Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 84 : Berhenti Membuat Ulah!


__ADS_3

Ken mengeryitkan dahi, menahan perutnya yang sangat sakit hingga berkeringat dingin. Tentu saja Jelena jadi khawatir karena itu, bahkan Jelena juga jadi menyalahkan Victor yang membutuhkan minuman kepada Ken.


"Victor, berhentilah untuk kekanakan! Kau membuat Kak Ken sakit perut!" Seperti itulah yang Jelena ucapkan. Bukan tanpa alasan, Victor yang tadi sempat membuatkan minuman untuk Ken, dan tak lama Ken memegangi perutnya yang sakit. Merasa curiga, Jelena mecoba minuman yang di buatkan Victor untuk Ken, dan ternyata memang benar, rasanya asam sekali! Victor menggunakan tiga buah lemon tanpa gula dan tentu bisa bayangkan bagaimana rasanya. Karena Ken tidak ingin membuat keributan dan pada akhirnya nanti membuat dia dan Victor harus tinggal di luar, Ken memutuskan untuk tetap meminum minuman super asam itu, dan berakhir dengan sakit perut.


Beberapa saat kemudian.


Victor masuk membawakan teh hijau hangat untuk Ken. Bukan karena merasa bersalah, tapi dia terpaksa membuatkan teh hijau hangat itu karena Jelena yang marah padanya. Cih! Padahal seumur hidup dia bahkan tidak pernah membuatkan teh hijau hangat untuk dirinya sendiri, tapi malah jadi harus membuatkan untuk Ken gara-gara perut Ken yang lemah itu.


"Kau tidak mencampur minuman ini dengan racun tikus kan?" Tanya Ken kepada Victor membuat Victor menyapanya kesal. Sialan! Kalau tahu begitu lebih baik dia tuangkan saja banyak-banyak racun tikus di dalam gelas! Victor melihat wajah Jelena yang masih terlihat kesal, jadi dia tak mengatakan kalimat yang menggunakan intonasi tinggi.


"Tidak, tentu saja. Kalaupun ingin membunuhmu, aku lebih suka menggunakan tanganku secara langsung." Gumam Victor pada kalimat terakhir sembari menyerahkan teh hijau hangat itu kepada Ken. Tentu saja Ken mendengar apa yang di ucapkan Victor Meski tidak terlalu jelas.


Ken mengaku Victor dengan dingin, menenggak teh hijau itu lumayan banyak dan segera meletakkan di meja. Setelah itu dia menatap Victor dengan angin licik yang begitu menyebalkan bagi Victor.


"Kalau terjadi sesuatu padaku, kau pasti akan sangat menyesal sekali." Ujar Ken yang di tanggapi helaan nafas dari Victor.


Malam Harinya.


"Kau masih ingin tinggal? Aku dengar kau sudah akan kembali kan? Kenapa tidak jadi?" Tanya Ken kepada Victor setelah mereka selesai makan malam.


Victor menaikkan sisi bibirnya, menatap Ken dengan tatapan sebal.

__ADS_1


"Kenapa memangnya? Mira itu sayang sekali denganku, jadi dia tidak mengizinkanku pergi."


Pft...!


Ken menunjukkan dengan jelas kepada Victor bahwa dia benar-benar meremehkan apa yang di ucapkan Victor barusan. Padahal sejak Mira melihat Ken, Mira terus saja ingin berada di pelukan dan gendongan Ken, jadi sebelah mana yang tidak rela dari Mira?


Apa yang di lakukan Ken barusan benar-benar membuat Victor mendengus kesal. Tentu saja dia tahu maksud Ken pasti untuk menghinanya bukan? Sejak Ken datang, Mira lebih sering berada di gendongan Ken, bahkan saat Ken meninggalkan Mira sebentar untuk ke toilet saja Mira akan menangis kuat karena dia takut Ken akan meninggalkannya. Ah, benar-benar sial sekali bukan?!


Waktu untuk tidur tiba, dan kini Victor juga Ken dengan berada di satu ranjang karena kamar tamu memang belum sempat di bersihkan olehnya.


