Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 65 : Rumor Buruk


__ADS_3

Jelena membulatkan matanya terkejut melihat berita yang di kirimkan oleh Ibunya beberapa saat lalu. Walaupun tidak langsung dan jelas menyebutkan nama Victor, jelas saja kebanyakan komentar yang di tinggal di sana menduga bahwa itu adalah Victor, dan juga kedua orang tuanya. Sungguh Jelena tidak menyangka kalau akan secepat ini semua terjadi setelah belum lama Victor mengatakan kepadanya.


Tidak tahu harus mengatakan apa, Jelena terdiam menahan segala perasaannya yang mulai kacau. Padahal niatnya pergi sampai ke luar negeri untuk mendapatkan Mada yang tenang, pikiran yang lega, melakukan apa yang ingin dia lakukan, juga mendapatkan keinginannya yaitu, membuka sebuah mini restauran. Tapi sepertinya ujian memang selalu datang di waktu yang tidak terduga. Selama beberapa bulan lalu kehidupannya terasa berjalan seperti yang dia inginkan, dan sekarang dia sudah harus memutar otak untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.


" Kenapa semuanya jadi seperti ini? Aku harus bagaimana? Kalau begini terus, bukankah apa yang di katakan Tuan Victor benar-benar akan terjadi? " Gumam Jelena, membuang nafasnya karena perasaan penat, pusing kini sudah mulai dia rasakan. Jelena sebenarnya membatin apakah saran dari Victor memang jalan yang terbaik? Tapi jika Jelena memilih jalan itu, sudah pasti akan mendapatkan penolakan dari orang tuanya bukan? Bisa saja justru nantinya orang tua Jelena akan lebih gila dalam bertindak karena merasa jika Victor sudah mempengaruhi Jelena, atau kembali menekan Jelena dengan cara yang berbeda.


Victor juga merasakan yang sama, dia merasa cukup tertekan karena masalah ini. Jujur saja ini adalah untuk pertama kali Victor mendapatkan rumor buruk tentangnya. Sejak awal dia debut sebagai aktor, ada banyak penggemar yang terus memuja dirinya, memuja aktingnya yang sangat bangus dan juga menjiwai. Peran protagonis, peran antagonis, semua dapat Victor lakukan dengan mudah, bahkan untuk suara dia juga memiliki warna suara yang menarik. Suara berat milik pria, tapi karena Victor lebih tertarik untuk akting dah juga modeling, dia meninggalkan kegiatan untuk bermusik.


Sial!


Victor memaki di dalam hati, sungguh dia kesal juga pusing karena tidak rela jika karir yang sudah dia bangun selama sepuluh tahun ini hancur begitu saja karena satu rumor. Jelas saja walaupun tidak menyebutkan nama lengkap, tapi aktor peran, model pria dengan inisial V, anak dari sepasang pembisnis yang terkenal tentu saja semua orang mengarahkan tuduhannya kepada Victor seorang.


Hari ini ponselnya benar-benar terus berdering tiada henti. Entah itu dari orang tuanya, dari Juno, dari managernya, bahkan dari CEO agensinya juga menghubungi Victor.

__ADS_1


Tidak tahu harus mengatakan apa, Victor memilih untuk tidak memberikan jawaban kepada mereka, mengabaikan saja setidaknya sampai keadaan sedikit lebih tenang.


Victor menjauhkan ponselnya, melihat ke jendela rumah Jelena. Sepertinya hari ini Jelena juga tidak keluar dari rumah, rasanya Victor ingin kesana dan melihat keadaan Jelena, juga memberitahu apa yang terjadi. Tapi Victor tiba-tiba saja berpikir apakah sungguh ini akan berguna? Jelena jelas tidak memiliki perasaan tertarik padanya, tidak gila uang juga, tidak menginginkan apapun tentang Victor, tapi apakah sungguh semua harus menjadi seperti sekarang? Karier, kehidupan yang dia impikan seakan sulit untuk di raih, jadi apakah jika meraih Jelena saja untuk menyelamatkan kedua belah pihak dia juga tidak pantas?


