Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 61 : Tidak Akan Kembali Padamu!


__ADS_3

" Tuan Victor, aku mohon menjauh lah dariku, aku akan berusaha untuk menjaga diri sendiri dengan baik, tolong juga untuk tidak muncul di hadapan ku. Mengenai anak yang aku kandung ini, biarkan menjadi urusan ku dan juga keluarga ku. Tuan Victor tidak menginginkan anak bukan? Tuan Victor tidak ingin karirnya hancur bukan? Maka jangan memikirkan soal anak ini lagi, aku akan mengusahakan yang tebaik untuk anak ini. Aku harap Tuan Victor juga mengerti, aku juga berharap Tuan Victor kembali menjadi Tuan Victor yang dulu. "


Victor menghela nafasnya.


" Apa sudah selesai? " Tanya Victor.


Victor menatap Jelena dengan tatapan datar, namun sekilas juga terlihat bahwa Victor mulai kehilangan kesabaran. Memang benar dulu dia tidak menginginkan pernikahan, apalagi menginginkan anak. Tapi hati manusia siapa yang akan bisa menebak apakah ada masanya untuk berubah pikiran atau tidak? Jika saja sejak awal tidak ada anak di dalam perut Jelena, tentu dia tidak perlu menikah dan Haris menjalani semua ini bukan? Memang benar bagaimanapun jalan ceritanya Jelena adalah orang yang paling menderita, satu-satunya pihak yang paling dirugikan. Tapi apakah salah jika pada akhirnya Victor bisa menerima anak itu, juga menerima pernikahan dengan Jelena?


Awalnya memang sulit, dan Victor juga tidak mengelak kalau dia membenci Jelena. Dia hanya seorang pelayan rumahnya, Victor juga tidak pernah memperhatikan wajah Jelena apakah cantik ataukah tidak, tapi semua itu terjadi awal. Semua manusia pasti harus menjalani masa dan proses hingga pada akhirnya cara berpikirnya bisa berubah bukan? Walaupun iya dia pernah memperlakukan Jelena dengan buruk, bukankah setiap manusia juga pantas mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, memperlakukan orang yang pernah di sakiti dengan baik, perlahan mengubah perasaan sakit menjadi perasaan bahagia.


" Mari berhenti membicarakan surat perjanjian itu, aku datang bukan karena surat perjanjian, tidak ingin menggunakan surat perjanjian itu juga. Aku datang karena kewajiban ku untuk melindungi istri dan anak ku. Benar, aku tidak menginginkan anak, tapi anak yang benar sudah ada apakah aku bisa memiliki pilihan lain? "


Jelena tersenyum kelu, tidak ada pilihan? Bukan, jangan membicarakan tentang pilihan karena pada dasarnya semua orang tidak bisa menentukan apapun, tidak ada pilihan setelah memilih jalan hidup. Menjalani apa yang terjadi, mencoba untuk kuat saat rapuh, mencoba mencari kebahagiaan saat sedang sedih adalah hal yang seharusnya, bukan pilihan.


Berbeda dengan apa yang di pikirkan Victor, Jelena sudah terlalu muak, dia bahkan membenci semua hal tentang Victor. Rasa sakit yang dia terima, kekecewaan demi kekecewaan yang dia dapatkan, kepedihan, segala macam penghinaan sudah sangat cukup, dia tidak ingin lagi berurusan dengan Victur. Dia tidak ingin terkekang, dia tidak ingin terus berpikir, mencari cara untuk bertahan, mempertahankan bayinya, bahkan harus memikirkan apa yang akan di lakukan Victur dan juga kekasihnya.

__ADS_1


" Anak ini, " Jelena memeluk perutnya, lalu menatap Victur dengan keyakinan yang begitu jelas. Kali ini dia tidak boleh kalah, kali ini dia tidak boleh lengah dan membuat orang lain menindasnya lagi. Dia adalah seorang putri yang di sayangi oleh kedua orang tuanya, hidupnya berharga tidak seperti dulu lagi, hidupnya berarti sekali bukan hanya untuknya saja, tapi juga untuk kedua orag tuanya.


