
Ayah dan Ibunya Jelena berada di depan pintu gerbang, tujuannya tentu adalah karena ingin meminta uang kepada Jelena. Ibunya Jelena sudah memberitahu suaminya jika akan terjadi masalah kalau saja memaksa untuk memeras Jelena, tapi Ayahnya Jelena tidak ada pilihan lain sekarang. Begitu keluar dari tahanan sementara dia harus segera mendapatkan uang untuk membayar hutang judinya. Sebenarnya tempo hari sudah memiliki minat untuk tidak berjudi, tapi melihat betapa beruntungnya orang yang bermain judi dengan mendapatkan banyak uang, dia jadi tergiur dan ingin merasakan apa yang orang lain rasakan. Yah, pada akhirnya semua kesialan kembali dia rasakan, dia harus kembali terjerat hutang yang semakin banyak karena kesalahannya itu.
Katherine yang tidak sengaja melihat ketika dia tengah berjalan-jalan untuk melihat taman di rumah Victor menjadi sedikit tertarik melihat sepasang suami istri yang begitu kukuh ingin menemui Jelena, jadi Katherine sangat penasaran siapa mereka dan kenapa mereka begitu ingin menemui Jelena. Katherine akhirnya memutuskan untuk mendekati mereka dan bertanya kepada mereka secara langsung.
" Kalian siapa? Kenapa begitu mengganggu pagi hari begini? " Tanya Katherine membuat kedua orang tua Jelena menatap sinis dan dingin. Yah, melihat ada wanita cantik dan tubuhnya yang bagus, mereka takut Jelena mendapatkan saingan dan akan tersingkirkan, jadi Jelena tidak akan bisa menghasilkan banyak uang lagi untuk mereka.
" Kau yang siapa? Kau bukan keluarganya Victor kan? Kenapa kau ada di sini sepagi ini? " Tanya Ibunya Jelena dengan sinis.
Katherine tersenyum tidak percaya kalau akan ada orang yang begitu tidak tahu malu, juga tidak mengenalinya sama sekali. Padahal Katherine sudah ratusan kali muncul di telivisi, mengisi banyak program televisi, juga menjadi model terkenal di negara itu, bagaimana bisa orang di hadapannya dengan jelas memperlihatkan ekspresi seolah menang tidak mengenali Katherine sama sekali?
" Aku siapa? Tentu saja aku adalah calon Nyonya muda rumah ini, aku adalah wanita yang sangat di cintai oleh Victor. "
Kedua orang tua Jelena saling menatap, mereka terlihat benar-benar tidak suka dengan jawaban Katherine karena mereka yakin akan rugi besar kalau Jelena di depak dari rumah itu.
" Mimpi saja! Mana mungkin kau adalah calon Nyonya muda? Jelas-jelas kau hanyalah seorang fans yang mengidolakan pria tampan juga aktif terkenal seperti Victor kan? Kau pikir dengan gampang seperti nenek sihir kau bisa membuat aktor Victor menyukaimu? Dasar kau ini, mimpi saja! "
Katherine menggigit bibir bawahnya dengan perasaan kesal. Ternyata dia untuk pertama kalinya merasa lelah dan sampai hampir kehabisan kata-kata mengadakan orang yang mengajaknya untuk berargumen.
__ADS_1
" Sudahlah, jangan banyak bicara! Sekarang katakan saja kau ini siapa, percaya atau tidak, kalau kau tidak menjawab kau ini siapa, aku akan meminta kekasihku mengusirmu, dan membuatmu tidak bisa lagi datang ke rumah ini! "
Di bentak seperti itu orang tua Jelena semakin tak terima, dia ingin sekali memukul Katherine tapi sayangnya mereka terhalang oleh pagar besi.
