Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 14 : Setumpuk Uang


__ADS_3

" Pertama, kau hanya akan bertahan di rumah ini sampai kau melahirkan dan terbukti anak siapa yang ada di dalam perut mu. Kedua, kau tidak boleh memberitahu siapapun mengenai pernikahan sialan ini. Ketiga, kau tidak di izinkan menuntut materi terkecuali kebutuhan kehamilan. Ke empat, kau tidak di izinkan mencampuri urusan ku, juga keluargaku. Ke lima, kau tidak di izinkan bertindak berlebihan dan harus tetap berada di tempat semula tanpa menunjukan perlawanan. Ke enam, apalagi anak itu terbukti bukan anak kandung ku, maka kau dan seluruh keluarga mu harus mengembalikan semua uang yang sudah kami berikan, kerugian secara finansial, dan menerima hukuman atas kasus penipuan. " Ucap Victor memperingati Jelena.


Tadi saya dia pulang ke rumah, dia harus menghadapi kemarahan Katherine uang begitu menjadi karena dia mengetahui bahwa dia dan Jelena terikat dengan hubungan pernikahan. Rasanya Victor memang kesal sekali, ingin mengusir Jelena dari rumah itu tapi dia benar-benar tidak berani mencari gara-gara dengan orang tuanya yang jelas pasti pasti tidak akan pernah menyetujui hal itu. Victor sudah mengatakan kepada kedua orang tuanya kalau dia tidak memiliki pemikiran untuk menikah, dia tidak ingin terikat oleh ikatan suami istri meski dalam mencintai Katherine bisa di bilang bersungguh-sungguh. Jika menikah saja tidak dia pikirkan sama sekali, bagaimana mungkin dengan memiliki anak? Maka dari itu orang tua Victor tidak bisa melepaskan Jelena begitu saja kalau benar anak itu adalah anaknya Victor. Dengan adanya anak itu, mereka sudah tidak terlalu pusing memikirkan keturunan mereka, ahli waris yang sedarah dengan mereka adalah yang paling mereka inginkan.


Mendengar Victor mengungkit isi perjanjian yang sudah di sepakati antar keluarga, Jelena tak bisa banyak bicara karena dia benar-benar tidak memahami dan tidak bisa memenuhinya dengan baik karena sejak awal dia seperti tak di berikan pilihan lain selain mengikuti apa yang Victor dan keluarganya inginkan.


" Aku bisa memaklumi kebodohan mu yang lain, tapi dengan kau membocorkan tentang pernikahan sial ini, aku benar-benar tidak akan bisa menerimanya. Katherine sudah mengatahui semua ini apa kau sudah cukup puas? " Tanya Victor dan tentunya tatapan matanya yang dingin begitu menempel di wajahnya.


" Itu bukan saya, Ayah dan Ibu datang, tidak tahu bagaimana bisa dia memberitahu Nona Katherine. " Jawab Jelena menunduk tak berani melihat mata Victor yang begitu menakutkan kalau di lihat secara langsung seperti sekarang.


Victor tersenyum dengan tatapan tak percaya. Tidak tahu bagiamana bisa memberitahu Katherine? Selama ini yang Victor tahu adalah, orang tua Jelena adalah lintah, parasit yang begitu tidak tahu malu menggerogoti orang lain untuk kebutuhan mereka. Jelena adalah anak mereka, walaupun Jelena juga tidak terlibat terang-terangan, bukan berarti Jelena tidak memiliki kemiripan dengan mereka bukan?


Jelena menghela nafasnya pelan, sebenarnya banyak sekali uneg-uneg yang begitu memenuhi pikirannya, dia juga ingin seperti orang lain lain yang bisa dengan lantangnya mengungkapkan bagiamana suasana hatinya. Ingin marah tinggal marah, ingin memaki tinggal memaki, seperti itulah juga yang di inginkan Jelena. Tapi, mengingat status dirinya dan juga siapa Victor mana mungkin dia bisa melakukan itu? Kalau saja sedikit-sedikit marah dan tidak tahu diri tentu sana tidak mungkin dia bisa bertahan selama beberapa tahun bekerja di rumah keluarganya Victor?

