Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 58 : Peringatan Untuk Kebaikan


__ADS_3

" Jangan memancing dengan pertanyaan secara sengaja, Jemima. Kau tahu benar jawabannya, kenapa harus bertanya? Kau ingin Tomy membenci Ibunya dan membuatnya berada di pihak mu agar kau tetap memiliki kubu? Kau, apakah kau sedang menempatkan ku sebagai musuh di rumah ini? Sudah Ibu katakan tidak ada yang berubah meksi kau bukan anak kandungku, tapi sikap mu lah yang memicu keretakan di antara kita. " Ucap Ibu Terra menatap Jemima sedikit kesal dan dingin karena apa yang di katakan Jemima tadi benar-benar sangat membuatnya merasa tertekan seolah dia tidak adil dalam membagi waktu dan cinta untuk semua anaknya. Apakah sulit bagi Jemima mengerti bahwa sembilan belas tahun terpisah adalah hal yang sangat sulit, terutama untuk Jelena? Apakah sulit bagi Jemima untuk membiarkan dia menyisihkan cinta kepada putri kandungnya sendiri? Jemima pada awalnya adalah anak yang baik, juga manja, dan penyayang. Tapi semenjak ada Jelena datang dia seperti begitu berubah menjadi seperti orang lain. Ibu Terra dan suaminya berpikir, mungkin saja Jemima merasa terpukul dengan kenyataan yang terjadi, sehingga dia membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan baik. Tapi semakin hari Jemima semakin jauh dari harapan Ibu Terra dan suaminya. Beberapa waktu terakhir ini Ibu Terra benar-benar memperhatikan Jemima secara detail, sehingga menurut Ibu Terra Jemima cenderung menolak ingin menerima kenyataan yang terjadi ini, dan memiliki niatan untuk menyingkirkan apa yang menghalangi dirinya untuk mendapatkan apa yang memang dia inginkan.


" Aku hanya bertanya, Bu. " Ujar Jemima, kini dia menunduk tak banyak menuntut apapun. Sekarang dia tahu kalau memang salah jika memprovokasi Ibunya dengan mengungkit Jelena. Tapi mau bagaimana lagi? Setiap kali melihat apa yang Ibunya lakukan bertujuan untuk Jelena, hatinya merasa sakit dan tidak menerima. Apalagi saat tahu kalau ternyata Jelena hamil dengan aktif terkenal, Victor Horison. Jemima semakin menaruh perasaan yang begitu banyak. Andai saja kalau dia tetap adalah anak kandung Ibu Terra, kenyataan bahwa Jelena hamil anak dari Victor tentu saja tidak akan membuatnya merasa kesal atau cemburu berlebihan seperti yang dia rasakan sekarang ini.


Ibu Terra membuang nafasnya, sebenarnya dia sendiri juga tidak begitu tega memperlakukan Jemima seperti sekarang ini. Tapi, sampai kapan dia harus memaklumi sikap Jemima yang semakin menunjukan betapa arogannya dia? Seandainya saja tidak segera di tindak tegas, pasti akan membuat pribadi Jemima semakin buruk bukan? Orang yang memiliki pemikiran buruk tentang orang lain, biasanya cenderung menduga banyak hal, lalu mempercayai dugaannya sendiri, dan berakhir dengan hati yang terus membenci, semakin banyak hingga nanti akan membuatnya gelap mata dan tidak segan-segan untuk menyakiti orang yang dia benci.


sebagai seorang Ibu, mana mungkin dia menginginkan hal itu? Dia tidak ingin putrinya celaka, dia juga tidak ingin putri lainnya menjadi penjahat. Tentu yang dia inginkan adalah anak-anak yang saling mencintai, meskipun memang benar akan ada pertengkaran, tapi perasaan sayang atau sama lain masih tetap begitu kuat.


