Benih Terlarang

Benih Terlarang
BAB 67 : Egois Bertemu Egois


__ADS_3

" Semakin lama, mereka benar-benar semakin terang-terangan ingin melemparkan bola api kepada kita. Padahal yang kita inginkan hanya cucu kita saja bukan? " Protes Ibunya Victor setelah melihat berita tentang putra mereka, juga mereka tak kunjung mereda padahal ini sudah hari ke empat mereka meminta orang-orangnya untuk menekan berita itu, dan membuat bukti sebanyak mungkin untuk mengelak. Sayang sekali pihak Jelena seperti membuat perlindungan dan seperti terus menghilangkan tanpa izin bukti yang coba di keluarkan oleh mereka sehingga sulit bagi kedua orang tua Victor memperbaiki citra mereka.


" Tentu aja mereka tidak akan membiarkan kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Cucu kita artinya juga cucu mereka jadi mana mungkin mereka akan memberikan cucu mereka kepada kita? Terlebih mereka juga tahu kalau Victor adalah anak tunggal, dan mereka sudah pasti tahu kalau kita tidak akan bisa membagi cucu kita. "


Ibunya Victor membuang nafasnya, dia tahu dan paham benar kalau pandangan masyarakat akan mempengaruhi Ekomoni, pendapatan mereka cepat atau lambat. Tapi karena ini masalah yang cukup pelik, mereka juga tidak akan mundur apapun yang terjadi. Bukan sombong dengan uang yang mereka miliki, bahkan mereka pasti masih bisa memberikan kehidupan yang jauh lebih baik dari pada kata baik untuk cucunya nanti, mereka juga yakin benar tidak akan pernah membuat cucu mereka kelaparan meski mereka tidak bekerja nanti.


" Orang kita memberikan kabar, sepertinya kita bisa membalikan keadaan dengan keberuntungan ini. " Ucap Ayahnya Victor sembari memutar layar laptop untuk menghadap ke arah Ibunya Victor. Ibunya Victor tentu saja tersenyum senang melihat keberuntungan yang mereka dapatkan. Blog pribadi milik salah satu putri mereka, menceritakan tentang bagaimana keadaan rumah, dia menempatkan dirinya sebagai korban dari orang tua kandungnya, juga menjadi korban orang tua yang selama ini sudah mencintainya. Sekarang setelah dia tahu bahwa Jemima bukanlah anak kandung mereka, Jemima seperti perlahan di jauhi dan seperti tempat pembuangan adalah akhir untuknya.


Dramatis, belum lagi kalimat yang di tulis Jemima di sana, kalimat yang seolah menempatkan orang tua kandung Jelena seperti pilih kasih, menyerahkan apa yang dulunya milik Jemima dan perlahan akan kembali kepada Jelena. Jemima benar-benar terlihat kasihan dalam blog pribadinya, dia bahkan juga mengatakan bahwa Jelena hamil dan entah anak siapa, merendahkan Jelena meski kalimat yang di gunakan Jemima begitu sopan. Dia seperti membandingkan dirinya dengan Jelena, Jemima yang sibuk kuliah dan menjalani hari-hari nya seperti kebanyakan anak muda zaman sekarang, sedangkan Jelena bahkan sudah Jamil, bahkan bukti pernikahan juga tidak ada.


Jelas saja banyak orang yang berkomentar di sana, ada yang begitu mengasihani Jemima, dan banyak sekali yang memaki Jelena, bahkan mengutuk Jelena untuk mati bersama bayi yang ada di dalam perutnya.


Orang tua Victor benar-benar mengolah itu dengan baik, dia mencoba membuat blog pribadi itu sebagai cerminan bagaimana anak yang sudah di besarkan selama sembilan belas tahun begitu menyedihkan, juga melakukan dua peran yang begitu jelas yaitu, sebagai korban juga sebagai tersangka sekaligus. Dia akan membuat orang tua Jelena sibuk dengan berita itu, membiarkan kesalahpahaman timbul di dalam keluarga, menyalahkan satu sama lain karena orang tua Victor yakin benar bahwa Jemima akan menjadi, semakin menjadi karena kebencian terhadap Jelena akan semakin tumbuh, dan itu akan membuat orang tua mereka kacau dan mau tidak mau kekacauan itu akan memicu tindakan tegas dari orang tua mereka.