" Anak ini adalah anak ku, dengan kak Ken. Tuan Victur berhentilah berpikir jika anak ini anaknya Tuan Victor. Lebih baik berhenti berharap sebelum Tuan Victur merasa kecewa nantinya. "


Victor tersenyum dengan maksud meremehkan ucapan Jelena barusan. Anaknya Ken? Walaupun memang benar Jelena pernah tidur dengan Ken, tapi sindrom Couvade yang dia dapatkan jelas-jelas karena dia adalah Ayah dari bayi itu.


" Berhentilah meremehkan ku, kalaupun ingin membodohi orang, seharusnya kau pilih orang lain saja, aku sama sekali tidak seharusnya berada di daftar orang yang bisa kau bodohi. "


Jelena mengeratkan tangannya yang masih memeluk perutnya.


Victur membuang nafasnya, menatap Jelena dengan tatapan tegas.


" Aku mengalami sindrom Couvade, aku merasakan gejala hamil setiap harinya. Kau baik-baik saja saat hamil bukan? Kau tidak mengalami mual berlebihan, kau tidak mengalami sakit kepala, pusing, tidak akan menginginkan makanan aneh yang tidak masuk akal bukan? Apa kau tahu bahwa setiap hari aku harus seperti orang gila? Aku seorang pria tapi aku harus mengalami gejala hamil yang parah. Kalau memang Ken adalah Aya dari ana itu, kenapa tidak Ken saja yang mengalami ini? "


Jelena terdiam membeku mendengar apa yang di katakan Victor. Sungguh gejala seperti itu sungguh ada? Memang benar apa yang di katakan Victor bahwa dia tidak terlalu mual, bisa makan makanan apa saja, dia tidak mengalami perubahan besar sehingga sering lupa kalau dia sedang hamil. Jelena menaikkan tatapan matanya, menatap Victor yang juga tengah menatapnya. Benar, Victor terlihat lesu, pucat, matanya juga agak sayu.

__ADS_1


" Berhentilah main-main dengan ucapan mu itu, Jelena. Kau terus menyangkal bahwa aku Ayah anak itu, dan menunjukan Ken sebagai Ayahnya. Apakah kau tidak berpikir bagaimana pendapat dia saat dia paham nanti? Ibunya menyodorkan pria lain sebagai Ayahnya, bukankah nanti anak itu akan berpikir buruk tentang mu? Pada akhirnya kau hanya akan mendapatkan kebencian dari anak mu sendiri. "


Jelena terdiam, tak bisa mengatakan apapun.


" Ikut aku pulang, aku janji tidak melakukan apa yang tidak kau inginkan. " Ajak Victor yang langsung di tolak Jelena melalui tatapan matanya.


" Tidak, aku tidak akan kembali. "


Di sisi lain.


Ken terdiam melihat photo yang di kirimkan padanya. Photo itu di kirimkan oleh orang yang Ken minta untuk diam-diam menjaga Jelena. Sebenarnya orang yang di minta Ken sudah bersiap dari kejauhan, menunggu dua orang yang terus mondar mandir di depan rumah Jelena untuk melakukan sesuatu secara bersamaan jadi mereka bisa menangkap dua orang itu secara langsung, mengintrogasi untuk mendapatkan informasi yang dia inginkan. Sungguh sayang sekali karena orang yang tidak di kenal itu tiba-tiba saja datang, dan sekarang Ken sudah tahu bahwa pria itu adalah Victor.


" Hebat juga, dia benar-benar melindungi data diri dan keberadaannya dengan sangat baik. Jadwal di buat sedang syuting di luar negeri, tapi dia berada di sisi Jelena. " Ken menghela nafasnya, tatapan matanya menjadi begitu dingin dan penuh ancaman. Ken membatin bahwa dia tidak akan membiarkan Victor mendapatkan hati Jelena meskipun memang ada anak di antara mereka. Di tambah orang tua Jelena yang begitu membenci Victor, tentu akan sangat sulit untuk hidup bersama dengan Jelena.


" Victor, status sosial mu memang lebih baik dariku, tapi situasi tidak mendukungmu sama sekali. " Ken Tersenyum miring.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2