Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
104


__ADS_3

Beberapa hari berlalu


Di bandara semuanya keluar tidak dengan sembunyi-sembunyi, beberapa fans melihat di bandara dan menghentikan langkah mereka hingga kepulangan sedikit terlambat.


Saat di dalam mobil, Mike mengirim pesan pada istrinya.


Di rumah sakit, Diandra yang baru akan pulang tersenyum melihat ponselnya.


Di parkiran, Diandra melihat mobil yang dikenalnya, dia tersenyum lebar lalu berjalan cepat menuju mobil itu.


Pintu terbuka dan wajah yang dirindukannya seminggu ini akhirnya terlihat, Mike tersenyum juga saat melihatnya masuk ke dalam mobil.


"Langsung pulang?" tanya Mike


Diandra mengangguk, dia sedikit grogi saat bertemu Mike.


Mike tersenyum melihat kekakuan istrinya, dia hanya menggenggam tangannya lalu meminta Dito menjalankan mobil.


Mobil melaju ke kediaman mereka, lalu memasuki kawasan itu.


Turun dari mobil, Mike langsung menarik Diandra masuk, jalannya sedikit cepat dan tidak sabaran.

__ADS_1


Pembantu yang membukakan pintu berdiri menyapa tapi hanya dilewati begitu saja.


Diandra menoleh kearah 2 orang pembantu, dia menunduk malu tapi masih tetap mengikuti suaminya menuju kamar mereka.


Saat pintu dibuka, kamar itu masih tetap seperti biasa hanya spray yang sudah diganti dengan warna biru.


Dia yang masih memegang tangan istrinya menutup pintu dengan pelan lalu menekan istrinya di pintu kamar.


Mereka saling menatap dengan kerinduan, Diandra terlihat grogi dan salah tingkah jadi dia langsung menunduk menghalangi Mike menatap mata rindunya.


Mike mengangkat dagunya lalu kembali menatap matanya.


Wajahnya mulai mendekat hingga hidung saling menyentuh, untuk beberapa waktu tetap seperti ini.


Mike mengecup pipi istrinya membuat Diandra merasakan, kecupannya berpindah ke bibirnya dan berlama-lama disana, bukan lagi disebut kecupan tapi ciuman sesungguhnya.


Diandra merangkul leher suaminya dan tangan suaminya berada melingkari pinggang kecilnya menariknya semakin dekat.


Tanpa bicara, mereka melakukan dengan tindakan untuk melepaskan kerinduan seminggu tidak bertemu, sudah terbiasa bersama setiap hari jadi seminggu seperti setahun bagi mereka.


Keduanya tersenyum masih dengan dahi saling bertemu, mereka sudah melepaskan ciuman itu.

__ADS_1


Mike memang sengaja membuat Diandra semakin terikat dengannya biar saat Diandra tau segalanya, dia tidak bisa pergi.


Tapi dalam proses membuat Diandra terikat, dianya lebih terikat lagi, kali ini dia tidak bisa kehilangan Diandra lagi seperti dulu.


Malam hari Diandra berjalan membawa 2 gelas minuman, dia melihat Mike duduk di ruang televisi sedang membaca skrip.


Tidak berani mengganggunya jadi dia duduk diam di samping sambil menonton televisi tanpa suara, hanya gambar yang terlihat di layar.


Dulu Mike sering wara wiri di chanel ini tapi sudah beberapa tahun ini hilang. Sekarang idola baru bermunculan, tapi baginya tidak ada yang sesempurna suaminya ini.


Saat dia fokus pada layar televisi, Mike melepaskan kertas di tangannya lalu menoleh kearah Diandra yang tetap fokus menonton sinetron percintaan remaja.


"Apa Lionel setampan itu? hingga mata kamu gak bisa beralih darinya


Lionel adalah idola muda, dari sinetron inilah dia mulai terkenal, wajah tampannya membuat remaja-remaja menyukainya, umur 20 tahun adalah masa emas bagi para idola.


Diandra kaget saat mendengar suara suaminya, Ia menoleh dan semakin kaget saat bibirnya menyentuh dagu suaminya.


Mike tertawa, lalu mengecup hidung Diandra sedikit lalu menjauh.


"Keren mana aku atau Lionel?" tanya Mike

__ADS_1


"Kamu," jawab cepat Diandra, tanpa berpikir dihatinya sudah pasti cuma Mike yang nomor satu.


__ADS_2