Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
bab 1


__ADS_3




* 2016 *


Diandra Calista gadis berumur 17 tahun sedang menerima kelulusan SMA, Guru mengumumkan nilai mereka, dan nilainya Diandra termasuk yang sangat bagus, bukannya senang Ia malah menampilkan wajah sedih, Ia selalu dapat juara 2 di jurusan IPA.


Cita-citanya ingin jadi Dokter hebat, tapi itu cuma mimpi karena untuk kuliah jurusan kedokteran harus memerlukan banyak uang sedangkan Ia gak punya uang karena kedua orang tuanya sudah meninggal akibat kecelakaan.


Ia hanya tinggal berdua dengan Neneknya.


Diandra hanya menitikkan air mata, Ia berlari pergi dari sekolah.


Diandra naik taksi dan langsung minta diantar ke makam.


Sesampainya di depan pemakaman.


Diandra berjalan pelan masuk ke kawasan pemakaman, air mata Diandra mulai menetes saat melihat makam kedua orang tuanya.


Diandra langsung berjongkok dan memegang makam itu.


"Diandra rindu sama Papa dan Mama, Diandra ingin sekali bertemu kalian lagi walau hanya dalam mimpi," ucap Diandra.


Setelah agak lama di makam, Diandra langsung berjalan pergi dan kembali mencari taksi.


Taksi berhenti di depannya, Diandra langsung masuk.

__ADS_1


"Pak ke jalan manggis nomor 56," ucap Diandra


Taksi pun mulai jalan, dipertengahan jalan taksi mulai oleng dan menabrak pohon palem.


Pintu taksi terbuka hingga membuat Diandra terjatuh ke tepi jalan, kepala Diandra terbentur.


* 1998 *


Perlahan Diandra membuka mata dan melihat hari sudah gelap.


Diandra mencari taksi yang membawanya tapi tidak ada, Ia bangkit dan melihat ke sekeliling yang sudah agak sepi.


Diandra hanya bingung karena tadi saat dia pulang dari makam masih pukul 2 sore.


Apa mungkin aku tertidur di sini batin Diandra


Diandra memegang kepalanya yang sedikit agak sakit.


Diandra juga tidak mengenali tempat itu karena seperti bukan di daerah yang dilewatinya tadi.


Diandra melihat seseorang naik sepeda, orang itu langsung berhenti saat melihat Diandra kebingungan.


Pesepeda itu menatap ke arah Diandra yang terlihat kumal.


"Mas, bisa bantu saya cari taksi gak?" tanya Diandra


Orang yang bersepeda itu bernama Niko Pratama.


"Jam segini taksi gak ada Mbak, memangnya mau pulang kemana?" tanya Niko

__ADS_1


"Jalan Manggis," kata Diandra


"Oh gak jauh dari sini, ayo saya antar naik sepeda," ucap Niko


Diandra terlihat agak takut.


"Tenang saja saya ini seorang pelajar bukan penjahat," ucap Niko sambil membuka tasnya.


Niko memperlihatkan kartu pelajarnya pada Diandra.


Diandra melihat kartu itu dan langsung percaya pada Niko.


"Ayo naik," ajak Niko


Diandra langsung duduk di belakang dan memegang baju Niko.


"Nama kamu siapa?" tanya Niko


"Diandra Calista," jawab Diandra


"Aku Niko Pratama, o ya kok kamu bisa ada di sini?" tanya Niko


"Tadi taksi yang saya tumpangi menabrak pohon palem lalu saya jatuh ke jalan, pas saya sadar taksinya sudah tidak ada, dan yang lebih anehnya tempatnya juga seperti berubah," kata Diandra yang masih bingung.


"Mungkin kamu lupa, bentar lagi kita sampai, rumah kamu yang mana?" tanya Niko


Diandra melihat-lihat dan tidak ada bangunan rumah yang biasa ditempatinya.


Diandra turun dari sepeda dan langsung melihat ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang, Diandra merasa salah tempat tapi pandangannya langsung tertuju pada tempat potong rambut Kakek Jailani.

__ADS_1


Niko hanya diam melihat Diandra yang sedang bingung, dia hanya mengira Diandra berbohong padanya.


__ADS_2