Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 79 : Menonton Film


__ADS_3

Jelena menjalani hari-harinya dengan begitu bersemangat. Dia akan bangun di jam tertentu agar bisa menyusui bayinya, lalu pagi menyiapkan sarapan, setelah itu sebentar bermain bersama anaknya, lalu home schooling, dan sisa waktunya akan dia gunakan untuk kembali serius dalam membuka mini restauran. Iya, tadinya ingin membuka yang kecil-kecilan, tapi karena di dukung tempat yang strategis, di tambah Jelena juga memiliki cukup uang untuk sewa dan keperluan lainnya, akhirnya restauran ini sudah mulai di buka. Untuk menu, ada menu dari negaranya, juga menu dari negara dia tinggal untuk mengimbangi. Untungnya restauran yang di buka Jelena berada di seberang kampus, dan di kampung itu juga cukup banyak orang yang berasal dari negara sama dengannya. Yah, karena itulah restauran milik Jelena bisa di bilang cukup ramai.


Menjalani hari yang penuh dengan aktivitas tentu saja tidak mudah, dia juga sudah beberapa kali jatuh sakit karena kelelahan, tapi untunglah dukungan dari semua orang membuatnya selalu semangat dan merasa tidak ada yang tidak mungkin selama dia mau berusaha dengan baik.


Ini sudah hampir setahun Jelena menetap di sana, dan orang tua Victor sudah tak terhitung lagi berapa banyak mereka datang, begitu juga dengan Victor. Kedua orang tua Victor benar-benar terlihat sangat tulus menyayangi dan mencintai Mira. Mereka akan benar-benar menghabiskan banyak waktu, bahkan tidur malam juga pasti akan tetap bersama mereka, dan Jelena hanya perlu menyiapkan ASI-nya saja di freezer.


Seperti hari ini, Victor baru saja datang pagi-pagi tadi untuk menemui putrinya. Jelena sejak awal benar-benar menepati janjinya untuk menganggap Victor sebagai teman, rekan dalam mengasuh Mira. Jujur saja, selama beberapa bulan ini Jelena benar-benar kagum melihat sosok Victor yang jauh berbeda dari sebelumnya. Tidak ada lagi Victor yang akan memasang wajah serta tatapan dingin, tatapan matanya yang redup dan hangat selalu memancar dengan jelas apalagi saat bersama dengan Mira. Victor yang adalah seorang aktor terkenal, bayarannya sangat mahal, tubuh gagahnya selalu terbungkus kain mahal, benda mahal, kini terlihat nyaman dengan pakaian sederhana, menggendong Mira kesana kemari, bahkan Victor juga tidak ragu memandikan dan membersihkan kotoran Mira.


" Hari ini ada pekerjaan lain kah? " Tanya Victor kepada Jelena yang baru saja turun dari kamarnya karena kamar Jelena berada di lantai atas.


Jelena menggelengkan kepala sembari tersenyum. Tentu saja tidak, ini adalah hari Minggu, hari di mana Jelena akan menghabiskan waktu bersama dengan Mira. Tapi karena hari ini ada ada Victor, mau tidak mau dia juga harus bersama Victor juga bukan?


" Hari ini pergi menonton film yuk? "


Jelena nampak berpikir sebentar, yah tentu saja film yang di maksud Victor pasti bukan film dewasa bukan?


" Oke! "


Mereka saling tersenyum, menatap satu sama lain dengan pemikiran mereka sendiri.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian.


Victor sudah siap, dia benar-benar terlihat sangat tampan, rambutnya tertata rapih, harum aroma yang dia gunakan bahkan bisa tercium dari jarak beberapa meter, hebatnya aroma itu justru membuat candu, tak membosankan sama sekali. Melihat Victor yang sangat tampan, pakaian yang begitu cocok rasanya saat dia menggendong Mira agak membuat Jelena terpesona. Victor mirip seperti Ayah muda yang gagah dan tuan putri kecilnya. Hah...... Padahal wajah mereka sangat mirip, tapi kenapa ya rasanya Jelena masih tidak percaya jika akan ada mahluk kecil yang sama persis wajahnya dengan Victor?


