
Stella melihat kearah Diandra, "Dian ayo gantian," katanya
Diandra mengangguk lalu memberikan Glenca pada Stella, Niko membantu Diandra memakai sepatu roda, ini pertama kalinya Diandra datang ke tempat ini jadi Ia tidak mengerti.
"Terima kasih Kak," ucapnya sambil berpegangan erat pada Niko.
Stella yang memang orangnya santai dan percaya pada orang jadi sedikitpun tidak ada rasa cemburu di hatinya.
"Hati-hati," ucapnya
Diandra mengangguk.
Mike melihat Diandra bermain diajari Niko, mereka seperti pasangan romantis.
"Tetap tersenyum seperti ini," ucap Niko
Diandra mengangguk memaksa tersenyum, Ia tau jika Niko dan Stella mengajaknya jalan untuk menghiburnya.
Selama ini keluarga kecil merekalah yang selalu menghiburnya.
Niko mengajarinya, saat Diandra terjatuh, Mike bangkit dari duduknya ingin berlari kearahnya tapi terhenti saat melihat tawa bahagia Diandra dan Niko.
"Mamu, semangat," teriak Glenca dengan nada bayinya.
Diandra menoleh kearahnya sambil tersenyum, "Iya sayang,"
__ADS_1
Diandra menikmati permainan, walau Ia terus menerus memegang lengan Niko.
Tentang mereka ditahun 1998 sudah terkubur, hati Niko dan Diandra saat ini sudah untuk orang lain.
Setelah agak lama, mereka lelah dan langsung berhenti bermain.
Saat mereka duduk bersama, banyak orang yang menyapa.
Ada yang meminta foto bersama.
Setelah istirahat sejenak, Diandra menggendong Glenca, Niko merangkul pundak Stella sambil mencium kepalanya.
Mike bingung melihat semua itu, Ia merasa Stella dan Niko tidak seperti saudara tapi lebih mirip pasangan.
"Kalian menyakiti hatiku ini," Diandra tersenyum bercanda
"Iya benar, cepat nikah biar bisa punya bayi yang bisa jadi teman Glenca," kata Stella
Diandra hanya tersenyum lalu berjalan menggendong Glenca meninggalkan keduanya.
Mereka keluar dari tempat itu menuju tempat parkir, Stella dan Niko berjalan agak jauh.
Diandra lagi bercanda dengan Glenca, Ia tidak lagi menggendong Glenca tapi memegang tangannya saat berjalan.
Mike mengikuti mereka, entah karena apa tapi perasaan Mike tidak tenang dari kemarin.
__ADS_1
Seseorang memakai topi hitam berjalan membawa pisau di sebelah kanannya tanpa bisa terlihat, Ia berjalan menunduk supaya tidak terlihat CCTV wajahnya.
Mike melihat orang itu yang berjalan semakin cepat menuju Diandra, Ia berlari dan langsung memeluk Diandra hingga akhirnya pisau yang ditujukan untuk Diandra mengenai belakang Mike.
Diandra kaget dipeluk mendadak, fokusnya pada bau tubuh yang menempel padanya, lalu Ia melihat orang yang berlari pergi sambil membawa pisau yang sudah berdarah.
Glenca juga ketakutan karena orang yang memeluk Diandra memakai masker dan topi.
Stella dan Niko melihat kejadian itu dari awal hingga mereka berlari mendekat.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Mike lemah sambil menunduk menatap mata Diandra.
"Mike..." ucap Diandra
Stella berteriak shock saat melihat darah menetes, Niko mengambil Glenca dan memberikannya ke Stella.
Niko menelpon 112 secepatnya.
Diandra shock melihat mata sayu Mike, keduanya tidak ada yang bicara, Mike tidak mampu lagi berdiri jadi mereka duduk, Diandra langsung menekan luka Mike untuk menghambat darah, sedangkan Niko yang sudah selesai menelpon membantu membuka topi dan masker Mike.
Diandra masih shock, air matanya tidak bisa keluar lagi, yang ada dipikirannya hanyalah secepatnya ambulance datang.
Ada beberapa orang di tempat parkir, 2 orang mengejar si penusuk sedangkan yang lain berdiri mendekat melihat Mike, mereka ingin membantu mengangkat Mike tapi Diandra melarang karena salah pergerakan akan semakin membuat luka parah, mereka harus menunggu para medis datang.
Mike tetap tenang, Ia terus menerus menatap Diandra seperti ini jadi akhir Ia menatapnya.
__ADS_1
"Kamu akan baik-baik saja," ucap Diandra.
Mike mengangguk dengan wajah pucat.