" Aku benar-benar tidak sabar lagi. " Ujar Ibunya Victor.

__ADS_1


Baru saja mereka merasa senang, tiba-tiba saja Victor menghubungi mereka. Tentu saja Ibunya Victor malas untuk menjawab karena dia sudah tahu apa yang akan di katakan oleh Victor nantinya. Tapi karena dia juga penasaran dengan kabar putranya, pada akhirnya Ibunya Victor menerima panggilan suara dari Victor.


Ibu, jangan membalas lagi, aku mohon. Rumor tentang ku kemarin sudah benar-benar membuat ku hampir gila.


Ibunya Victor membuang nafas sebalnya. Memang siapa yang mau menghabiskan waktu untuk melakukan serang menyerang seperti ini kalau bukan untuk mendapatkan cucunya? Ditambah lagi mereka semua sama-sama saling menatap tak kenal takut, juga ingin menunjukkan mereka memiliki kekuatan yang mampu bertahan dan terus menyerang tanpa gentar.


" Hentikan, dan jangan banyak mengeluh! Kau pikir muda untuk kami melupakan cucu kami? Walaupun kau sekarang berubah pikiran, bersedia menikah dan memiliki banyak anak, tapi kami tidak akan membiarkan satu saja cucu kami tidak berada bersama kami. "


Ibu, please! Hentikan, jangan membuat semakin runyam. Percayalah padaku kali ini, kalau Ibu dan Ayah tidak berhenti, keluarga Jelena juga tidak akan berhenti. Tolong, hentikan sebelum semuanya menjadi jauh lebih kacau.


Di tempat lain.


Ibu Terra kini sudah sampai di rumah Jelena, dia tidak pergi membawa Tomy atau siapapun karena selama di perjalanan dia memikirkan masalah yang terjadi, dia datang bukan untuk tujuan menemani Jelena, melainkan untuk membawa Jelena kembali ke negara mereka agar Ibu Terra bisa menahan Jelena lebih intensif.


" Ibu, aku tidak nyaman berada di sana. Aku ingin di sini, aku janji akan tetap baik-baik saja. Aku mohon..... " Pinta Jelena kepada Ibu Terra yang pada akhirnya tetap tidak bisa membuat Ibu Terra lebih keras lagi berusaha. Dia tidak tega saat melihat Jelena memohon dengan tatapan seperti itu padanya. Aneh memang, tapi dia juga tidak tahu kenapa hatinya begitu rapuh, mudah tersentuh terhadap putrinya itu.

__ADS_1


" Baiklah, karena kau bersi keras, Ibu akan tinggal di sini menemani mu, sampai kau melahirkan nanti. "


Jelena mengangguk saja karena tidak tahu harus mengatakan apa.


Mereka kini tengah mengobrol bersama sembari membuka semua barang bawaan Ibu Terra yang adalah baju bayi. Sangat lucu dan menggemaskan sekali, padahal Jelena saja masih tidak tahu apakah laki-laki atau perempuan anak yang dia kandung. Sebenarnya bisa saja Jelena tahu, tapi karena Jelena ingin merasakan kejutan gender saat melahirkan nanti, makanya Jelena meminta Dokter untuk tidak menyebut gender bayinya selama menjalani pemeriksaan.


Tiba-tiba saja Ayahnya Jelena menghubungi Ibu Terra.


" Bagaimana bisa? " Tanya Ibu Terra yang terlihat begitu terkejut membuat Jelena juga terlihat gugup.


" Baiklah, aku akan baik-baik menjaga Jelena, kau di sana juga jaga kesehatan, semoga masalah ini cepat selesai, aku titip anak-anak juga. "


" Ada apa, Bu? " Tanya Jelena setelah sambungan telepon Ibunya berakhir.


" Keluarga Horison, dia sepertinya kembali membuat ulah. Ibu masih kurang paham, tapi entah apa hubungannya sampai Ayah mu menyebut nama Jemima juga. "

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2