
Katherine menjauhkan ponselnya dengan perasaan kesal, padahal dia sudah merencanakan akan hal ini agar dia bisa membuat Victor lebih fokus padanya. Sial! Padahal dia berharap Victor akan lebih melindunginya karena penggemar Victor memang terkenal sangat agresif, juga fanatik.
Sekarang dia justru di minta mengakui bahwa hubungannya dengan Victor hanyalah rumor yang tidak benar saja. Kenapa? Bukankah selama ini Victor juga mengakui kalau dia memang menjalin hubungan meski tak mempublikasikan nama pasangannya? Memang untuk keamanan Katherine sendiri, tapi tetap saja rasanya kesal bukan?
Mereka bertemu satu sama lain dalam keadaan single, tak memiliki pasangan. Mereka menjalin hubungan setelah kenal cukup lama, memiliki komitmen untuk bersama meski pernikahan juga bukan hal yang mereka bicarakan. Sekarang ada Jelena, meskipun memang benar dia masih ingin mengelak, tapi perasaan takut juga tidak bisa Katherine abaikan. Dia takut Victor akan lebih memilih Jelena karena Jelena selalu ada di rumah dan akan memiliki lebih banyak kesempatan juga waktu untuk mereka bersama. Belum lagi sekarang Jelena akan memliki anak dari Victor, semuanya yang dari awal tidak mungkin ternyata akan menjadi sangat mungkin bukan?
Jelena, dia pasti tidak masalah jika hubungannya tidak di publikasikan bukan? Jelena pasti akan diam dengan patuh menjalin hubungan secara diam-diam asalkan Victor masih menginginkannya bukan? Keuntungan itu juga akan saat terasa untuk Victor. Kalau hubungannya dengan Jelena tidak terendus media, maka Victor bisa mempertahankan status lajang kepada penggemarnya, tapi masih bisa berumah tangga, bahkan memiliki anak juga.
" Tidak! Aku tidak akan diam, dan menerima ini semua, Victor. Selama ini kita sudah susah payah mempertahankan hubungan kita, tapi kau meminta aku mengakui bahwa hubungan juga adalah rumor, atau hubungan kita sudah berakhir cukup lama? Cara mu ini tidak bisa aku terima, Victor. " Gumam Katherine lalu bangkit dari duduknya menuju jendela kamarnya yang kini telah terbuka lebar karena Katherine ingin udara luar masuk ke kamarnya yang terasa sesak.
Yah, memang siapa yang akan dengan mudahnya melepaskan Victor? Setiap wanita yang menjalin hubungan dengan Victor tentu saja mengharapkan agar mereka bisa hidup bersama selamanya. Victor memiliki rupa yang mendukung, karir yang begitu hebat, lahir dari orang tua Pembisnis hebat. Bisa di bilang Victor mendekati sempurna, tak memiliki celah untuk tidak bisa menaik perhatian dah minat dari para gadis.
" Sekarang aku memang harus fokus untuk menyingkirkan anak itu, sekalian juga dengan Jelena. "
Katherine kembali untuk mengambil ponselnya, menghubungi asistennya agar mencari tahu tentang orang tua Jelena yang terkenal dengan lintah penghisap, atau gila harta.
Setelah mendapatkan nomor telepon mereka, Katherine memutuskan untuk menghubungi mereka, membujuk mereka dengan uang. Tentu saja mereka yang gila uang langsung menyetujuinya apalagi uang yang Katherine tawarkan cukup besar. Katherine meminta mereka untuk membawa Jelena pergi, menjauh dari Victor sejauh mungkin sampai Katherine bisa merasa tenang dan tidak merasa terancam lagi.
__ADS_1
Esok harinya, tepatnya saat malam sebelum Victor pulang ke rumah orang tua Jelena datang. Dia mengatakan kepada penjaga gerbang bahwa dia hanya ingin menemui Jelena untuk berpamitan karena mereka ingin pergi ke luar kota untuk pergi mencari pekerjaan.
