Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 53 : Uneg-Uneg Tersampaikan


__ADS_3

Waktu terus berlalu, Victor menjalani hari-harinya dengan begitu sulit karena mual yang semakin menjadi, di tamba orang tuanya juga sudah mengetahui jika Jelena pergi dari rumah itu. Sekarang Katherine terus membuat ulah dengan memberikan bukti-bukti tentang hubungannya bersama dengan Victor. Padahal selama ini, tepatnya sebelum Jelena pergi dari rumah saja hubungannya dengan Katherine memang sudah tidak baik, bahkan mereka tidak bersama lagi. Memang ada masanya mereka bertemu secara tidak sengaja, tapi Victor benar-benar tidak memiliki minat dengan Katherine lagi. Mungkin karena mual yang dia alami belakangan ini semakin menjadi, sering juga merasa pusing padahal tekanan daranya juga normal.


Tadinya masih ingin menyangkal kalau apa yang dia alami ini tidak ada hubungannya dengan kehamilan Jelena, tapi setelah konsultasi dengan psikiater beberapa kali, kemungkinan besarnya adalah dia mengalami


Sindrom Couvade, masa di mana seorang pria begitu berempati dengan pasangannya yang sedang hamil hingga mempengaruhi hormonnya. Tapi masalahnya adalah, Victor tidak memiliki empati terhadap Jelena bukan? Mungkinkah tanpa sadar dia memiliki perasaan seperti itu kepada Jelena? Jadi, apakah ini juga sebuah bukti serta bantahan karena Victor pernah menolak mengakui bahwa dia adalah Ayah dari bayi yang di kandung Jelena?


Menurut Juno, sindrom Couvade ini adalah hukuman dari Tuhan atas perbuatan jahat Victor terhadap Jelena, bahkan Victor juga pernah meminta Jelena membunuh bayinya. Jadi jangan salahkan bayinya, itu adalah hukuman yang sedikit lebih ringan bukan?


" Kau tahu hari ini Katherine membuat ulah apa? " Ucap Juno yang baru saja masuk ke kamar Victor. Hari ini Victor sama sekali tidak mengambil pekerjaan karena badannya benar-benar tidak mendukung aktivitas apapun. Sudah sejak pagi dia pusing, berkeringat dingin, juga mulanya benar-benar sangat berlebihan.


" Aku benar-benar tidak perduli, jangan juga membicarakan dia, aku sedang tidak ada mood yang baik. " Ujar Victor, lalu menarik selimut hingga menutupi tubuhnya.


" Baiklah, aku hanya tidak ingin kau terlalu terkejut nantinya. Tapi perempuan itu memang semakin keterlaluan, jadi aku juga akan melawan kalau dia terus menekan mu. "


Victor menghela nafasnya, dia memang malas menjawab ucapan Juno karena dia tahu kalau dia menjawab pasti akan menjadi sangat panjang. Tapi, dia juga cukup tahu kalau akhir-akhir ini Katherine memang begitu berulah dan menyebalkan. Padahal sejak awalnya Victor cukup serius meski tidak pernah menjanjikan pernikahan, tapi karena Katherine begitu menekan, ingin memilikinya, juga ingin membuat Victor terkekang, rasanya Victor benar-benar tidak sanggup membayangkan betapa mengerikannya Katherine dengan segala ambisinya.


" Bagaimana dengan Jelena? Apa kau sudah menemukan keberadaannya? "

__ADS_1


Juno menghela nafasnya, menatap Victor yang kini berada di dalam selimut dengan perasaan bingung. Sebenarnya dia sudah tahu di mana Jelena berada sejak pagi tadi, tapi karena photo yang dia dapatkan semua tentang Jelena dan pria yang bernama Ken itu, pria itu terus menyentuh perut Jelena yang kini mulai membesar, dan mereka nampak seperti pasangan suami istri yang tengah menunggu calon anak mereka dengan bahagia. Juno juga tahu benar kalau Ken hanya akan datang tiap dua bulan sekali, dan kebetulan saat photo di ambil Ken juga baru datang untuk melibat keadaan Jelena, lalu selang beberapa Minggu, orang tua Jelena juga datang ke sana.


