Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 59 : Pria Misterius Mencurigakan


__ADS_3

" Apa kau tidak lelah menjalankan kakimu ke sana kemari seperti setrikaan? " Tanya Victor dengan bahasa internasional.


Pria itu tersentak, dia tidak bisa menghindari Victor begitu saja karena sudah terlanjut berhadapan. Sedangkan satu orang lagi memilih untuk berpura-pura seolah mereka tidak saling mengenal satu sama lain.


" Saya hanya sedang mencari anak anjing saya. " Jawabnya.


" Anak anjing? Tidakkah kau bisa melihat bahwa rumah itu tidak ada anjingnya? Melihat kau dan satu orang lagi yang terus mondar mandir, aku malah mengira kalian adalah anjing penjaga rumah itu. "


Pria itu terdiam, dia terlihat tak ingin menjawab karena merasa yakin jika Victor bukan orang yang bisa dia tipu hanya dengan kata-kata. Melihat tatapan mata Victor saja dia sudah cukup yakin bahwa Victor sudah mengamati mereka sejak pagi tadi. Cara Victor berdiri tegap dengan berani tentu dia juga bisa merasakan kalau Victor sudah bersiap untuk mengajarnya. Walaupun memang dia bisa melawan, tapi masalahnya Victor adalah orang yang paling tidak boleh mereka sakiti, jadi mereka hanya bisa mencari cara agar mereka cepat meninggalkan tempat itu. Satu pria yang jaraknya cukup jauh sudah berlari meninggalkan tempat itu, dan satu lagi tentu saja tidak bisa membuang waktu dan betina untuk kabut. Baru saja beberapa langkah, dia sudah terjadi karena tendangan yang di berikan Victor di bagian punggung. Pria itu jatuh tersungkur jadi dengan segera Victor menahan kedua lengannya di balik punggung, lalu menekan tubuh pria itu menggunakan satu lututnya.


" Katakan padaku, siapa yang meminta mu melakukan ini? " Tanya Victor dengan nada bicara yang tidak lantang karena dia tidak ingin melakukan kesalahan apapun sebelum mengetahui siapa yang mengutus dua orang tidak jelas itu.


" Tidak, tidak tahu! Tapi orag itu memberikan peringatan untuk tidak menyakiti mu! "


Victor mengeryit bingung. Padahal dia menggunakan topi dan masker yang menutupi sebagian wajahnya, lantas bagaimana bisa ada orang yang mengenalinya?


" Kau tahu aku siapa? "


Dengan menahan rasa sakit, pria itu menggelengkan kepalanya dengan cepat.


" Tidak tahu! Tapi karena dia mengatakan jika kau pasti akan mengunakan atribut yang membuat wajah mu tidak di kenali, juga ciri-ciri tubuh mu, kau tahu kau adalah orang yang dia maksud. "


Victor terdiam sebentar. Siapa orang yang di maksud pria itu sebenarnya?


" Apa tujuan mu sebenarnya? " Tanya Victor sembari semakin memberikan tekanan di tubuh pria itu menggunakan lututnya membuat pria itu meringis kesakitan.

__ADS_1


" Tidak ada niat mencelakai, kami hanya di perintahkan untuk terus menunjukkan diri kepada pemilik rumah itu, dengan kata lain kami hanya mengancam atau menggertak saja. "


Victor tak bisa lagi bicara, kalau seperti ini bukankah cenderung bahwa ada campur tangan kedua orang tuanya?


Bruk!


Pria itu mengambil kesempatan saat Victor larut dalam lamunannya, dia menggerakkan satu tangannya, dan bangkit setelah membuat Victor terjatuh.


" Apa anda baik-baik saja, Tuan? "


Victor menoleh ke arah sumber suara, dan ternyata itu adalah Jelena yang entah sejak kapan sudah keluar dari rumah. Jelena berjala agak cepat untuk menghampiri Victor, lalu membantunya untuk berdiri.


