Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 40 : Muak Dan Mual


__ADS_3

Besok harinya, Ken kembali datang ke rumah Victor dan diam di sana untuk mencari waktu kapan Jelena memiliki kesempatan untuk keluar dari rumah.


Di dalam rumah.


Victor memakan sarapannya dengan cepat meski dia sedang malas memakan makanan itu. Tentu saja alasannya adalah karena apa yang dia lihat kemarin sore membuat konsentrasi Victor tidak baik, bahkan Victor harus beberapa kali di tegur sutradara karena aktingnya yang kurang bagus, tidak seperti biasanya.


Dia benar-benar terus memikirkan, bagaimana jika memang benar bayi itu sebenarnya bukanlah miliknya? Bagaimana jika bayi itu adalah milik pria yang waktu itu? ( Ken ) Padahal Victor sudah berusaha menerima bayi yang ada di dalam kandungan Jelena, tapi kalau benar bayi itu bukan bayinya, Victor pasti tidak akan menahan diri untuk melampiaskan amarahnya sampai dia merasa puas.


" Tuan, apa anda ingin tambah jus? " Tanya Popi membuat Victor berhenti untuk melamun.


" Tidak usah. "


Victor menghela nafas, menjauhkan piringnya dan bangkit dengan segera. Pagi ini benar-benar aneh sekali karena Jelena sama sekali tidak datang ke dapur entah apa yang sedang dia lakukan. Victor jadi membatin fan menuduh kalau Jelena pasti merasa takut sehingga dia menghindari untuk tidak bertemu langsung dengan dirinya. Tapi begitu Victor tidak sengaja melihat Jelena di ruang tengah sedang membersihkan kaca meja di sana Victor mulai berpikir hingga tanpa sadar dia mulai termangu menatap Jelena yang masih asik bekerja.


Jelena yang bangkit karena apa yang sedang dia kerjakan tadi sekarang sudah selesai, tak sengaja melihat Victor berada di sana, berdiri tanpa kata, dan kedua bola matanya jelas kalau sedang memperhatikan dirinya tapi tidak tahu apa yang sedang di pikirkan dengan menatapnya seperti itu. Tentu saja bagi Jelena semua yang di pikirkan oleh Victor, yang di lakukan oleh Victor tujuannya adalah tidak baik sehingga Jelena sama sekali tidak ingin merespon Victor.


Kembali mengerjakan apa yang harusnya dia kerjakan, membersihkan ini dan itu tanpa keinginan sedikitpun ingin melihat ke arah Victor.

__ADS_1


" Berhentilah untuk berpura-pura, kau sudah melihatku di sini sejak tadi bukan? " Tanya Victor yang tentu saja dapat melihat dengan benar bagaimana Jelena mencoba untuk mengacuhkan dirinya dengan segala kepura-puraannya.


Jelena terdiam sebentar, sebenarnya apa yang terjadi dengan Victor? Kenapa dia harus melihat keberadaan Victor padahal selama ini juga Jelena tidak di perbolehkan untuk banyak bicara dengan Tuan rumahnya, dia juga tidak pernah di izinkan untuk melihat Tuan rumahnya dengan waktu yang lama.


" Apa ada yang harus aku lakukan, Tuan Victor? " Tanya Jelena, sebisa mungkin dia mencoba untuk tetap menempatkan diri dengan baik, dan tidak boleh lupa kalau tempatnya adalah sebagai seorang pelayan saja. Status sebagai istrinya Victor tidak akan bertahan lama, jadi begitu saja sudah sangat cukup untuk Jelena.


Victor menatap Jelena dengan dingin. Bukan hanya Jelena saja yang bingung dengan sikap Victor, tapi Victor juga merasa bingung dan heran dengan sikap Jelena yang sekarang lebih dingin, dan berani.


" Siapa pria yang kemarin itu? "


Jelena terdiam sebentar sembari berpikir, pria yang kemarin? Siapa yang di maksud oleh Victor? Sebentar Jelena mencoba mengingat, dan sepertinya dia tahu siapa yang di maksud oleh Victor.


