Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 44 : Kekhawatiran Berujung Marah


__ADS_3

Begitu Victor sampai di rumah, dia benar-benar di buat kesal dan bingung karena hampir semua pelayan tidak ada waktu untuk menyiapkan makanan yang sesuai seleranya. Biasanya Bibi dapur, atau Jelena, tapi Bibi dapur yang sedang sakit mana mungkin Victor memaksanya untuk memasak? Jelena, kemana pula wanita itu? Karena Jelena sedang pergi jadilah Popi yang menyiapkan makanan untuknya, dan seperti yang Victor duga, masakan Popi sama sekali tidak sesuai dengan seleranya.


Sudah hampir malam, tapi Jelena belum juga kembali ke rumah. Victor sudah meminta Popi untuk mengubungi, dan Popi bilang tidak juga mendapatkan jawaban dari Jelena. Victor menjadi sangat khawatir, dia takut terjadi sesuatu mengingat orang tua Jelena adalah orang tua yang tidak ada otak. Tapi setelah beberapa kali dia mencoba menghubungi Jelena secara langsung, akhirnya panggilan suara itu berlangsung, dan sayangnya bukan Jelena yang bicara.


" Siapa kau?, dimana Jelena? " Ganga Victor menahan dirinya yang sudah mulai kesal. Kenapa? Itu karena suara pria yang menerima panggilan suara dari ponsel Jelena.


Jelena sedang di rawat di ruangan sakit karena pingsan siang tadi, mungkin besok pagi aku akan membawanya untuk keluar rumah sakit, tapi tidak bisa janji juga.


Victor membulatkan matanya. Pingsan?


" Di rumah sakit apa, dan katakan bagaimana bisa Jelena bersama denganmu?! "


Bagaimana ya? Sayang sekali aku tidak ingin menjelaskan apapun. Ah, aku akan memberitahu bahwa Jelena ada di rumah sakit X tidak jauh dari rumahmu.


Setelah mendapatkan informasi itu, Victor dengan segera bangkit, berjalan cepat untuk menuju rumah sakit.


Beberapa saat kemudian.

__ADS_1


Setelah mengetahui di kamar rawat nomor berapa Jelena berada, segera Victor berjalan cepat untuk menuju kesana. Tapi begitu sampai di pintu di mana ada celah yang terlapisi dengan kaca, celah yang membuat Victor bisa melihat apa yang sedang di lakukan Jelena dan seorang pria membuat Victor terdiam membeku tak lagi membuka pintu meski tangannya sudah menyentuh handle.


Di dalam ruangan.


Jelena benar-benar sangat terkejut saat Ken tiba-tiba saja bangkit, memegang wajahnya, meletakan Ibu jarinya di bibir Jelena, dan meletakkan bibirnya di sana. Andai saja tidak terhalang oleh Ibu jarinya Ken, saat ini mereka pasti benar-benar berciuman bukan?


" Dia melihat kita, jadi biarkan dia melihat lebih banyak sampai dia muak. Biarkan dia berpikir bahwa anak ini adalah anak ku, dengan begitu di akan mendorongmu keluar dari perjanjian tidak masuk akal itu, dan aku akan memastikan surat perjanjian itu lenyap. " Bisik Ken menjauhkan sebentar bibirnya, lalu setelah itu dia kembali meletakan bibirnya pada Ibu jarinya yang masih menempel di bibir Jelena.


Victor benar-benar tidak bisa menutupi bahwa dia kesal sekali, dia menegaskan rahangnya, mengepalkan tangannya, tapi sial dia sama sekali tidak bisa mencegah hal itu. Sebentar Victor coba untuk tenang, berpikir dengan baik karena dia tidak ingin melakukan sesuatu, bertindak tidak sesuai yang dia inginkan nanti.


Setelah dia mencoba untuk tenang, tapi Jelena dan pria itu masih tidak juga berhenti berciuman membuat Victor benar-benar sudah tidak tahan lagi.


