
Pagi hari, cahaya sudah mulai menyelip diantara tirai-tirai jendela kaca.
Mike membuka matanya lalu langsung melihat kearah kirinya, saat melihat Diandra masih tertidur memeluknya Ia langsung sadar jika yang terjadi semalam bukan mimpi, mereka beneran sudah jadi suami istri, saat ini orang yang selalu dimimpikan sejak Ia kecil sudah jadi istrinya.
Tangan kanannya menyentuh lembut wajah Diandra yang masih tidur pulas.
Perlahan Diandra membuka matanya, Ia melihat Mike sudah menatapnya sambil memegang wajahnya.
"Lelah?" tanya Mike saat melihat mata sayu Diandra.
Diandra mengangguk, Ia memang sedikit lelah karena kurang tidur.
Ini lebih melelahkan daripada bekerja 12 jam di rumah sakit.
"Ya sudah tidur sebentar lagi, jam 8 sarapan bersama," Mike bangkit duduk, Ia keluar dari selimut dan langsung berdiri.
Diandra melihat tubuh telanjang Mike, karena panik Ia langsung menutup wajahnya dengan selimut.
Mike tersenyum melihat tingkahnya, "Bukankah tadi malam semuanya sudah terlihat, kenapa masih malu?"
Diandra hanya diam, jadi Mike langsung berjalan ke kamar mandi, setelah bunyi kamar mandi tertutup barulah Diandra membuka selimutnya. Ia langsung tersenyum lalu kembali memejamkan matanya.
Di dalam kamar mandi, Mike langsung mandi di bawah shower.
__ADS_1
Wajah bahagianya langsung berubah saat Ia mengingat hal di Eropa.
Ia mengusap air di wajahnya, tapi air terus menerus membasahi wajahnya.
Setelah bersih, Mike mematikan shower lalu menjangkau handuk.
Ia keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk, melihat sebentar kearah istrinya yang kembali tidur, sambil mengusap air di rambut menggunakan handuk kecil, Ia membuka lemari pakaian santainya.
Karena ini pakaian santai jadi tempatnya menyatu dengan pakaian milik Diandra. Ia mengambil kaos putihnya yang memang kebanyakan kaosnya warna abu-abu dan putih.
Ia memakai kaos putih dan celana pendeknya seperti tadi malam walau pakaian berbeda.
Setelah selesai berpakaian, Ia mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai karena Ia buang acak.
Sebelum keluar dari kamar, Ia mendekati Diandra sebentar lalu mencium keningnya.
"Terima kasih untuk tadi malam," ucapnya pelan lalu berjalan keluar kamar.
Ia melangkah turun lalu menuju dapur, saat ini pembantu sedang menyiapkan sarapan.
"Pagi Tuan," ucap para pembantu senang karena wajah Mike terlihat berseri-seri.
"Pagi," jawab Mike yang langsung duduk.
__ADS_1
"Cappucino?" tanya pembantu
"Ya," Mike mengangguk
Mike duduk sambil membuka-buka ponselnya, karena orang di rumah ini sebelum bekerja sudah mengucap janji untuk tidak berbicara apapun tentang Tuan mereka di luar jadi berita tentang Mike menikah tidak tersebar.
Jika ada yang berkhianat maka akan langsung dipecat jadi jelas semuanya tidak ada yang berani bicara sembarangan, karena saat ini sangat sulit cari kerja yang gaji besar, kerja tidak terlalu berat, punya majikan baik.
Mike meneguk cappucino nya sambil memainkan game, karena terlalu asyik Ia tidak sadar jika Diandra sudah duduk di depannya.
Para pembantu tersenyum saat melihat Diandra menatap ke arah Mike tanpa suara.
Diandra mengambil pelan ponsel Mike, Mike tersadar dan langsung melihat kearah Diandra yang sedikit kesal.
"Pagi Istri," ucapnya
Diandra hanya diam lalu menyimpan ponsel Mike di meja.
Wajah cemberutnya membuat Mike merasa bersalah, Ia langsung berdiri mengecup bibir Diandra.
Semua pembantu langsung menoleh kearah lain karena tau kalau Nyonya mereka pasti akan malu dan benar saja wajah Diandra langsung merah karena malu, Ia panik dan langsung melihat kearah pembantu yang sudah pura-pura sibuk dengan pekerjaan masing-masing, entah sejak kapan mereka bubar.
Mike hanya tersenyum melihat wajah kesal Diandra berubah jadi panik.
__ADS_1