" Kau, memang gila! Victor itu sudah punya istri, sebentar lagi juga akan punya anak, jadi untuk apa dia menjadikan mu Nyonya berikutnya?! " Kesal Ayahnya Jelena yang tidak tahan dengan kesombongan Katherine, dan dia juga muak melihat Katherine yang begitu percaya diri dengan ucapannya barusan. Meskipun Jelena hanya akan bertahan sampai melahirkan anak di dalam kandungannya, tetap saja Jelena adalah Nyonya muda di rumah itu, dan kesempatan sebaik itu tidak boleh di lewatkan begitu saja, mereka benar-benar harus bisa mendapatkan banyak uang sebelum Jelena di buang oleh keluarga Victor nantinya.
Ibunya Jelena mencubit lengan suaminya, tali sayangnya ucapan itu sudah terlanjur keluar dari mulutnya, dan Katherine juga sudah mendengar dengan jelas apa yang di katakan oleh Ayahnya Jelena. Katherine tentu saja tidak percaya, selama ini Victor tidak dekat dengan wanita manapun juga selain dirinya, jadi mana mungkin juga Victor sudah menikah, ah! Memang siapa yang di maksud oleh dua orang itu sebagai Nyonya muda?
" Kenapa kau bicara seperti itu? kau tahu kan Jelena juga sudah memperingati ku? Kalau api ini tersebar, kita juga akan susah! " Kesal Ibunya Jelena dan Katherine juga bisa mendengar itu dengan baik.
" Apa maksud kalian? Kenapa kalian membawa nama Jelena? Apa hubungannya dengan yang kalian katakan tadi?! Katakan, katakan padaku apa maksud ucapan kalian! "
" Katakan! " Bentak lagi Katherine membuat orang tua Jelena semakin terdesak.
" Tuan Victor, dia dan juga Jelena sudah menikah karena Jelena hamil anak Tuan Victor. "
Katherine benar-benar ingin tidak percaya, tapi semakin dia menolak percaya, dia justru malah semakin gelisah tak menentu. Tadinya dia masih ingin bersiap sok tidak percaya dan tidak perduli seolah begitu yakin kalau Victor tidak akan mungkin mengkhianatinya, tapi Katherine benar-benar tidak bisa melakukan itu. Pada akhirnya Katherine meminta satpam rumah untuk mengusir sejauh mungkin orang tua Jelena karena tidak ingin mendengar kalimat tidak masuk akal yang mungkin saja akan membuatnya semakin terekam dan goyah dalam mempercayai Victor.
__ADS_1
Tentu saja Katherine tidak tenang, dia terus mencoba menghubungi Victor tapi tak mendapatkan jawaban, yah mungkin saja Victor sedang sibuk dengan pekerjaannya.
" Jelan, iya Jelena. " Gumam Katherine lalu berteriak kencang memanggil Jelena berniat mengatakan langsung kepada Jelena apakah benar apa yang di katakan orang tuanya tadi.
" Jelena! Jelena! "
Jelena yang bergegas bangun dari tidurnya dan duduk sebentar untuk menghilangkan pusing akibat bangun terburu-buru. Setelah dia cukup merasa tenang, barulah dia bangkit dan dengan segera menuju ke arah sumber suara yang memanggil namanya dengan begitu lantang.
" Ada apa, Nona Katherine? " Tanya Jelena begitu sampai di dekat Katherine.
Melihat Jelena yang mirip seperti orang yang baru saja bangun tidur, Katherine jadi semakin kesal di buatnya.
" Kau tidur di jam ini? Kau tahu seharunya kau bekerja kan?! "
Jelena terdiam, dia mengangguk tak berapa lama karena bingung harus bagaimana menanggapi ucapan Katherine barusan. Semenjak hamil, Jelena benar-benar merasa tubuhnya mudah lelah, dan di saat dia merasa mengantuk, dia benar-benar akan sulit menahan perasaan ngantuk itu makanya dia tidur di jam kerja.
" Katakan padaku, katakan padaku kalau apa yang di katakan orang tadi tidak benar! Katakan, ayo cepat katakan sekarang juga! "
__ADS_1
Bersambung.