Cukup lama Victor terus terdiam menatap jendela rumah Jelena, tapi Jelena sama sekali tidak terlihat. Rasanya dia ingin sekali tahu bagaimana pendapat Jelena mengenai rumor buruk tentangnya, ah! Apakah justru Jelena akan mengatakan jika rumor ini adalah kenyataan, karena memang selama ini baik Victor atau orang tuanya selalu mendapatkan apa yang dia dapatkan tidak perduli perlu menekan orang lain atau tidak?


Victor menghela nafas, lelah sekali membiarkan otaknya terus berpikir, dan dia menjadi semakin tidak tahan saja. Victor bangkit dari duduknya, keluar dari rumah dan tujuannya adalah untuk menemui Jelena, tidak tahu apa yang akan dia bicarakan nanti yang penting bertemu saja dengan Jelena dulu.


" Ibu, apakah aku boleh ikut kesana? " Tanya Jemima kepada Ibu Terra yang kini tengah bersiap-siap sebelum menuju ke bandara sekitar empat jam lagi.


Ibu Terra menghela nafas, sebenarnya Ibu Terra juga merasa kasihan dengan Jemima yang kurang di perhatikan beberapa waktu ini. Tapi mau bagaimana lagi? Dia benar-benar sibuk dengan pekerjaan, Jelena, juga harus membagi waktu antara Tomy dan Jemima sebaik mungkin. Ibu Terra berpikir bahwa Jemima tidak membutuhkan begitu banyak perhatian seperti Jelena yang sedang hamil seorang diri di luar negeri, Tomy yang masih suka seenaknya, melakukan apa saja yang dia inginkan tidak perduli, atau masih belum bisa membedakan apakah yang dia lakukan akan menyakiti hati orang lain atau tidak.


" Bagaimana dengan kuliah mu nanti? " Tanya Ibu Terra yang langsung membuat Jemima tak ingin bicara lagi. Bagiamana dengan kuliah? Bukankah Tomy saja bisa mengambil sekolah dari jarak jauh? Sungguh Jemima ingin mengatakan hal itu tapi tertahan begitu mengingat siapa dia di rumah itu.

__ADS_1


" Jemima, kau tahu Ibu pergi bukan untuk liburan kan? Ibu janji akan mengusahakan segera kembali menemani mu di sini. Jelena benar-benar butuh ada yang mendampingi karena Victor, pria itu terus menganggu Jelena, Ibu takut Jelena akan goyah dan jatuh kembali pada Victor dan terjerat dengan perangkapnya. "


Jemima masih tak ingin bicara, apapun yang di katakan Ibu Terra seperti hanya alasannya saja. Padahal Jemima juga tidak ingin benar-benar ikut untuk menemui Jelena, tapi larangan Ibu Terra membuat Jemima semakin menyimpulkan bahwa Ibu Terra memang semakin jauh darinya, perlahan kehilangan perasaan perduli dan sayang kepada dirinya.


" Baiklah, aku kembali ke kamar ku dulu, Bu. " Ujar Jemima lalu segera meninggalkan kamar Ibunya setelah mendapatkan anggukan dari Ibu Terra.


Seraya kaki melangkah, di sana juga pula lah Jemima semakin merasa terbuang dan perlahan di dorong untuk menjauh dari tempat yang sudah sembilan belas tahun itu memberikan kebahagiaan, menemaninya tumbuh sejak lahir hingga sekarang.


Begitu sampai di dalam kamar, Jemima membuka laptop nya, menuliskan beberapa kalimat di blog pribadinya sebagai ungkapan kesedihan. Dia mengatakan kebenaran jika selama ini antara dia dan juga anak kandung pemilik asli telah di tukar oleh pihak yang menginginkan keuntungan. Kekhawatiran akan terbuang setelah mendapatkan perlakukan yang tidak seperti dulu, di tambah dia yang jarang memiliki waktu untuk mengobrol dengan kedua orang tuanya karena kedua orang tuanya sudah begitu sibuk mengurus Jelena yang sedang hamil di usia muda yaitu, sembilan belas tahun.


Saat menulis itu Jemima benar-benar seperti mencurahkan isi hati saja, tapi tanpa sadar apa yang dia tuliskan itu akan membuat masalah yang semakin besar untuk semua orang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2