
Hari ini adalah hari di mana Jelena harus melakukan pemeriksaan kehamilan. Seperti yang sebelumnya dia lakukan, Jelena akan pergi seorang diri karena jelas sekali tidak akan ada yang menemuinya ke rumah sakit. Popi menawarkan diri, tapi pekerjaan yang begitu banyak membuat Jelena menolak Popi. Bibi dapur juga sudah menawarkan dirinya, tapi karena Jelena tahu bibi dapur sedang tidak enak badan, mana mungkin Jelena membuatkan Bibi dapur yang tidak muda lagi itu begitu bersusah payah untuknya?
Hanya pemeriksaan biasa, tentu saja dia tidak masalah pergi sendiri kan?
Jelena keluar dari rumah setelah Victor berangkat pagi tadi. Jelena sengaja tidak memberitahu Victor karena menurut Jelena tahu atau tidak, jelas Victor tidak akan mungkin menemaninya untuk memeriksakan kehamilan bukan?
Menggunakan taksi, dan beberapa saat kemudian Jelena sampai di rumah sakit yang paling dekat dengan kediaman Victor. Karena tak menggunakan Dokter spesialis, jadi Jelena butuh mengantri dan menjalankan peraturan yang sudah di tentukan oleh pihak rumah sakit. Setelah pemeriksaan berat badan dan tekanan darah, sekarang Jelena sudah bisa menemui Dokter untuk memeriksa bagiamana keadaan janin yang ada di perutnya.
" Janinnya sehat, Nyonya. Berat badannya normal, anggota tubuhnya juga sudah mulai terbentuk. Masih agak aneh, tapi ini normal di kehamilan delapan Minggu. " Ucap Dokter yang tengah melakukan pemeriksaan ultrasonografi, dan kini Jelena juga sedang memperhatikan bayi kecilnya yang masih aneh bentuknya. Ukuran kepalanya yang besar dan aneh, tangan dan kakinya yang tidak sesuai kepala, tapi Dokter sudah mengatakan jika itu normal makanya Jelena bisa bernafas dengan lega. Ini adalah kehamilan pertama untuk Jelena, di tambah dia tidak tahu sama sekali tengah kehamilan di usianya yang masih sembilan belas tahun. Tapi berkat adanya internet, dan juga Bibi dapur, Jelena jadi belajar banyak agar dapat menjaga janin di dalam perutnya untuk tumbuh dengan sehat dan selamat sampai dia di lahirkan nanti.
" Nyonya, usia kandungan di trisemester awal bisa di katakan masa paling rawan untuk Ibu hamil. Akan lebih baik kalau anda datang bersama dengan suami Anda, dengan begitu Dokter bisa menjelaskan banyak hal agar dapat membantu Nyonya dan suami agar bisa menjaga keselamatan janin dan Ibunya. Untuk bukan berikutnya, tolong ajak suami anda ya Nyonya? "
Ucapan Dokter itu hanya bisa membuat Jelena memaksakan senyumnya. Mengajak Victor? Kalau benar-benar dia mengajak Victor sudah pasti seluruh rumah sakit akan heboh, dan lagi mana mungkin Victor sudi menemaninya untuk memeriksakan janin yang bahkan sedang dia usahanya untuk di singkirkan.
Jelena mengangguk saja karena tidak tahu harus bagiamana merespon peringatan dari Dokter. Walaupun memang benar Dokter hanya ingin membantu dirinya dan juga bayinya, namun Jelena juga tidak dapat mengendalikan segalanya yang bukan tidak berpihak kepadanya.
