
" Kami membebaskan mu dari segala tekanan ini, kami juga tidak akan merebut apapun, terutama putrimu yang adalah cucuku juga. Aku akan mencoba sebaik mungkin memberikan perhatian, cinta dan kasih sayang sebagai nenek, tapi aku janji tidak akan menguasai cucuku seorang diri. Jika kau mengizinkan, apakah boleh memberikan nama keluarga kami juga kepada putrimu? "
Jelena terdiam mendengarkan semua yang di katakan oleh Ibunya Victor. Wajah yang dulu selalu dingin, hampir tak pernah menatapnya selama itu, kini berbicara dengan tatapan yang begitu lembut, dia terlhat jujur dan yakin dengan apa yang dia ucapkan barusan. Sungguh Jelena masih tidak bisa percaya, tapi nyatanya menang begitulah adanya.
" Jelena, perjuanganmu saya melahirkan putrimu, melihatmu begitu hancur seperti ingin mati saat putrimu tidak bergerak sama sekali, aku menyadari banyak hal yang keliru dalam hidupku. Sebanyak apapun yang yang di miliki oleh keluargaku, jelas itu tidak akan bisa mendapatkan semua yang aku inginkan. Kami bisa membeli jam tangan miliran, tapi kami tidak bisa membeli waktu. Kami bisa membeli rumah sakit, tapi kami tidak bisa membeli nyawa, kami bisa membuat orang lain menunduk hormat, tapi kami tidak bisa membeli ketulusan dari mereka. " Ibunya Victor menghela nafas, mencoba sebisa mungkin untuk tertawa dan menatap Jelena dengan berani setelah cukup lama dia agak menunduk, malu dengan bagaimana sikapnya selama ini kepada Jelena.
" Selama ini kami terlalu memandang tinggi diri kami, sampai kami lupa bahwa dunia sebenarnya tidak akan mungkin berpihak kepada kami dengan tulus. Aku, dan keluargamu benar-benar meminta maaf untuk semua kesalahan yang pernah kami lakukan, terutama bagaimana cara kami memperlakukan mu. Aku sempat lupa bahwa kau juga adalah seorang anak, seorang putri yang pasti di cintai oleh keluargamu, kau berharga, kami lupa akan hal itu. "
Jelena tak bisa mengatakan apapun, bagiamana dia akan menanggapi ini? Selama ini dia juga hanya tahu di perlakukan dengan kasar oleh orang tuanya, di jauhi semua teman-teman, bahkan tidak ada tetangga yang Sudi menolongnya saat Jelena di pukuli oleh kedua orang tuanya. Masuk ke keluarga Horison sebagai pelayan rumah sebenarnya adalah hal yang sangat Jelena syukuri, karena dengan dia tinggal di sana, Jelena jadi tidak perlu menghadapi kedua orang tuanya yang gila itu. Meskipun memang benar kedua orang tua Victor dingin, dan jarang bicara, bahkan mereka juga jarang ada di rumah, setidaknya Jelena merasa itu jauh lebih baik dari pada hidup bersama orang tuanya.
" Nyo, Nyonya, sebenarnya aku- "
Ibunya Victor tersenyum sedih, entah mengapa cara memanggil Jelena yang ragu-ragu seperti menjelaskan bahwa Jelena memang jauh sekali hubungannya dengan dirinya. Tapi mau bagaimanapun semua ini bukan salah Jelena, sejak awal dia hanyalah gadis polos yang di manfaatkan oleh sepasang manusia yang tak berperasaan, hingga harus mengalami banyak hal menyakitkan, belum lagi apa yang di lakukan Victor juga cukup membuat jiwanya terguncang.
" Tidak usah terburu-buru mengatakan sesuatu, Jelena. Aku datang hanya untuk meminta maaf, aku tidak menuntut mu untuk memaafkan ku, juga kami semua. Aku juga ingin kau tahu bahwa kami mengatakan jika kami tidak akan merebut cucuku sendiri dari Ibunya. "
Jelena tersenyum sembari menahan tangis. Padahal beberapa hari lalu dia hampir tak pernah bisa tidur karena perseteruan antara keluarganya dan juga keluarga Victor. Dia pikir pasti ada akhirnya dia akan kehilangan anaknya, dan hanya bisa melihat anaknya dari jarak jauh saja. Sungguh dia tidak menyangka kalau pada akhirnya kelahiran putrinya akan membuat perseteruan sengit itu berakhir, akan mendapat banyak dukungan dari pihak yang sama sekali tak pernah di bayangkan oleh Jelena.