Awalnya Jelena masih tidak ingin percaya, tapi karena tujuannya ingin berpamitan, Jelena jadi merasa tidak tega dan memutuskan untuk menemui sebentar saja.
" Jelena, akhirnya kau mau menemui kami, kami senang sekali! "
Ucap kedua orang tua Jelena yang justru membuat Jelena merasa aneh dan curiga. Kenapa dengan mereka? Sebelumnya mereka hanya akan memperlihatkan wajah kusut, merenggut dan menatap tajam dan memaksa untuk mendapatkan uang. Senang bertemu dengannya? Jelas-jelas ini bukan seperti orang tuanya bukan?
" Jelena, bagiamana kalau kita makan di luar dulu bersama sebelum kami pergi untuk bekerja? " Ajak Ibunya Jelena yang justru membuat Jelena semakin ingin menjauh dan menghindari kedua orang tuanya.
Usaha Jelena untuk menjauh rupanya tidak mudah karena kedua orang tuanya menahan lengan kanan dan kiri Jelena, menariknya dengan terus bicara manis membuat penjaga rumah kebingungan apakah dia harus mencegah atau membiarkan saja?
Jelena masih terus menolak, tapi orang tuanya semakin kuat menahan lengan Jelena. Mereka berencana membawa Jelena pergi menjauh dengan terus bicara seolah mereka sedang asik mengobrol dan penjaga rumah tidak mencegah mereka. Nanti kalau sudah cukup jauh dan satpam rumah tidak memperhatikan mereka lagi, barulah orang tua Jelena akan membekap Jelena, dan mengirimnya jauh saat Jelena sudah pingsan nanti. Tapi sayangnya niat itu tak bisa mereka lanjutkan ketika lampu mobil yang begitu terang menyorot mereka, dan membuat mereka menutup wajah mereka karena silau yang tak tertahankan.
" Wah, kalian menerima berapa banyak uang sampai ingin menculik Istriku? "
Suara itu, suara berat dan dingin, kesan angkuh, tubuhnya yang begitu tinggi dan tegap tentu saja semua orang bisa menebaknya jika dia adalah Victor. Begitu lampu mobil di matikan, kedua orang tua Jelena terdiam tak berani menatap kedua bola mata Victor yang pasti sangat tajam. Terlebih mereka juga sudah mendapatkan banyak uang dari Victor, jauh lebih banyak dari yang di berikan Katherine padanya. Victor pernah mengancam mereka untuk tidak mengganggu Jelena lagi, jadi mereka benar-benar tidak ada muka untuk bisa menatap Victor.
__ADS_1
Berbeda dengan kedua orang tua Jelena yang terkejut hingga tak berani menatap Victor, Jelena justru benar-benar tidak tahan mendengar kata istri dari mulut Victor. Tentu saja Victor sedang menghina di balik nama istriku bukan? Tidak tahu apakah benar dugaannya atau tidak, tapi yang jelas Jelena sama sekali tidak bisa berpikir positif terhadap Victor sekarang.
" Menenteng kedua lengan Jelena, menariknya menjauh dari gerbang, bahkan tikus gila saja bisa menebak apa yang ingin kalian lakukan. "
Kedua orang tua Jelena kompak menurunkan tangannya, menjauhkan dari lengan Jelena.
Victor membuang nafanya, sebentar menatap tas yang di gunakan oleh Ibunya Jelena. Dia melangkah maju, lalu merebut paksa tas itu, dan membukanya.
Kedua orang tua Jelena benar-benar tida berani mencegah akan itu karena dia tahu Victor bukan pria yang bodoh, bahkan bisa mengetahui hanya dengan tindakan mereka yang coba mengelak nanti.
Victor tersenyum sinis saat mendapatkan satu sapu tangan dan dari aromanya jelas kalau ada obat bius yang sudah di serapkan di sana.
" Wah, tindakan mu ini termasuk tindakan ilegal, dan mencelakai orang lain. Haruskah aku panggil pihak berwajib untuk memeriksa dugaanku? "
Kedua orang tua Jelena saling menatap dengan perasaan takut.
Bersambung.
__ADS_1