" Kalian begitu untuk lain kali, jangan bertanya atau menduga-duga, Jemima. Tidak selamanya orang akan memiliki kesabaran dan juga pengertian jadi cobalah untuk memahami kondisi dan mengerti tentang semua ini. Bukan sebuah tuntutan, tapi anggaplah ini sebagai pelajaran agar kau bisa lebih cerdas menghargai hidupmu, juga hidup orang lain yang sama berharganya. "


Setelah mengatakan itu Ibu Terra memilih pergi meninggalkan Jemima agar Jemima bisa merenung dan memikirkan apa yang di katakan Ibu Terra barusan. Setelah itu Ibu Terra kembali bergabung bersama Tomy di meja makan.

__ADS_1


Di sisi lain.


Ken tersenyum miring setelah melihat banyak sekali usaha keluarga Horison yang gagal mencuri rahasia perusahaan. Bahkan mereka juga sudah mencoba menyuap beberapa orang kepercayaan perusahaan demi mendapatkan kelemahan perusahaan, tapi sayangnya Ken lebih cepat tahu dan bisa mengatasi semua masalah. Bagusnya adakah, tidak ada yang tahu bagaimana rahasia perusahaan berjalan selama ini kecuali Ken dan Ayahnya Jelena. Sistem kerja mereka, cara menangani proyek juga selalu menggunakan cara acak sehingga tidak mudah bagi kawan menerka dari cara itu.


Beberapa waktu ini benar-benar lancar, sangat lancar bahkan di luar ekspektasi Ken. Tapi tiba-tiba Ken tersentak, dia terdiam saya mengingat bahwa Jelena sedang berada sendirian di rumahnya. Kawasan di rumah itu memang terbilang aman, tapi siapa yang tahu kapan sial akan menghampiri Jelena bukan? Jelena pasti sedang sibuk untuk mondar mandir kesana kemari, untuk mengurus mini restauran yang akan buka seperti lagi.


Ken meraih ponselnya, menghubungi seseorang yang selama ini bekerja sama dengannya untuk melawan musuh yang ingin mencurangi mereka.


Di tempat Jelena berada.


Jelena benar-benar tidak bisa tidur karena dia melibat ada dua orang asing yang terus mondar mandir di depan rumahnya seperti sedang sengaja ingin membuat Jelena melihatnya. Entah itu sedang mengancam atau mencoba untuk melindungi karena Ken pasti tidak akan membiarkannya sendiri. Padahal selama beberapa bulan sebelumnya dia baik-baik saja, aman juga selama berada di sana, tapi adanya dua orang itu benar-benar membuat Jelena tidak bisa tenang. Ini sudah ke enam kali Jelena memeriksa keadaan pintu rumahnya, memastikan lagi dan lagi apakah kunci pintunya benar-benar sudah dia lakukan.

__ADS_1


Victor yang berada di sana juga bis melihat dua orang itu. Mereka memang tidak sampai ke tempat tinggal Victor yang persis di sebelah Jelena, tapi dua orang itu pasti sengaja ingin membuat Jelena merasa takut bukan? Victor melihat jam tangan di pergelangannya, ini sudah empat jam tapi mereka masih belum ingin berhenti juga membuat Victor tidak tahan lagi. Victor bangkit dan meraih topi, serta kaca mata hitamnya sebelum dia keluar dari rumah untuk menghampiri dua orang itu.


Melihat rumah Jelena yang sangat sepi dan gelap, Victor pikir Jelena pasti sudah tidur sehingga dia memutuskan untuk segera menghampiri orang itu.


" Apa kau tidak lelah menjalankan kakimu ke sana kemari seperti setrikaan? " Tanya Victor dengan bahasa internasional.


Pria itu tersentak, dia tidak bisa menghindari Victor begitu saja karena sudah terlanjut berhadapan. Sedangkan satu orang lagi memilih untuk berpura-pura seolah mereka tidak saling mengenal satu sama lain.


" Saya hanya sedang mencari anak anjing saya. " Jawabnya.


" Anak anjing? Tidakkah kau bisa melihat bahwa rumah itu tidak ada anjingnya? Melihat kau dan satu orang lagi yang terus mondar mandir, aku malah mengira kalian adalah anjing penjaga rumah itu. "

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2