggelengkan kepala. Memakai kartunya Victor? Tidak, dia tidak ingin memiliki hutang apapun yang akan membuatnya semakin berhutang banyak. Lebih baik jika dia memakai baju compang camping, dan wajah lusuh asalkan dia tidak semakin terikat dengan pria seperti Victor.


Popi hanya bisa membuang nafas kasarnya dan memaki Jelena bodoh di dalam hati. Mereka melanjutkan kegiatan mereka untuk membeli apa yang perlu di beli hingga tanpa sadar bertabrakan dengan seseorang yang mereka kenal.


" Ah! " Pekiknya. Sebentar Jelena dan Popi mengeryit memperhatikan wanita yang tak sengaja bertabrakan dengan Jelena karena wanita itu menggunakan topi, masker penutup mulut, juga kaca mata hitam.


" Pakai matamu! "


Setelah kalimat yang di ucapkan wanita itu, Jelena Popi kini tahu siapa wanita itu. Dia adalah Katherine yang juga tengah berbelanja, dan di sebelahnya ada seorang pria yang entah siapa pria itu Jelena dan juga Popi belum pernah melihat dia sebelumnya.


" Maaf. " Ucap Jelena yang tidak ingin masalah sepele itu menjadi masalah besar.


" Cih! Melihat wajah dan penampilan mu, sepertinya kuman saja akan menertawakan sinis ketika kau mengatakan jika kau adalah istrinya Victor. "


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2