Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 43 : Bekerja Sama


__ADS_3

" Pasien sedang hamil muda, stres dan terkejut dapat memicu kerja jantung dan akan berakhir seperti ini. Tidak ada yang terjadi dengan bayinya, hanya saja akan lebih baik jika lebih memperhatikan suasana hatinya juga. Pasien masih sangat muda, jadi tolong bantu dia agar tetap menjaga emosinya, dan pastikan jangan membuatnya stres atau jangan sampai sangat terkejut seperti sekarang. "


Ibu Terra terdiam dengan wajah terkejut, Ken juga sama.


Selama ini Ken sudah mencari tahu benar bahwa Jelena sama sekali tidak pernah melakukan hal-hal yang melenceng. Meski sempat ingin di jual ke rumah bordir beberapa kali, bahkan pernah di berikan kepada pria hidung belang untuk melunasi hutang, nyatanya Jelena bisa selamat dari situasi mengerikan itu. Jadi bagaimana bisa Jelena hamil, dan siapa yang melakukannya?


Ken mengeryitkan dahi, lalu memasang wajah terkejut tanpa kata begitu dia teringat dengan Victor. Cara Jelena merespon ucapan Victor, dia seperti menyimpan kemarahan dengan pria itu, jadi apakah benar Victor orangnya?


" Ken, bagaimana ini? Kita benar-benar sudah terlambat, Violet ku akan kehilangan masa mudanya, kita terlambat benar menyelematkan masa mudanya Violet. " Ucap Ibu Terra menahan tangis kesedihan.


Ken terdiam sebentar, bukan lagi itu yang sekarang Ken pikirkan, tapi mengingat tubuh Jelena yang begitu kurus, apakah sungguh dia mampu menjalani kehamilan ini? Normalnya Ibu hamil akan gemuk atau berisi, tapi Jelena benar-benar terlalu kurus bukan?


" Ken, kita langsung bawa pulang saja Violet ya? Aku tidak ingin dia tinggal di rumah itu, bekerja di saat hamil. Meskipun aku sangat terkejut dengan keadaan Violet yang sedang hamil, tapi aku akan tetap merawat putriku, juga cucuku. Aku akan benar-benar menjaga dia dengan tanganku sendiri, aku tidak ingin dia menderita dan merasa tidak memiliki siapapun. "


Ken mengangguk paham meski dia sedang berpikir keras bagaimana dia akan mengambil Jelena dari Victor dan tidak akan menimbulkan masalah apapun nantinya.


Setelah Jelena tersadar, Ibu Terra dan Ken langsung menyambutnya dengan senyum bahagia. Jelena tentu saja masih bingung harus bagaimana, tapi begitu kembali menatap wajah Ibu Terra dia merasa cukup lega karena ternyata orang tua yang gila uang, gila judi, dan gila obat-obat terlarang bukanlah orang tua kandungnya.


" Violet, maksudku Jelena. Bagaimana kalau setelah ini kau langsung pulang saja bersama Ibumu? " Ucap Ken.


Jelena terdiam sebentar, tentu saja dia menginginkan hal itu, tapi sudah jelas semua tidak akan mudah untuknya bukan? Tiba-tiba saja dia akan memiliki orang tua baru, meskipun sebenarnya itu adalah orang tua kandungnya. Dia masih belum siap untuk bergabung dalam keluarga yang pasti kebiasaannya akan sangat asing bukan?


" Tidak tahu, aku tidak tahu harus menjawab apa. " Ujar Jelena membuat Ken dan juga Ibu Terra saling menatap dengan pemikiran mereka masing-masing.

__ADS_1


" Sayang, kau sedang hamil, jadi kau tidak perlu bekerja di tempat itu. Ibu akan merawatmu dengan baik, dan Ibu tidak akan membiarkanmu menjalani kehamilan ini seorang diri. " Bujuk Ibu Terra.


" Tidak bisa, aku tidak bisa pergi begitu saja. Aku terikat perjanjian dengan Tuan Victor, dia pasti tidak akan mengizinkan aku keluar dari rumah sebelum anak ini lahir. "


Ibu Terra terkejut, menatap Jelena dengan bingung.


" Jadi benar, pria itu Ayah dari bayi di perut mu? " Tanya Ken.


