
Jelena ternganga, terkejut dengan apa yang di katakan orang tuanya barusan. Sungguh dia tidak ingin mempercayainya, tapi sialnya dia bisa mendengar dengan jelas saat orang tuanya berkata dengan tegas dan jelas.
" Gugurkan kandungan itu, kami butuh uang yang banyak dan tidak ada cara lain selain membunuh gumpalan daging di perut mu. "
Bukankah itu terlalu jahat? Gumpalan daging? Bagaimana bisa orang tuanya mengatakan hal semacam itu? Gumpalan daging yang dia maksud sebenarnya adalah bayi, dia memiliki nyawa, dia memiliki hak untuk lahir dan hidup dengan baik, jadi bagaimana bisa orang mengatakan hak tidak masuk akal dengan mudahnya? Membunuh anak yang bahkan besarnya saja belum bisa di bandingkan dengan ujung kelingkingnya, dan alasan yang begitu mengejutkan adalah karena mereka membutuhkan uang seolah uang bahkan tidak dapat di bandingkan dengan nyawa bayi yang berada di dalam perut Jelena.
" Sebenarnya Ayah dan Ibu ini bicara apa? Uang apa? Apa hubungannya uang dengan bayiku? " Tanya Jelena yang kini tengah menahan kesedihannya, bagaimanapun dia benar-benar tidak habis pikir dengan kedua orang tuanya. Pertama-tama mereka cukup bahagia Aat tahu siapa Ayah dari bayi yang ada di dalam perutnya, tapi sekarang tiba-tiba memintanya menggugurkan kandungan, sebenarnya apa maunya, dan apa tujuannya?
Kedua orang tua Jelena kompak membuang nafas dengan wajah sebalnya karena harus membuang banyak tenaga untuk mejelaskan kepada Jelena secara detail. Padahal sih mereka ingin cepat-cepat menyelesaikan masalah kandungan Jelena sehingga dia dapat dengan segera mendapatkan uang juga dari Victor. Tapi ya mau bagaimana lagi? Jelena memang cukup menyebalkan dan banyak sekali bertanya seolah dia sedang mencurigai tiada habisnya.
" Suami mu bilang, kalau bayi itu di gugurkan, maka kami akan dapat banyak uang setelahnya! "
Jelena memundurkan langkahnya, dia menyentuh perutnya erat seakan dia begitu ingin menjaga anaknya yang selalu di hadap kan dengan kematian melalui ancaman dan rencana orang lain. Yang tidak Jelena mengerti adalah, sebenarnya apa salah bayi yang ada di dalam perutnya? Dia bahkan ada bukan karena keinginan kedua orang tuanya, dia tidak dapat memilih dari siapa dia lahir, dan dari rahim siapa dia akan bertumbuh dan tinggal selama sembilan bulan di sana. Dia tidak pernah membuat masalah, dia hanya diam dan sibuk menjalani hari-harinya agar bisa tumbuh besar menjadi bayi kecil yang sangat indah dan lucu. Tapi, benarkah benih dari Victor benar-benar terlarang sehingga akan lebih baik sejak awal jika benih itu tidak pernah tumbuh di rahimnya? Tidak, untuk apa gunanya menyesal saat semua sudah terjadi? kehidupan akan terus berjalan, dia tidak dapat mengulangi waktu dan memperbaiki kehidupan jadi Jelena juga harus tetap kuat dan selalu mengedepankan keselamatan bayi yang akan dia lahirkan sekitar tujuh bula dia Minggu lagi.
__ADS_1
" Tidak, kalian tidak berhak melakukanya, dia tidak pernah menyakiti kalian, lalu kenapa kalian ingin membunuhnya? "
Ibunya Jelena menatap Jelena dengan tatapan marah. Jelena terlalu banyak bicara, dia seperti sengaja ingin membuat kedua orang tuanya marah sehingga mereka benar-benar terpancing emosinya.