__ADS_1
" Terimakasih, Nyonya. "
Ibunya Victor mengangguk dan tersenyum. Sebenarnya akan lebih baik kalau Jelena memanggilnya dengan sebutan Ibu saja bukan? Ah, atau Bibi juga tidak masalah, tapi ingin menuntut itu sepertinya juga agar keterlaluan bukan?
" Ngomong-ngomong kau sudah memberikan nama untuk bayimu? Ini sudah tiga hari sejak dia lahir, kenapa dia belum mendapatkan namanya? "
Jelena tersenyum, sebenarnya dia sudah me siapkan di nama sekaligus. Satu untuk nama bayi perempuan dan satu nama bayi laki-laki, tapi karena saat dia akan mengunjungi baginya di ruang NICU dan dia tak sengaja melihat Victor, mendengar Victor bicara dan memanggil putrinya dengan nama, Veronica, maka Jelena memutuskan untuk memberikan nama itu.
" Veronica Mira Treuff Horison. "
" Nama yang cantik, persis seperti dia. Dia benar-benar sangat cantik. "
Hari di mana Jelena akan kembali ke rumah.
Jelena dan juga Victor kini berada di ruang NICU untuk melihat bayi mereka sebelum Jelena kembali ke rumah. Jelas mereka berdua akan mengusahakan untuk datang setiap hari untuk melihat bayi mereka. Hanya saja mereka belum tentu akan datang di waktu yang sama mengingat mereka tinggal di tempat yang terpisah.
Beberapa saat kemudian.
__ADS_1
" Bisa kita bicara sebentar? " Tanya Victor membuat orang tua Jelena menatap Jelena, mereka tentu saja akan membiarkan Jelena jika memang dia akan memilih untuk bicara dengan Victor. Karena Jelena mengangguk, jadilah orang tua Jelena memilih untuk sebentar meninggalkan Jelena agar mereka berdua bisa tenang dan leluasa saat bicara.
Victor membuang nafasnya, terdiam sebentar karena dia bingung harus mulai dari mana.
" Jelena, aku benar-benar tidak tahu harus dari mana aku mulai bicara karena ada banyak hal yang aku ingin katakan tapi aku juga sadar kau pasti akan muak mendengar semua itu, jadi aku akan pada intinya saja. " Victor nampak gugup, tapi dia mencoba untuk melanjutkan apa yang ingin dia katakan.
" Jelena, terimakasih banyak karena sudah bertahan dan tetap mempertahankan bayi kita, terimakasih karena tidak pernah merasa membenci dia, dan terimakasih banyak karena sudah berjuang sampai sebanyak ini sehingga anak kita bisa lahir dan mendapatkan kehidupannya. Aku tahu aku adalah pria yang paling bajingan di dalam hidup mu, aku tahu aku tidak memiliki kualifikasi untuk bisa mendampingi mu, tapi izinkan aku menebus dosaku dengan menjadi Ayah yang baik untuk anak kita. Aku tahu melihatku pasti akan membuatmu muak dan jijik, tapi aku akan berusaha sekuat tenaga agar kau bisa melihatku dengan cara yang lebih baik. "
Jelena terdiam sesaat, lalu menatap Victor dengan tatapan serius.
" Tentu saja aku tidak bisa merebut hak putriku untuk Ayahnya, tapi maafkan aku karena sepertinya kau harus lebih banyak berkorban karena kau dan anak kita akan tinggal di negara yang berbeda. "
" Maksudnya? " Tanya Victor dengan tatapan terkejut penuh tanya.
" Aku memutuskan untuk kembali ke luar negeri, mendapatkan kembali pendidikan ku, tapi aku juga akan selalu mengutamakan anak kita. Kau, juga keluargamu bisa datang menemui dia kapan saja, aku janji tidak akan melarang untuk kalian bertemu. Jadi, Tuan Victor, mari kita berteman baik untuk anak kita. Meskipun tidak ada hubungan pernikahan, bukan berarti kita tidak bisa menjadi orang tuanya bukan? "
Bersambung.
__ADS_1