__ADS_1
" Usahakan untuk membuat berat badan anda naik, Nyonya. Walaupun ukuran bayi anda normal, tapi berat badan anda turun empat ratus gram tentu saja itu bukan hal yang bisa di biarkan saja. Umumnya wanita mengandung akan mendapatkan berat badannya naik. Jangan lupa juga untuk tetua meminum vitamin, susu hamil juga, banyak konsumsi buah, hindari makanan yang kurang matang atau sayuran mentah. "
Jelena mengangguk dengan cepat. Yah, untuk itu juga sudah Jelena pelajari. Tidak boleh makan telur, daging, ikan yang murah matang, sayuran mentah juga.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan kehamilan, dengan sebagai Jelena kembali ke rumah. Sepanjang perjalanan dia benar-benar tidak bisa berhenti tersenyum melihat photo janin di dalam perutnya yang terlihat aneh sekali. Padahal dia sudah melihat bentuk janin delapan minggu di internet, tapi tetap saja Jelena masih keheranan dan tidak percaya kalau mahluk kecil aneh itu akan tumbuh menjadi bayi. Tumbuh semakin besar setiap bulan, membuat perutnya membuncit hingga kesulitan berjalan. Memang Jelena belum merasakan bagiamana saat perutnya membesar nanti, tapi seberat apapun resiko Ibu hamil, Jelan benar-benar akan menjalani dan menikmati proses kehamilannya sembari terus mendoakan segala yang terbaik untuk anaknya.
" Bagaimana, Je? " Tanya Popi begitu Jelena sampai di rumah. Dia terlihat semangat sekali membuat Jelena merasa bahagia karena ternyata benar-benar ada yang begitu memperdulikan dirinya dan juga anaknya. Bibi dapur juga terlihat begitu Penasaran hingga dnegan cepat dia berjalan mendekati Jelena.
Jelena mengeluarkan hasil photo ultrasonografi di mana bentuk janin di dalam perutnya terlihat cukup jelas.
Bibi dapur tersenyum melihat ekspresi Popi, lalu membuang nafasnya.
" Seperti itu memang bentuk janin kala baru dia bulan. Makanya dia membutuhkan gizi yang cukup untuk berkembang dari hari ke hari sampai dia berbentuk bayi dan siap untuk di lahirkan. "
Popi menghela nafas lega. Jujur saja dia sempat menduga kalau anak yang di kandung Jelena cacat karena bentuknya yang aneh. Tapi mendengar ucapan Bibi dapur dia langsung merasa lega dan bersyukur bahwa dugaannya itu ternyata salah.
__ADS_1
" Sekarang aku akan membatu mu untuk mengingatkan meminum vitamin, aku juga akan menyiapkan makanan yang lebih bergizi dari sebelumnya! " Popi berucap dengan semangat. Tapi saat dia menyadari jika ada bau gosong, dia segera berlari karena dia ingat bahwa dia sedang menyetir kalian. Untunglah yang hangus adalah pakaiannya sendiri. Bibi dapur juga langsung menuju ke dapur karena khawatir kalau Victor pulang nanti dan makanan belum siap.
Jelena yang ingin kembali ke kamarnya tiba-tiba menghentikan langkahnya karena Katherine tiba-tiba saja ada di hadapannya engga sejak kapan dia berada di sana.
Katherine tersenyum dengan matanya yang terlihat begitu tidak menyukai Jelena. Dengan gerakan cepat dia merebut hasil photo ultrasonografi dari tangan Jelena dan melihatnya sembari tersenyum sinis.
" Kembalikan! " Pinta Jelena dengan kesal. Tangganya tergerak ingin merebut hasil photo ultrasonografi janinnya dari tangan Katherine. Tapi Katherine juga dengan cepat menjauhkan hasil photo ultrasonografi itu dari tangan Jelena.
" Kau pikir kau sudah hebat hanya karena ada makhluk kecil menjijikan ini? Apa kau tidak jijik melihatnya? Bayi mu ini bentuknya seperti anak tikus, benarkan? " Katherine tersenyum dengan tatapan menghina benar-benar membuat Jelena sangat marah. Mahkluk kecil menjijikan? Betapa jahatnya mulut Katherine, mahluk kecil yang dia hina itu adalah bayinya, tentu saja Jelena tidak akan menerima bayinya di hina.
" Di banding menghina anak ku, bagaimana kalau Nona Katherine coba untuk hamil sendiri? Periksa apakah janin dua bulan ada yang sempurna dan sudah cantik? Nona Katherine, jangan membuat seorang pelayan rendahan, tidak berpendidikan seperti ku mengasihani cara kerja otak anda. "
" Diam! " Kesal Katherine, dia meremas hasil photo ultrasonografi janin milik Jelena dan melemparkan ke lantai begitu saja.
Bersambung.
__ADS_1