" Wah, aku benar-benar tidak menyangka akan melihat ini, aku benar-benar melihat bagiamana kau menunjukkan wajah aslimu setelah sekian lama kau hanya memperlihatkan wajah polos yang membuatku hampir saja tertipu. " Ucap Victor menatap Jelena dengan tatapan kesal.


Jelena tak mengatakan apapun, meskipun Victor membencinya, atau pun tidak kenyataan tentang hubungan mereka benar-benar tidak bisa di sangkal bukan? Apa yang di katakan Ken sepertinya memang ada benarnya, dengan membiarkan Victor berpikir keras bahwa anak yang ada di perutnya bukanlah anak Victor, secara otomatis Victor sendirilah yang akan mengusirnya pergi bukan?


" Terimakasih karena sudah menjaga wanitaku beberapa waktu terakhir ini, Tuan. Aku juga lega sekali karena ternyata wanita ku dan juga calon anak kami sehat berkat pengorbanan anda. " Ucap Ken, lalu tersenyum seolah apa yang dia katakan tadi sama sekali tak memiliki efek apapun untuk Victor.

__ADS_1


Kenyataannya, Victor benar-benar menjadi sangat marah. Rasanya dia ingin mencekik Jelena hingga kehabisan nafas Seandainya benar apa yang di katakan pria di hadapannya itu. Tapi, saat dia mengingat kembali, selama ini Jelena sama sekali tak pernah keluar rumah tanpa izin, dia hanya akan keluar saat ada yang harus di kerjakan, itu juga akan pergi bersama sopir, atau pelayan lainnya bukan? Kalau memang mereka memiliki hubungan, sejak kapan mereka menjalin hubungan, dan bagaimana bisa Jelena mengandung anak pria itu sedangkan hampir dua puluh empat jam Jelena berada terus di dalam rumah milik orang tuanya.


Victor tersenyum dengan tatapan menghina, dia juga memperlihatkan dengan jelas bahwa dia terlihat kesal sekali.


" Jangan buru-buru mengatakan jika dia adalah wanita mu, dia juga pernah tidur denganku jadi siapa yang akan menjamin seratus persen jika anak yang di perut Jelena adalah anak mu? "


Ken terdiam sebentar, dia tak menunjukkan bahwa dia tertekan atau merasa takut. Sebaliknya, Ken juga tersenyum gak berapa lama sembari menatap Victor dengan berani.


" Karena aku percaya benar dengan apa yang aku katakan. Kami sudah susah payah mencuri waktu untuk bertemu sebelum dia hamil, jadi untuk apa aku meragukan apa yang sudah pasti? "


Victor terdiam menatap mata Ken yang terlihat sama sekali tidak merasa takut, juga begitu percaya diri. Victor yang seorang aktor saja cukup dengan akting Ken barusan, tapi sayangnya dia juga tidak akan percaya begitu saja sebelum bayi itu lahir dan tes DNA di laksanakan.


" Saat itu, aku tahu aku mabuk, tapi aku juga masih ingat walaupun samar bahwa, aku adalah pria pertama yang menyentuh Jelena. " Victir tersenyum tipis dengan tatapan menekan, wajah yang terlihat begitu percaya diri, penekanan suara dan cara bicara yang tegas, membuat Jelena semakin terdiam tak tahu harus bagaimana dia akan membuat Ken unggul dalam perdebatan ini.


Victor menatap Jelena saat Ken memilih untuk tidak merespon apa yang di katakan Victor barusan. Ini sudah melewati batasan, dan kali ini Ken harus diam untuk membiarkan Victor merasa menang karena bagaimanapun Victor pasti tidak ingin harga dirinya terluka saat mengetahui dia menikahi wanita yang bukan hanya seorang pelayan, tapi juga mengandung anak pria lain, dan yang lebih tidak dia sukai adalah, dia tidak suka menerima kenyataan bahwa dia telah di bodohi.


" Walaupun aku tidak menginginkan mu, bukan berarti bisa sembarangan orang memungut mu dari ku. " Ucap Victor kepada Jelena dengan tatapan mengancam.

__ADS_1


Ken tersenyum tipis.


Bersambung.


__ADS_2