
" Kenapa kalian ada di sini?! Siapa yang mengizinkan kalian datang hah?! " Kesal Ayahnya Jelena begitu melihat kedua orang tua Victor sampai di sana bersama dengan dua pengawal mereka. Mungkin tujuannya membawa pengawal adalah untuk mencegah hal-hal tidak di inginkan terutama kekerasan fisik yang akan di lakukan keluarga Jelena kepada mereka nanti.
Sebagai seorang Ayah, dia benar-benar merasa begitu sedih, gagal melindungi putrinya, dan sekarang di tambah lagi kedatangan keluarga Horison yang jelas mengincar bayi di dalam perut Jelena. Tentu saja dia tidak akan membiarkan mereka merasa bayi itu, anak yang akan di lahirkan oleh Jelena, dia adalah cucu pertama untuk mereka. Jelena juga pasti akan sangat sedih jika nanti berpisah dengan anaknya bukan?
Ayahnya Victor menghela nafas, sungguh dia tidak ingin banyak bicara, tidak ingin meladeni pria yang tidak dia sukai. Begitu juga dengan Ibunya Victor, dia sama sekali tidak menunjukkan emosi apapun dan diam, tenang menunggu berharap cucunya baik-baik saja. Bukan hanya cucunya, dia juga berharap Jelena baik-baik saja karena hanya dengan Jelena baik maka cucunya juga akan baik-baik saja bukan?
Tak lama dari itu Ken datang dengan tergesa-gesa. Dia terdiam membeku untuk beberapa saat melihat kedua orang tua Victor yang juga datang dengan membawa kedua pengawal. Melihat wajah mereka yang begitu tenang, di tambah dua pengawal itu Ken benar-benar tidak tahan lagi.
" Tuan dan Nyonya, jika anda berdua merasa tidak aman berada di sini hingga sangat membutuhkan pengawalan, bagaimana jika anda berdua tunggu saja di rumah, duduk dengan tenang? Anda berdua, juga pengawal anda ini sungguh membuat tempat menjadi lebih sempit. " Ucap Ken dengan tatapan dingin. Sungguh dia kesal sekali melihat kedua orang yang membuat Jelena tertahan dan hidup sedih dengan tanggungan kehamilan.
" Jika benar kau sadar ini berada di rumah sakit, maka atur lah mulut kalian yang sejak tadi terus mengoceh tidak jelas. Tidak penting seberapa banyak orang di sini, asalkan mulut kalian tidak bersuara, membiarkan orang yang sakit mendapatkan ketenangan, itu jelas adalah yang harus kita lakukan bukan? " Ucap Ibunya Victor yang membuat Ken semakin kesal. Ken melangkahkan kakinya, padahal dia hanya ingin bicara lebih dekat, tapi lengan Ken di tahan oleh Ibu Terra karena dia mengira Ken akan melakukan kesalahan tangannya.
" Tenangkan diri mu, Ken. Jika Jelena mendengar suara ribut, dia pasti akan sangat sedih dan menyalahkan diri sendiri. Fokus saja untuk kesehatan Jelena, mari kita berdoa saja sembari menunggu Dokter selesai menangani Jelena. " Ujar Ibu Terra yang langsung di angguki oleh Ken.
Beberapa saat kemudian.
__ADS_1
" Pasien mendapatkan cedera yang cukup serius, tulang belakangnya mengalami pergeseran, bayi di dalam perutnya juga mengalami syok yang cukup hebat sehingga Pasien terus mengalami kontraksi. Kita tunggu beberapa saat ini, kalau benar kondisinya membaik setelah pemberian obat dan juga penanganan khusus ini berhasil, bayinya akan di lahirkan seusai dengan jadwal yang sudah di tetapkan sebelumnya. Tapi jika sampai empat jam kedepan keadaannya tidak juga membaik, maka kami harus mengambil langkah cepat. "
Orang tua Jelena saling menatap sedih, dia tentu saja tidak ingin putri dan cucunya dalam bahaya. Tapi apapun keputusan Dokter nanti, asalkan Jelena dan bayinya selamat, apapun pasti akan mereka lakukan.
Beberapa saat kemudian.
Victor berlari cepat menuju ruangan di mana Jelena mendapatkan perawatan, dan begitu sampai di sana dia hanya bisa diam tak banyak bicara karena kedua orang tuanya berada di tempat yang sama, jarak yang begitu dekat dengan kedua orang tua Jelena.
" Untuk apa kau datang kesini? " Tanya Ayahnya Jelena dengan tatapan dingin dan marah.
" Pergilah, aku tidak ingin memukul orang karena putriku pasti tidak akan menyukainya. Melihatmu aku terus saja merasa kesal, jadi pergilah dari sini. " Ucap Ayahnya Jelena.
Tentu saja Victor tidak ingin melakukan apa yang di katakan Ayahnya Jelena. Apapun yang terjadi, mau di maki sebanyak apapun dia akan tetap berada di sana, menunggu apakah Jelena baik-baik saja seperti harapannya atau tidak. Kalaupun nanti di seret keluar, dia masih akan tetap datang lagi ke sana.
Setelah beberapa saat, Jelena di pindahkan ke ruang perawatan, dan semua orang masih di sana untuk menunggu dengan sabar.
__ADS_1
Kedua orangtuanya Victor yang memilih untuk duduk menunggu saja, dia sudah berbicara dengan dokter kenalannya, dan dia akan mendengarkan pendapat Dokter itu.
Kedua orang tua Jelena sudah mondar mandir ke dalam untuk menemani Jelena, bahkan Ken juga di izinkan masuk untuk menemani Jelena di dalam. Tapi tidak ada satu kali pun kesempatan untuk Victor masuk ke dalam dan melihat secara langsung bagaimana keadaan Jelena.
Sudah bertahan dua jam, Jelena juga sudah mencoba sekuat mungkin menahan rasa sakit yang semakin luar biasa. Detak jantungnya menjadi lebih cepat, keringat dingin semakin banyak membasahi tubuh, kaki yang seperti mati rasa dan dingin, seluruh tubuh yang gemetar hebat, bahkan Jelena juga mengalami kejang belum lama ini.
Dokter kembali di minta untuk memeriksa Jelena, dan lagi-lagi membuat mereka semua harus menunggu lagi. Begitu Dokter keluar dari sana, mengatakan dengan raut sedih bahwa Jelena harus segera menjalani persalinan karena benturan yang cukup kuat itu memicu kontraksi, dan obat-obatan yang di berikan untuk mencegah kelautan prematur tidak berpengaruh sama sekali.
Hanya Ibu Terra seorang saja sekarang ini menemani Jelena, Ibunya Victor, bahkan Victor sendiri masih hanya bisa dia menerima, menunggu dengan debaran jantung yang begitu kencang.
Victor, pria itu benar-benar tidak tahu haus bagaimana dalam situasi ini. Dia ingin menemani Jelena, tapi dia juga sadar benar bahwa kehadirannya hanya akan membuat semua orang merasa terganggu, terutama Jelena sendiri. Tetap diam di sana, dia juga gelisah sekali, sampai kedua lututnya seperti tak ada rasa dan gemetar. Dia mendengar suara Jelena menjerit, menangis, mengatakan jika sakit, sakit sekali membuat Victor menyesali benar apa yang telah dia lakukan terhadap Jelena.
" Kalau terjadi sesuatu pada putriku atau anaknya, kalian benar-benar akan menjadi targetku, lihat saja! " Ucap Ayahnya Jelena kepada kedua orang tua Victor dan juga Victor sendiri.
Bersambung.
__ADS_1