
Diandra mematung di tempat itu, matanya terus tertuju pada tempat gelap dimana orang itu hilang.
Pasti salah lihat batin Diandra
Diandra melihat ponselnya, Ia mengangkat ponselnya tinggi-tinggi untuk mencari sinyal.
Sinyal mulai ada tapi cuma satu garis, dan saat diturunkan ke bawah sinyal kembali hilang.
Diandra berbalik pergi, Ia kembali menuju tenda khusus para medis.
Semuanya sudah tertidur karena lelah.
Tadi setelah makan malam, Diandra memeriksa pasien lagi makanya Ia sedikit terlambat kembali ke tenda. Bukan cuma Diandra tapi Anet juga terlambat.
Diandra keluar sebentar mencuci muka, tangan dan kaki.
Karena sulit untuk mandi jadi semuanya hanya mandi 2 kali sehari itupun dengan antrian panjang.
Diandra kembali ke dalam tenda, walau itu tenda tapi di dalamnya dilengkapi lemari untuk menyimpan barang mereka, ada juga ranjang untuk tidur.
__ADS_1
Diandra langsung berbaring di samping Anet, satu ranjang untuk 2 orang.
"Dok, saya tidur dulu," ucap Anet
Diandra mengangguk.
Setelah Anet memejamkan mata, Diandra memakai headset, Ia mendengarkan lagu-lagu lama. Sebenarnya Ia tidak terlalu tau lagu lama karena saat lagu itu tren Ia masih kecil, tapi karena Mike sangat suka lagu lama dan sering memutarnya di apartemen jadi Ia ikut suka. Lagu yang sering Mike putar seperti lagu kenangan terindah milik band samsons, lagu rasa ini milik the titans, juga lagu-lagu peterpan, dan masih banyak lagu-lagu lama yang Ia suka.
*
Di sebuah penginapan, Mike juga sedang mendengarkan lagu sambil melihat ke arah bintang di langit, Ia duduk di dekat jendela kaca hingga langit malam terlihat jelas.
Mike membuka headsetnya lalu menutup tirai kaca, Ia berjalan kembali ke tempat tidur.
Karena sudah larut, Ia langsung tertidur pulas, tapi jelas tidurnya tidak pernah tenang, selalu muncul kerutan diantara alisnya.
Beberapa tahun diluar negri tiada satu hari pun Ia tidur dengan tenang.
Walau Ia berusaha melupakan semuanya tetap tidak bisa.
__ADS_1
Keesokan harinya Mike sudah bersiap untuk datang lagi ke tempat pengungsian.
Karena banyaknya tenda Ia harus memeriksa satu persatu.
Ini pertama kalinya Dito pulang kampung lagi setelah berada di luar negri, Ia tidak menyangka hal ini akan terjadi pada Dito, Dito adalah orang yang menemaninya bertahun-tahun.
Dito bukan hanya asistennya tapi juga teman yang sudah dianggap seperti saudara, jadi saat mendengar berita tentang bencana di tempat tinggal keluarga Dito, Ia langsung terbang pulang menempuh perjalanan belasan jam dan langsung menuju tempat kejadian.
Mike memakai masker dan topi seperti biasa, walau Ia sudah vakum selama 5 tahun tapi karena Ia pernah jadi idola remaja di masanya membuat wajahnya sulit dilupakan.
Ia berjalan dari tenda ke tenda sambil memperhatikan orang-orang, Ia mulai dari tempat pengungsian orang yang sehat, tapi tidak mendapatkan hasil.
Ia akan bertanya ke petugas tapi petugas belum selesai mengumpulkan data.
Mike berjalan tanpa hasil, Ia duduk sebentar di luar tenda, tangannya bersatu saling berkait.
Ia mengeluarkan ponsel dari sakunya tapi saat Ia ingin menelpon, sinyal hanya satu itupun kadang ada kadang tidak ada.
Mike mengeluarkan nafas lelahnya lalu berjalan pergi karena hari sudah agak siang, Ia cukup lapar karena tadi pagi hanya sarapan sedikit.
__ADS_1