Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 28 : Masih Saja Datar


__ADS_3

Victor meminta Juno untuk mencari tahu kemana saja Jelena hari ini, dan Juno menghubunginya beberapa saat setelah dia mendapatkan informasi. Victor di beritahu bahwa Jelena pergi kerumah sakit untuk pemeriksaan kehamilan hari ini, jadi Victor meminta Juno mencari informasi tentang Dokter yang menangani Jelena untuk mencari tahu sendiri kondisi Jelena dan bayi yang ada di perutnya.


Victor menghubungi Dokter itu setelah mendapatkan kontaknya. Dari sanalah dia mendapatkan banyak informasi tentang kondisi Jelena dan juga bayi yang sedang di kandungnya. Victor banyak tahu sekarang, terbayar Jelena tidak mengalami kenaikan berat badan seperti seharunya, tekanan darahnya juga kurang stabil.


Entah harus bagaimana caranya memperhatikan Jelena mengingat hubungannya dengan Jelena juga tidak sedekat itu. Meskipun memang benar anak yang ada di perut Jelena adalah anaknya, dia tentu tidak bisa leluasa seperti padangan suami istri lainnya bukan? Dia tidak mencintai jelena adalah alasan pertama. Kedua, selama ini mereka hanyalah tuan murah dan juga pelayan rumah yang bahkan menatap Jelena saja hampir tidak pernah dia lakukan.


Victor menghela nafasnya.


Sebenarnya dia ingin cepat tidur karena besok ada jadwal fashion show dan juga dan acara game show yang harus dia hadiri. Tapi dia benar-benar sangat lelah dan pusing hari ini. Entah apa yang di bicarakan Jelena dan Katherine hingga berakhir dengan Jelena menampar Katherine, di tambah Victor melihat Jelena memungut photo bayinya yang di buang di lantai, dan pasti Katherine yang sudah melakukanya bukan?


Malam itu Victor benar-benar tidak bisa tidur dengan tenang. Sebentar-sebentar dia terbangun karena gelisah entah kenapa hal sepele bahkan mempengaruhinya seperti ini.


Di sisi lain.


Jelena juga tidak bisa tidur sekeras apapun dia mencobanya. Dia mulai tidak tenang memikirkan nasib anaknya jika terus berada di tempat yang sama sekali tak membuatnya menerima perlindungan. Rasanya dia ingin kabur saja keluar, tapi kabur kemana? Uang tidak punya, kenalan di luar sana juga tidak punya.


Sekarang harus bagiamana? Kalaupun bisa kabur sudah pasti Victor akan bisa menemukannya bukan? Dia tahu benar bagaimana keluarga Victor selama ini jadi dia juga tidak bisa sok pintar dan jagoan karena pada akhirnya dia juga akan tetap kembali ke dalam genggaman Victor juga keluarganya.


Padahal sebelumnya Jelena dengan suka rela bertahan di sana sampai anaknya lahir, tapi kalau keadaan terus seperti ini bukan berati tidak mungkin kalau anaknya bisa saja meninggal sebelum di lahirkan bukan?


Jelena memegangi dadanya yang berdegup kencang memikirkan hal itu. Tidak, itu tidak boleh terjadi! Anaknya adalah hidupnya, tidak boleh anaknya dalam bahaya apalagi sampai meninggal. Segera Jelena bangkit untuk mengeluarkan tas berukuran cukup besar agar bisa memasukkan beberapa bajunya di sana. Setelah itu dia keluar dari kamarnya, dan berjalan pelan, berhati-hati agar tidak ada satu pun yang akan mengetahuinya. Popi, Bibi dapur, tukang kebun, mereka memang begitu baik selama ini kepada Jelena. Tapi bagaimanapun mereka adalah pekerja, dan Victor adalah Tuannya. Tentu saja pada akhirnya mereka akan tetap mematuhi Victor dan memberitahu tentang keberadaan Jelena andai saja mereka tahu bukan?