"Menyingkirkan, jangan terlalu dekat!" Kesal Victor seraya mendorong punggung Ken untuk tidak terlalu dekat dengannya, tapi karena tenaganya agak besar, jadilah Ken jatuh ke lantai.


"Ah......!" Pekik Ken cukup kuat membuat Victor menatap dengan tatapan mencemooh. Ayolah, sudah jelas kalau dia sedang pura-pura bukan? Entah apa tujuan Ken memekik seperti itu, tapi mana Sudi Victor membantunya untuk bangkit?


"Kak Ken kenapa?" Tanya Jelena yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar, dan begitu melihat Ken berada di lantai dengan posisi duduk, segera Jelena berjalan cepat untuk membantu Ken bangkit.


"Victor, apa lagi yang kau lakukan?! Biasanya kak Victor tidak akan pernah memekik sakit, kau pasti sudah keterlaluan!" Ucap Jelena menatap Victor dengan marah begitu dia selesai membantu Ken berdiri.


Victor ternganga heran menatap Ken. Jadi ini alasannya Ken sengaja tidak juga bangkit dari lantai sejak tadi? Victor benar-benar menatap Ken dengan tajam, sial! padahal yang seorang aktor adalah dia, tapi kenapa dia justru kalah mahir dalam berakting sekarang? Lihatlah, lihat wajah menyebalkan sekarang Ken yang diam-diam tersenyum licik! Dia sengaja berpura-pura hanya untuk mendapatkan simpati dari Jelena saja.


"Victor, kita harus bicara." Ucap Jelena membuat Victor semakin jelas menunjukkan kepada Ken bahwa dia benar-benar kesal sekali.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian.


Victor dan Jelena kini berada di halaman rumah, taman kecil yang sudah beberapa bulan ini di rawat dengan baik oleh Jelena.


"Sebenarnya kau ini kenapa, Victor? Apa kau tidak bisa berhenti berulah dan membiarkan Kak Ken tenang? Aku benar-benar harus istirahat karena besok aku akan di restauran untuk mengecek bahan makanan."


Victor tak menjawab, apakah Jelena akan mempercayai dirinya saat dia mengatakan bahwa Ken hanya berpura-pura saja? Kalau Soal minuman super asam itu tentu saja dia memang bersalah, dia pikir tubuh Ken yang tinggi, besar, tegap itu sehat, tapi siapa yang tahu kalau dia juga memiliki asam lambung? Tapi di mata Jelena Victor sudah sangat buruk tabiatnya, jadi jelas saja Jelena tidak akan mempercayai ucapannya bukan?


"Kembalilah saja dulu, Victor. Kau juga memiliki banyak pekerjaan jangan khawatirkan Mira, dia pasti akan baik-baik saja, toh ada kak Ken juga yang akan membantu menjaga Mira beberapa hari ini kan?"


Victor membuang nafasnya, tersenyum kelu sembari menatap Jelena.


"Itu yang aku takutkan, aku takut putriku bahkan lebih nyaman dengan Ken, dan menganggap Ken adalah Ayahnya. Aku takut putriku baik-baik saja tanpa ku, tapi dia akan menangis saat Ken akan pergi. Mungkin ini biasa saja untukmu, tapi untukku, melihat putriku lebih dekat dengan Ken adalah hal yang paling menyakitkan untukku."


Jelena terdiam, padahal tadinya dia ingin mengatakan kalau Victor terlalu kekanakan. Tapi mendengarkan alasan Victor, Jelena cukup sadar bahwa dia juga kurang mengerti perasaan Victor selama ini.


"Selama ini aku hanya diam saja, aku pikir tidak masalah asalkan mau dan Mira bahagia. Tapi, sifat egois di dalam diriku selalu muncul, membuatku tidak ingin mengerti keadaan lagi, tidak ingin mengalah lagi. Aku menginginkan mu, menginginkan Mira, menginginkan hidup bersama kalian semua dengan bahagia." Victor mengusap wajahnya dengan kasar.


"Maaf, aku terlalu banyak bicara, melantur ku terlalu jauh. Maaf......"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2