Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
bab 12


__ADS_3

Diandra melihat suami Bu Runi yang juga Papanya menunggu di depan ruang operasi, Diandra tidak berani mendekat, Ia hanya diam sebentar lalu perlahan berjalan mundur tanpa melihat keadaan Bu Runi Ia langsung pergi keluar dari rumah sakit.


Air matanya mulai menetes karena belum siap berpisah dengan Niko.


Diandra berjalan sepanjang jalan dan melewati taman yang biasa dilaluinya, Diandra kembali melihat Axel di seberang sana.


Axel yang melihatnya langsung berlari ke arah Diandra disaat mobil melaju, Diandra melihat mobil itu dan langsung berlari ke arah Axel, tapi saat baru memeluk Axel keduanya langsung terlempar di jalanan karena tertabrak, mobil mengenai tubuh Diandra tapi karena Axel dipelukannya jadi keduanya terlempar.


Axel menangis karena saat Ia bangkit Diandra tidak ada di dekatnya, orang yang dalam mobil saat turun juga bingung saat orang yang ditabraknya hilang satu orang.


*


*


Kembali ke tahun 2016.


Diandra terbangun di rumah sakit, saat Ia membuka mata Ia kaget melihat ke arah Neneknya.


Nenek Diandra langsung lega saat melihat cucunya sadar.


"Diandra kamu sadar?” tanya Nenek


Diandra mengangguk, "Dian kenapa?” tanyanya

__ADS_1


"Taksi yang kamu tumpangi mengalami kecelakaan dan kamu tidak sadar selama 2 hari ini," kata Nenek


Apa hal yang dilalui hanyalah mimpi? batin Diandra bertanya-tanya


"Ini hari apa?” tanya Diandra


"Rabu," jawab Nenek


Diandra yang masih terlihat lemah ingat dengan jelas saat Ia mengalami kecelakaan dihari senin, jadi benar Ia tidak sadar selama 2hari jadi waktu yang dilaluinya hampir setahun adalah mimpi.


Tapi saat Ia memegang wajahnya ada air mata.


Nenek memeluk Diandra, "Untung kamu sudah sadar, Nenek kira Nenek akan kehilangan kamu seperti kehilangan Mama dan Papa kamu,"


Nenek mengusap wajah Diandra masih tersisa air mata di pipi cantiknya.


"Dari beberapa menit yang lalu air mata kamu terus menetes, mungkin kamu mimpi buruk ya?” tanya Nenek


Diandra hanya mengangguk, "Tapi juga mimpi indah," Diandra meneruskan dengan wajah sedikit sedih.


"Saat kamu kecelakaan, ada telpon dari majalah yang minta kamu jadi model mereka sekali lagi," kata Nenek


Diandra diam sebentar

__ADS_1


Jadi Artis bukanlah cita-citaku tapi hanya itu yang bisa menghasilkan uang untuk lulusan SMA sepertiku ini batin Diandra


"Kapan?” tanya Diandra


"Hari minggu ini, di tepi pantai lestari, tapi karena kamu sakit jadi kamu bisa menolak," kata Nenek


"Sudah sehat kok Nek, lagian urusan sekolah juga sudah selesai jadi daripada nganggur mending kerja kan," ucap Diandra


Aku ingin jadi artis sekarang karena aku ingin membuktikan hal yang ku alami bukan mimpi, mungkin saat ini Niko sudah dewasa saat Ia melihatku di televisi Ia akan mencariku batin Diandra


Nenek memegang kepala Diandra, "Jangan terlalu bekerja keras,"


Diandra mengangguk


Selama ini kami hanya hidup dari uang pensiun Mama dan Papa yang hanya cukup untuk makan berdua, sekolah saja hasil beasiswa dan untuk jadi Dokter mungkin hanya mimpi yang gak mungkin akan terjadi batin Diandra


*


Hari minggu Diandra sudah ada di daerah pantai, Ia lagi didandani, tiba-tiba teriakan semua orang terdengar ke telinganya, saat Ia menoleh ternyata ada aktor papan atas.


"Kamu beruntung akan jadi model majalah bersama aktor terkenal, padahal kamu baru 2 kali dengan ini jadi model majalah, hal ini sangat langka," ucap wanita yang merias wajah Diandra.


Diandra hanya diam tapi tatapannya tetap tertuju pada Mike Rainanda sang Aktor.

__ADS_1


__ADS_2