__ADS_1


Jelena bisa sedikit bernafas lega, teranyar dia bisa melewati ruangan depan yang artinya dia juga sudah melewati kamarnya Victor. Hanya tinggal menuju pintu utama agar bisa keluar dari rumah itu, tapi sayangnya saat membuka pintu utama dia langsung berhadapan dengan Victor yang ternyata berada tepat di hadapannya.


Jelena membeku, matanya menatap Victor yang menatapnya dengan tatapan bertanya, juga kesan dingin yang masih terasa.


Victor menghela nafas, lalu tersenyum meremehkan apa yang dia lihat.


" Kau mau kabur? Sungguh kau ingin kabur begitu saja? "


Jelena tak menjawab, dia langsung menunduk karena tak begitu berani bertatapan lebih lama secara langsung dengan Victor.


" Apa kau sedang bercanda? Kau mau kabur kemana, kau seharusnya tahu kalau itu percuma bukan? Bahkan saat kau bersembunyi di gorong-gorong Afrika sana, aku masih bisa menemukan mu dengan mudah, apalagi kau pergi tanpa uang, kau juga tidak punya kenalan bukan? Kau bisa pergi kemana? Jangan pikir kau sehebat itu, kalau kau masih bersembunyi di negara ini, aku bahkan bisa menemukan mu dalam hitungan menit saja. "


" Kau bisa pergi tanpa penghalang, hanya saja tunggu sampai anak itu lahir dan penguji DNA menjelaskan anak siapa dia, setelah itu kau bisa pergi sejauh apapun yang kau inginkan. "


Jelena masih tak ingin bicara, dia mengangguk saja dan berbalik untuk kembali masuk ke dalam kamarnya.


Victor membuang nafasnya, dia menggeleng keheranan dengan apa yang akan di lakukan Jelena barusan. Untung saja dia yang sedang tidak bisa tidur tiba-tiba ingin berjalan keluar dan menghirup udara malam di halaman rumahnya. Tapi begitu ingin masuk kembali ke dalam rumah dia justru di kejutkan dengan melihat Jelena membuka pintu dengan mengendap dan terdiam membeku begitu melihat dia di hadapannya.


Begitu Jelena pergi, Victor juga langsung masuk ke dalam rumah, dan tidak lupa dia mengunci pintu lalu membawa kunci pintu utama dengannya. Yah, sebenarnya kalaupun Jelena bisa kabur dia tidak akan membutuhkan waktu lama untuk kembali menemukan Jelena. Tapi pekerjaan yang dia miliki sudah sangat banyak, akan lebih baik kalau tidak mencari kesibukan apapun lagi di luar pekerjaannya bukan?


Besok paginya.

__ADS_1


Jelena menyiapkan menu sarapan untuk Victor, juga untuk dirinya sendiri.


Sebentar Victor melihat ke arah Jelena yang sangat fokus dengan pekerjaan yang sedang dia lakukan. Victor juga terus melihat ke arah lain celemek yang di gunakan Jelena, padahal sudah pernah Victor peringati untuk tidak menggunakan itu saat akan sarapan, tapi sepertinya Jelena memang keras kepala dan sulit untuk mematuhi perintah. Entah dulu dia seperti itu atau tidak, Victor juga tidak pernah memperdulikan apalagi memperhatikan Jelena seperti yang dia lakukan saat ini tanpa dia sadari.


" Hai, kau! Cepat duduk dan makan sarapan mu! " Ucap Victor mengingatkan Jelena untuk meletakkan pekerjaannya yang terus saja mengelap piring tidak kunjung selesai.


" Iya. "


Jelena mengambil posisi dan duduk.


" Lepaskan kain aneh yang kau gunakan itu! "


Jelena mengangguk tanpa suara, lalu melepaskan kain celemek yang ia gunakan.


Sembari menikmati sarapannya, Victor meraih ponselnya dan melihat banyaknya pesan yang dikirimkan kepadanya dari Juno, juga dari manager aktris.


Victor mengeryit, dan kini dia terlihat sangat terkejut.


" Scandal dating, Victor dan Katherine? Siapa yang memuat berita seperti ini? " Gumam Victor terlihat kesal.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2