Jelena terdiam sebentar, lalu mengangguk.


Ken menghela nafasnya, entah mengapa dia benar-benar merasa kesal sekali karena dugaannya jutsru benar.


" Kalian sudah menikah? Ataukah dia hanya menunggu bayinya saja lahir, dan tidak menikahimu? "


" Kami sudah menikah, dan pernikahan ini hanya kan berlangsung sampai bayi ini lahir, dan terbukti bahwa anak ini adalah anaknya Tuan Victor. "


Ibu Terra memegangi dadanya yang terasa begitu sakit. Cobaan apa lagi ini? Kenapa Tuhan begitu jahat terhadap putrinya? Sejak kecil hingga dewasa Jelena selalu mendapatkan ketidak adilan, kesedihan, jadi kenapa kesedihan itu tidak ada habisnya?


" Maksudnya adalah, begitu bayi ini terbukti anak dari pria itu, pernikahan kalian akan berakhir dan bayi ini akan mereka ambil? "


Jelena mengangguk.


Berbeda dari Ibu Terra yang begitu syok dan sedih, Ken Benar-benar menjadi sangat marah hingga mengepalkan tangannya begitu kuat sampai gemetar.

__ADS_1


" Manusia sampah itu, berani sekali memperlakukan orang lain seperti binatang saja. Kau tidak menyerahkan dirimu bukan? Dia yang memaksa mu bukan? Lalu kenapa dia bertindak seolah kau adalah wanita yang memiliki tujuan tertentu? Hanya karena memiliki uang dan ketenaran, dia pikir bisa memperlakukan wanita seenaknya? " Ken benar-benar terlihat marah, tatapan matanya, nafanya yang menderu seolah ingin menghabisi Victor benar-benar tidak bisa dia tutupi.


Kesal, sungguh dia kesal dan marah karena Jelena sampai di perlakukan seperti itu. Kalaupun memang benar Jelena yang menggoda lebih dulu, apa pantas dia di perlakukan seperti tidak lebih baik dari sampah? Mengambil bayi setelah Jelena melahirkan? Apakah menurut Victor hamil dan melahirkan adalah hal mudah? Hamil berarti menghancurkan tubuh, menghancurkan v****a jika lahir secara normal. Bagaimana bisa ada manusia sampah yang tega melakukan itu? Tidak, Ken Benar-benar tidak bisa menerimanya, dan dia tidak tahan lagi untuk mengajar Victor tidak perduli apakah akan mati atau tidak nanti.


" Ken! " Ibu Terra menahan lengan Ken yang akan keluar dari kamar rawat. Tentu saja melihat ekspresi marah sampai wajahnya memerah, Ken pasti akan melakukan sesuatu yang fatal terhadap Victor bukan?


" Jangan melakukan hal yang akan membuatmu terjerat hukum. Aku, suamiku, dan jual Violet benar-benar membutuhkanmu. "


Ken membuang nafanya, mengusap wajahnya dengan kasar. Dia diam sebentar mencoba untuk membuat dirinya tenang, dan jangan sampai membuat semua orang kesulitan karena emosinya yang menggebu.


Jelena benar-benar tak tahu harus bagaimana, dia terkejut sekali saat ada orang lain yang begitu tak terima dengan apa yang menimpanya.


Ken menoleh menatap Jelena dengan tatapan serius.


" Beritahu aku apa yang sebenarnya kau rasakan, kau ingin anak itu untuk tinggal bersama dengan mu setelah lahir, atau kau akan menyerahkan anak itu kepada si sampah bernama Victor itu? "


Jelena menyentuh perutnya, tentu saja dia ingin bayinya, tentu saja dia ingin menjaga bayinya sendiri, tapi apakah dia benar-benar bisa melakukanya, apakah bisa dia melawan keluarga Victor yang sulit untuk di hadapi itu?


" Baiklah, aku tahu apa jawabannya. " Ucap Ken yang bisa membaca segalanya hanya dengan melihat ekspresi Jelena saat menyentuh perutnya.


" Sebentar lagi dia akan datang kesini, jadi bekerja samalah denganku untuk mendapatkan apa yang kau inginkan. " Ucap Ken dengan tatapan yang begitu aneh, juga menekan membuat Jelena seperti tak bisa mengatakan kata tidak.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2