Victor membuang nafanya, tersenyum dengan maksud meremehkan ucapan Jelena barusan. Tidak tahu katanya? Bahkan tatapan mata pria itu seperti tatapan mata yang penuh kerinduan, belum lagi saat dia mengatakan kalimat yang seolah dia begitu menginginkan Jelena, bagaimana mungkin ada pria seperti itu yang tidak Jelena kenal?


Entah sebenarnya apa yang terjadi, juga tidak tahu apakah dugaannya sekarang benar atau tidak. Pria yang kemarin itu ( Ken ) Dia terlihat tampan, tubuhnya juga bagus, pakaian yang dia gunakan jelas menggunakan bahan dasar yang sangat bagus. Sepertinya pria itu cukup uang, tapi kenapa Jelena justru berpura-pura tidak mengenalnya? Apakah pria itu kurang kaya sehingga Jelena memilih untuk mengakui Victor sebagai Ayah bayinya agar dapat mencari uang dengan lebih mudah?


Victor menggelengkan kepalanya, tentu saja bukan!

__ADS_1


Victor ingat benar bagiamana pembicaraan antara Jelena dan juga orang tuanya. Semua uang yang di hasilkan Jelena, uang pemberian dari keluarganya saat akan menikahi Jelena di ambil alih oleh kedua orang tua Jelena, sembilan puluh persen gajinya Jelena, jadi mana mungkin Jelena memiliki niatan seperti itu? Ah! Rasanya Victor benar-benar pusing memikirkannya.


" Kalau kau tidak mengenalnya, lebih baik jaga jarak dengan dia, bagaimanapun kalau sampai kedua orang tuaku melihat ini, mereka pasti akan berasumsi bahwa kau sudah membohongi kami, dan anak itu pasti bukan anak ku. "


Jelena membuang nafanya pelan, lalu mengangguk paham.


" Jangan asal mengangguk saja kalau kau tidak bisa mematuhinya. Kalau benar anak itu adalah anak ku, maka yang harus kau lakukan adalah menjaganya dengan baik. Aku mengatakan ini bukan karena perduli dengan mu, tapi aku hanya perduli dengan anak itu saja. Kalau anak itu sudah lahir, aku juga tidak akan repot memperhatikan mu seperti ini. "


Jelena tak menjawab ucapan itu, dia juga tidak menunjukan ekspresi apapun. Bayinya? Jujur saja rasanya sakit sekali mendengar kalimat yang keluar dari mulut Victor. Bukan ingin di perdulikan, hanya saja kalimat Victor hang begitu menekan bahwa dia hanya perduli bayinya, dan tidak perduli padanya benar-benar semakin membuat Jelena merasa dia hanyalah mesin anak saja di mata Victor dan keluarganya. Kalaupun memang tidak perduli dengan Jelena, apakah tidak bisa simpan saja maksudnya itu dan jangan di ucapkan? Jelena juga cukup sadar diri, tidak perlu di beritahu dan Jelena pasti sudah sadar benar akan hal itu.


" Berikan daftar keperluan mu, terutama untuk vitamin gizi Ibu hamil, biarkan sopir membelikan untukmu, supaya tubuhmu itu tidak semakin mirip tengkorak hidup. "


Jelena membuang nafanya.


" Tuan Victor, aku ini hanyalah seorang wanita hamil bukan jompo. Aku sudah membeli semua yang aku butuhkan, vitamin, mineral, asam folat, susu hamil, kacang-kacangan, juga buah, aku sudah memakan itu semua meski aku sudah muak dan mual. Aku bahkan hampir menangis setiap kali meminum vitamin dan yang lainnya. Tolong jangan menekan ku terus seperti ini, aku lelah sekali, aku ingin sebentar saja di beri waktu untuk tenang. "


Victor terdiam tak bisa lagi berkata-kata. Padahal niatnya hanyalah ingin berbicara dengan Jelena lebih lama saja, tapi ternyata Jelena sedang dalam mood yang tidak baik, dan yang lebih anehnya lagi adalah, Victor seperti sedang mengalah dan memilih untuk tak lagi bicara agar perdebatan mereka selesai sampai di situ.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2