Tentu saja Victor mengindari tatapan mata Jelena yang seperti ingin mencari tahu siapa dirinya.


" Terimakasih karena sudah membantu mengusir dua orang itu, aku sempat ketakutan sekali sampai merasa begitu takut hingga tidak berani untuk tidur. " Ucap Jelena yang langsung mendapatkan anggukan dari Victor. Entah Jelena curiga atau tidak bahwa dia adalah orang yang sama seperti sebelumnya, tapi Victor berharap Jelena tidak curiga akan hal itu karena dia masih ingin bisa menjaga Jelena seperti sekarang ini.


" Anda apa tinggal di dekat sini? "


Victor menunjuk ke arah rumah yang dia tinggali, dan Jelena hanya bisa terdiam dengan segala pemikirannya. Sejak kapan orang itu tinggal di sebelah rumahnya? Aneh, sungguh sangat aneh sampai Jelena merasa begitu ingin menjaga jarak dari orang yang sudah beberapa kali menyelamatkan dirinya.


Di sisi lain.


" Bu, jadi Ibu mau pergi lagi? " Tanya Tomy kepada Ibu Terra yang kini sedang asik memilih pakaian bayi melalui sebuah aplikasi belanja online. Tanpa menatap putranya Ibu Terra mengangguk cepat untuk menjawab pertanyaan putranya.


Tomy membuang nafas sebalnya.

__ADS_1


" Kalo ini akan berapa lama? "


Ibu Terra terdiam sebentar, menatap putranya seolah ingin mengatakan untuk jangan terus mengganggu konsentrasinya yang sedang fokus membeli pakaian bayi.


" Tentu saja Ibu harus menemani kakak mu, bagaimanapun melahirkan tanpa keluarga adalah hal yang sangat berat bukan? Lagi pula ini adalah cucu pertama Ibu, cucu yang akan menjadi kesayangan Ibu nantinya. " Ucap Ibu Terra terlihat begitu senang, bisa membayangkan akan menggendong cucunya, menghabiskan banyak waktu untuk membantu cucunya dalam tumbuh kembangnya. Ibu Terra dan suaminya berencana untuk mengasuh cucunya, tentu akan di bantu pengasuh bayi, sedangkan mereka berdua ingin Jelena kembali menjalani masa mudanya yang sempat tersita karena situasi dan kondisi.


Melihat wajah bahagia Ibunya yang sampai terlihat bodoh, Tomy hanya bisa menjebik kesal, memutar bola matanya karena merasa jengah sekali.


" Kalau begitu, aku mau ikut! Nanti kalau Ibu sudah ada cucu, bisa-bisa Ibu lupa padaku! "


Ibu Terra menaikkan sisi bibirnya dengan tatapan sebal.


" Anak jelek sepertimu, alangkah kasihan sekali kalau Ibunya juga melupakan nya. "


Tomy berdecih sebal, menatap Ibunya lalu segera membuang pandangan.


" Pokoknya aku ikut! "


Ibu Terra membuang nafasnya, yah tentu saja dia tidak akan melarang putranya ikut. Bagiamana pun akan baik juga untuk Tomy berada di dekat Jelena agar mereka bisa perlahan dekat dan menjalin hubungan selayaknya kakak juga adik.


Di luar kamar, Jemima terdiam menahan perasaan sedih dengan matanya yang memerah ingin menangis. Tidak, dia tidak rela kalau sampai semua orang sibuk mengurus Jelena. Cucu? Bagiamana bisa Ibunya mengatakan begitu banyak kalimat seolah menggambarkan bahwa anak yang akan di lahirkan Jelena akan menjadi segala-galanya. Sekarang posisinya saja sudah tidak kuat, di tambah adanya anak yang akan di lahirkan Jelena, jelas saja Jemima akan semakin tersingkir bukan?


" Tidak boleh, aku tidak ingin kehilangan segalanya, aku tidak ingin kehilangan cinta Aya dan Ibu, aku juga tidak ingin tidak terlihat di rumah ini. " Gumam Jemima.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2