" Itu tentu saja adalah salah mu, semenjak kau menikahi Tuan Victor kau menjadi sangat pelit, kau terlalu perhitungan dan aku membencinya! Melihat cara dia menatap saya membicarakan anak yang ada di perut mu itu, sepertinya dia memang tidak menyukai ana itu, jadi untuk apa di lahirkan kalau kematiannya sekarang adalah hal yang bagus?! "
Jelena menyeka air matanya yang tak bisa dia tahan untuk lebih lama lagi. Sebenarnya dia masih tidak ingin mempercayai Ibu dan Ayahnya, tapi melihat dia bisa masuk ke dalam rumah, tentu saja itu tidak akan mungkin terjadi kalau tidak ada izin dari Victor. Jelena rasanya benar-benar sangat hancur, dia tersadar jika yang dia harapkan adalah hak yang amat konyol. Ternyata sekeras apapun dia mencoba, sepertinya akhir cerita juga sudah di tetapkan akan menjadi seperti apa nantinya. Tapi, bolehkah Jelena merasa kecewa kepada Victor yang bahkan sampai meminta orang tua Jelena memaksa agar Jelena mau menggugurkan kandungan? Padahal Victor adalah Ayahnya, tapi membicarakan tentang menggugurkan anaknya sendiri terdengar begitu mudah dan menyepelekan baginya.
Ayahnya Jelena yang kesal mendapatkan penolakan atas apa yang dia inginkan, di tambah dia kesal karena ini adalah pertama kali Jelena berani membentak, dia dengan segera berjalan mendekati Jelena, lalu memberikan satu tamparan yang cukup kuat di pipi Jelena.
" Berani sekali kau! "
Jelena terisak sembari memegangi pipinya yang terasa sakit dan perih. Sebenarnya kurang sabar apa dia selama ini? Dia memiliki orang tua yang membuatnya di asing kan oleh masyarakat, ulah kedua orang tuanya membuat pandangan masyarakat kepada Jelena juga ikut buruk, bersabar menerima kekerasan sejak kecil hingga sekarang baik secara fisik maupun secara verbal. Sekarang hidup bayinya ada d tangannya, dia tidak akan membiarkan bayinya dalam bahaya, dia akan tetap berusaha melahirkan bayinya dengan sehat, lalu akan dengan segala cara dia lakukan agar anaknya bisa hidup dengan kayak dan juga bahagia tentunya.
__ADS_1
" Selama ini aku sudah cukup diam, Ayah dan Ibu. Aku tidak menuntut saat kalian mencoba untuk menjual ku, kalian memukuli aku padahal yang bertengkar adalah kalian berdua. Aku di jadikan pengemis, pengamen, aku juga di jadikan bahan untuk mendapatkan belas kasih dari orang lain. Sebenarnya sejauh apa kalian akan membuatku sedih, sampai di mana kalian akan membuatku merasa benar-benar seperti binatang peliharaan?! "
" Tutup mulutmu! " Bentak Ibunya Jelena.
Jelena tersenyum Kelu, mengusap air matanya dan juga menatap kedua orang tuanya secara bergantian dengan tatapan heran.
" Anak ini adalah milik ku, dia adalah anak ku. Kalaupun Tuan Victor tidak menginginkan anak ini, tapi tetap saja dia tidak akan bisa mengelak jika memang dia Ayahnya. Tapi, aku juga tidak akan memperdulikan lagi bagiamana kalian, dan bagaimana pernikahan ini akan berjalan. Hanya saja berikan aku waktu untuk bisa tenang, melakukan Segala cara agar bayi ku tumbuh dengan baik dan lahir sehat tanpa ada satu pun kekurangan. Aku sudah muak dengan penyiksaan yang kalian lakukan selama ini, jadi tolong jangan mendekati ku apapun alasannya. "
Tak jauh dari mereka.
Victor terdiam membeku mendengar semua ucapan Jelena yang jauh berbeda dari apa yang selama ini dia pikirkan tentang Jelena. Dia pikir Jelena pasti memiliki sikap yang sama dengan kedua orang tuanya, tapi ternyata Jelena bahkan sudah begitu menderita dan jauh berbeda dengan keburukan orang tuanya.
Bersambung.
__ADS_1