Beberapa jam kemudian.


" Kau serius? "


Tanya Jelena menatap Victor dengan tatapan penuh tanya setelah Victor memberikan tiket film yang akan mereka tonton. Kenapa? Tentu saja karena tiket itu adalah sebuah film romantis, yang menurut pengasuh anaknya adalah film yang cukup banyak mengandung adegan panas.


" Kenapa? Aku melihat di internet bahwa film itu banyak di rekomendasikan karena memiliki alur cerita yang bagus, katanya adegan dewasanya juga sangat baik jadi- "


" Jadi apa? Kenapa mengajakku menonton film dewasa?! Kau, kau, kau sedang ingin menonton film gila apa?! Aku pikir kita akan menonton film untuk Mira. "


" Begini, Jelena. Anak kita itu kan tidak terlalu menyukai tontonan, jadi untuk apa mengajaknya untuk menonton? Lagi pula, kau lihat sendiri kan kalau anak kita tidur? " Jelena melihat ke arah Mira yang berada di gendongan Victor, tertidur dengan nyaman dan pulas.


" Ta tapi, tetap saja kenapa kita harus menonton film dewasa?! " Protes Jelena.


" Ya karena kita orang dewasa. "

__ADS_1


" Aku bu- " Jelena terdiam tak bisa melanjutkan apa yang ingin dia katakan. Benar, usianya sekarang sudah dua puluh tahun, di tambah dia juga sudah memiliki atau anak aneh sekali kalau dia mengatakan belum terlalu dewasa bukan? Hah! Selama ini hidupnya terlalu serius, bahkan menonton film dua puluh satu plus, atau film pembuatan anak dia tidak pernah. Ya, memang pernah melakukan itu dengan Victor sekali, tapi tetap saja hari itu masihlah hari yang tidak ingin Jelena ingat.


" Begini, sebenarnya aku mendapatkan tawaran untuk bermain film layar lebar yang mengandung banyak adegan ranjang, walaupun memang benar aku sudah pernah melakukanya aku juga butuh contoh, motivasi supaya aku bisa melakukan peranku dengan baik kan? "


Jelena terdiam, menatap kedua bola mata Victor sebentar dan menghela nafas setelahnya.


" Kau akan berperan seperti itu dalam film, lalu bagaimana kalau anak kita lihat suatu hari nanti? " Tanya Jelena yang menghindari tatapan mata Victor menyembunyikan bagaimana ekspresi nya sekarang.


Victor menghela nafas, lalu tersenyum kelu. Bohong sekali kalau dia tidak goyah saat melakukan adegan panas dalam film. Beberapa bulan lalu dia juga memerankan tokoh playboy yang harus membuat dirinya bersentuhan dengan wanita di layar kaca, tapi sekuat itu dia mencoba untuk menahan diri aga tak terlibat dengan lawan mainnya dalam film. Sebagai seorang pria normal tentu saja dia membutuhkan pelampiasan untuk memenuhi kebutuhan itu, tapi bisa apa dia? Bayang-bayang Jelena terus membayangi dirinya, apalagi saat mengingat Mira, rasanya dia tidak ingin memiliki kesan lebih buruk yang pasti akan di lihat oleh putrinya kelak.


" Kalau begitu, bisa tolong bantu aku menjelaskan kepada anak kita kalau aku hanya berpura-pura saja? Bantu aku menjelaskan kalau Ayahnya bekerja sebagai aktor, mau kan? "


Helena memutar bola matanya jengah.


Tak ingin lagi membahas soal itu, dan kini mereka sudah berada di dalam untuk melihat bagaimana isi film itu. Yah, di banding membuang uang sia-sia, lebih baik di tonton saja kan?


Benar saja, begitu ada adegan ciuman, lalu tokoh pria menjalankan hangatnya memegang dan menyentuh bagian terlarang, Jelena benar-benar membuang tatapannya karena tak sanggup melihat itu.


" Jadi, kau juga akan menyentuh bagian tubuh lawan main filmmu nanti? "

__ADS_1


Victor terdiam, menelan saliva merasa berat untuk mengiyakan pertanyaan Jelena barusan.


Bersambung.


__ADS_2