__ADS_1


Setelah pembicaraan itu, Jelena di tuntut untuk mematuhi perintah dari Victor, dan dia juga tidak di izinkan keluar saat perutnya membuncit nanti. Tentu saja karena Victor tidak ingin itu menjadi pusat perhatian dan banyaknya orang yang bertanya siapa Ayah bayinya, dan mulai menebak serta mencari tahu, yang pada akhirnya akan membuat Victor menjadi tidak nyaman nantinya.


Jelena kini mulai memantapkan hatinya untuk tidak lagi memperdulikan ucapan orang lain yang menyakitkan, dia hanya perlu fokus untuk bayinya, menjaga agar bayinya sehat, dan kuncinya adalah pikiran yang tenang. Entah Victor akan melakukan apa, begitu juga dengan Katherine, Jelena akan mencoba sebaik mungkin untuk tidak terpengaruh.


Besok paginya.


Katherine datang menghampiri Jelena yang tengah sibuk mengelap piring dan menyodorkan setumpuk uang kepada Jelena. Tentu saja Jelena sempat bingung, tapi mengingat apa yang terjadi semalam, dan apa yang mereka bicarakan, Jelena tentu bisa menebak apa maksud Katherine dengan uangnya itu.


Jelena menghela nafasnya, dia mencoba mengacuhkan Katherine dan melanjutkan kegiatannya.


" Nona Katherine, apa yang Nona Katherine lakukan ini pasti akan membuat Tuan Victor tidak senang nantinya, di tambah aku tidak boleh pergi dari rumah ini setelah aku melahirkan nanti. "


Katherine membuang nafasnya, kembali menatap Jelena dengan tatapan serius.

__ADS_1


" Victor sudah menceritakan segalanya padaku, dia merasa yakin kalau anak itu buka anaknya. Sebagai perempuan jujur saja aku merasa malu, dan juga kasihani padamu yang mencoba menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan keuntungan untuk mu dan juga orang tuamu. Jadi ambillah uang itu, dan pastikan kau sudah tidak ada di rumah saat kami kembali nanti malam. "


Jelena memejamkan matanya sebentar, lalu menatap Katherine saat dia akan bicara.


" Nona Katherine, tolong jangan membuat diri anda sendiri membuat orang tua Tuan Victor tidak senang. Masalah siapa Ayah bagi ini, aku adalah orang yang paling tahu siapa Ayahnya. Tunggu saja satunya aku melahirkan, dan setelah tes kecocokan darah selesai, anda dan Tuan Victor kan bisa melanjutkan hidup bahagia kalian berdua. " Ucap Jelena dengan nada bicara yang begitu sopan, tatapan matanya benar tidak terlihat berbohong maka dari itu Katherine jadi semakin khawatir. Dia benar-benar tidak bisa menerima jika anak itu adalah anak kandung Victor yang artinya dia bisa jadi tidak akan memiliki banyak arti, tidak akan dijadikan yang nomor satu untuk suaminya?


Katherine tak lagi bicara, tapi otaknya benar-benar sedang banyak berpikir bagaimana caranya melenyapkan janin yang ada di perut Jelena, agar bisa hidup dengan tenang tanpa adanya pengganggu apapun juga.


" Hentikan, Sayang. Apa yang kau lakukan ini benar-benar bisa membuat Ayah dan Ibu ku semakin tidak merestui hubungan kita. " Ujar Victor yang entah sejak kapan berada tak jauh dari mereka mendengar mereka berdua berbicara.


Katherine menatap Jelena dengan tatapan marah. Dia merasa marah karena Victor justru membela Jelena bukannya dirinya.


Aku jadi semakin ingin menyingkirkan manusia menyebalkan ini!

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2