Tidak mendapatkan jawaban dari Juno, Victor menjadi curiga kalau sebenarnya Juno memang sudah mengetahui keberadaan Jelena, hanya saja Juno sama sekali tidak berniat memberitahu Victor tentang kabar itu. Victor menyingkirkan selimut tebal yang dia gunakan, bangkit dan menatap Juno yang masih terdiam meski kini kedua bola matanya menatap Victor tanpa ekspresi.


" Kau sudah tahu di mana Jelena? "


Juno terdiam sebentar, lalu mengangguk setelahnya.


Tentu saja Victor terkejut, marah dan kesal kepada Juno yang justru tidak memberitahukan hal itu kepadanya.


Juno mengeluarkan ponselnya, lalu menyerahkan kepada Victor setelah photo Jelena dari galery ponselnya.


Melihat photo itu Victor benar-benar terdiam tak bisa bicara. Jelena, perutnya yang sudah membesar jutsru tengah di sentuh oleh Ken yang jelas bukan siapa-siapa bagi bayinya. Sekarang, setelah mengalami sindrom Couvade Victor semakin yakin bahwa anak itu adalah anaknya, jadi melihat anaknya di sentuh pria lain yang mengaku-ngaku sebagai Ayahnya benar-benar membuat Victor tidak menerima itu.


" Pria bajingan ini berani sekali menyentuh perut Jelena, dia menyentuh anak ku bukankah itu menyebalkan?! "


Juno menghela nafas, sungguh dia tidak bisa menahan apa yang dia pikirkan saat Victor mengatakan itu semua.

__ADS_1


" Victor, aku tahu bagaimanapun hubungan kita yang sangat dekat ini bisa saja akan renggang, tapi aku benar-benar heran dan bingung dengan cara berpikir mu yang sangat aneh. "


" Apa maksudnya? "


Juno menunduk, memikirkan dengan benar sampai batas apa dia boleh bicara tentang hal yang jelas sangat sensitif dan agak. berlebihan, keterlaluan untuk Victor.


" Selama ini aku memang tidak dekat dengan Jelena, tapi aku bisa merasakan benar bahwa Jelena adalah gadis yang baik. Wajahnya selalu saja terlihat penat, pasti dia mengalami kesulitan dalam hidup hingga di usia yang masih sangat muda Jelena harus menjadi pelayan rumah. Tapi bagaimana dengan mu, Victor? Meski tinggal satu rumah dengan dia kau bahkan tidak memperdulikan dia bukan? Kau memang tertekan karena tiba-tiba harus menikah, akan segera punya anak pula. Tapi kau bahkan tidak pernah memperlakukan dengan baik karena kau menganggap dia memiliki sifat murahan bukan? "


Juno membuang nafasnya, sungguh itu hanya permulaan karena dia masih ingin mengatakan banyak hal lainnya lagi.


" Kalau memang kau bertemu dengan Jelena nanti, apa yang akan kau katakan? Mungkin benar kau adalah Ayah dari bayi itu, tapi bukankah kau juga beberapa kali meminta Jelena mengugurkan kandungan? Jujur saja, aku benar-benar pusing memikirkan masalah mu ini. Pertama kau membenci Jelena sampai setengah mati, mengutuknya, mengatainya sesuka hati, lalu kau menginginkan anaknya, memaksa dia, kau, dan orang tuamu sudah melakukan banyak hal, memaksa Jelena, menekan Jelena dan tidak membiarkan dia melakukan apa yang dia inginkan. Kalian semua begitu meninggikan diri karena uang yang kalian miliki sampai lupa kalau Jelena juga sama-sama manusia seperti mu, dan keluargamu. Kalian memaksanya melakukan ini dan itu tanpa bertanya padanya lebih dulu. jadi salahkah aku yang sempat berpikir akan lebih baik jika biarkan saja pria itu menjadi Ayah dari anak mu? Entah mengapa aku merasa dia akan menjadi Ayah yang baik untuk anak mu. "


Victor mengeraskan rahangnya, menatap Juno dengan tatapan kesal.


" Sudah cukup bicaranya? "


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2