
Diandra lupa akan luka Mike, Ia semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku janji tidak akan mencintai orang lain selain kamu, aku janji, aku janji," kata Diandra sambil membenamkan wajahnya di punggung Mike.
"Aku tidak mau jadi selingkuhan," kata Mike
"Pernikahan kalian, bagaimana?" tanya Mike
Diandra melepaskan pelukannya lalu tertawa lepas.
Mike berbalik dan menatap Diandra yang tertawa senang.
"Undangan tadi hanya tersedia satu, untuk membohongi kamu," kata Diandra jujur
Mike menarik nafas kesal, tangan kirinya berada di saku lalu tangan kanannya memegang kening.
Ia tidak habis pikir kenapa Diandra membohonginya, Ia tidak bisa tidur sejak mendengar Diandra mengatakan akan menikah.
"Maaf," ucap Diandra langsung merangkul leher Mike.
"Aku tidak punya cara lagi hingga melakukan ini," Diandra mengguncang-guncang tubuhnya di depan Mike seperti anak kecil yang melakukan kesalahan.
__ADS_1
Diandra mencium dagu Mike tanpa lepas.
Mike sedikit kesal, Ia menarik tangan Diandra dari lehernya tapi Diandra semakin mengeratkan tangannya.
"Kita pulang dulu, nanti baru bahas karena pernikahan bukan hal main-main," kata Mike yang masih berusaha lepas
"Gak mau. Nanti jika kita pulang, kamu pasti akan pergi meninggalkanku lagi," kata Diandra
"Tidak akan, aku janji," kata Mike
Diandra menggigit dagu Mike dengan keras, "Jika kamu pergi diam-diam lagi maka aku akan menikahi laki-laki acak yang kutemui di jalan, tidak peduli preman, pengemis atau pengamen," Diandra mengancam
"Coba saja jika berani," kata Mike menantang karena ia tau jika Diandra tidak mungkin melakukan itu.
Mike panik karena Diandra serius ingin mencari laki-laki acak di jalan.
Mike mengejarnya, tapi keburu Diandra sudah di jalan dan menghampiri seorang pengamen yang sedang membawa gitar.
Mike semakin panik, saat Diandra akan bicara dengan pengamen itu, Ia langsung menariknya dan memasukkannya ke dalam mobil.
Saat keduanya sudah dalam mobil, Mike memakaikan sabuk pengaman untuk Diandra.
__ADS_1
"Jangan lakukan itu lagi," kata Mike kesal
Diandra mengangguk senang, "Jadi kita akan menikah kan?" tanya Diandra
"Dian, kamu itu wanita tidak pantas kamu yang mengatakan itu, dan juga lamaran tidaklah segampang itu," kata Mike
"Aku tidak peduli, yang penting aku ingin menikah denganmu secepatnya," kata Diandra tanpa sedikitpun rasa malu, Ia membuang semua gengsinya.
Mike mulai menjalankan mobilnya, "Apa kau tau? kehidupan pernikahan sangatlah rumit, tidak seperti sinetron,"
"Mike...," keluh Diandra sedikit merengek seperti anak kecil ingin minta permen.
"Nanti baru bahas, saat ini aku lapar jadi kita cari makan dulu," kata Mike
"Tapi janji jangan bohong, janji dulu kau tidak akan meninggalkanku diam-diam," kata Diandra sambil mengangkat jari kelingking.
Mike mengaitkannya lalu menemukan jempol mereka, "Ia aku janji, tapi sebelum itu aku harus mengurus semuanya di Eropa, jadi aku harus kembali ke sana dalam beberapa hari lagi,"
"Gak boleh pergi, bagaimana jika kamu tidak kembali, Eropa sangat besar, aku tidak akan bisa menemukanmu," kata Diandra yang terus merengek.
"Aku janji akan kembali, atau bagaimana jika kamu membuat pasport dan ikut aku ke sana?" tanya Mike
__ADS_1
Diandra ingin sekali bisa ikut tapi Ia tidak bisa karena Ia masih Dokter baru jadi tidak boleh sembarang mengambil cuti.
Diandra menggeleng, "Aku baru mulai kerja jadi tidak bisa meminta cuti,"