Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
73


__ADS_3

Hari berikutnya


Diandra berangkat kerja tapi tidak menggunakan mobil Mike, Ia membawa mobil biasanya.


Di depan rumah sakit, Ia turun dari mobil dan langsung berjalan masuk, sepanjang jalan saat bertemu Dokter atau perawat Ia langsung tersenyum ceria berbeda dari biasanya.


Seolah terbayar rasa sedihnya beberapa tahun ini.


Diandra bekerja seperti biasa, Ia pulang juga seperti biasa.


Saat sampai di depan rumah, Ia melihat ada mobil mewah berada di depan rumahnya dan saat melihat orang itu turun dari mobil, wajahnya langsung tenggelam kesal, ternyata Ines yang datang.


Ines berjalan mengetuk kaca mobil Diandra dengan keras.


"Turun," ucapnya keras


Diandra membuka pintu mobil, "Ada apa?" tanyanya


Ines langsung memukulnya wajahnya, "Sudah kuperingatkan, jauhi Mike," wajah Diandra bergerak ke kanan karena tamparan itu.


Diandra memegang wajahnya lalu menatap kembali kearah Ines.


Ines tau jika yang ada di foto bersama Mike adalah Diandra, Ines memperlihatkan berita itu kepada Diandra.


Ia hanya diam saat melihat berita itu, Ia belum melihat semua itu.


"Menjauhlah," ucap Ines yang langsung pergi

__ADS_1


Diandra terdiam melihat kepergian Ines, tamparan Ines sangat keras hingga wajahnya rasanya bengkak.


Ia menghela nafas berat, pulang kerja dalam keadaan capek disambut oleh tamparan keras Ines lagi. Setelah membuka pagar, Ia kembali masuk ke dalam mobil lalu membawa mobil masuk dan memarkirnya di dekat mobil Mike.


Diandra turun dari mobil, "Malam sayang," ucapnya pada mobil milik Mike


Hanya melihat sesuatu yang bersangkutan dengan Mike sudah membuatnya bahagia dan bersemangat. Ia duduk menyandar di sofa.


Saat itu ponselnya berdering tanda pesan.


Ia mengangkat tubuhnya lalu membuka tasnya mengambil ponsel itu.


Wajahnya langsung senyum mekar melihat pesan yang dikirim Mike.


Karena takut mengganggu Mike, Ia tidak pernah sekalipun mengirim pesan ataupun menelpon sejak kemarin. Tapi sekarang Mike lebih dulu mengirim pesan jadi Ia berani membalasnya.


Beberapa minggu berlalu, Mike sudah kembali diam-diam, tidak ada yang tau jika Ia sudah kembali.


Diandra keluar dari rumah sakit pukul 9 malam, Ia melihat jam tangannya lalu menguap karena cukup lelah dan mengantuk.


Dari kejauhan Mike tersenyum melihat tingkah alami Diandra.


Dito mengirim pesan meminta bertemu atas suruhan Mike, Ia tidak peduli jika Diandra mengantuk dan juga lelah, besok Diandra libur jadi bisa tidur hingga siang.


Diandra membuka pesan dari Dito, wajah lelahnya berubah ceria, Ia menatap ke sisi jalan melihat Dito melambai.


Saat itu Mike sudah pergi naik taksi menuju tempat pertemuan.

__ADS_1


Ia langsung masuk ke mobil dan mengikuti mobil Dito.


Sesampainya di sebuah restoran, Dito turun dari mobil begitu juga Diandra yang baru datang.


"Ayo masuk," ajak Dito


"Apa Mike akan kembali?" tanya Diandra


Dito mengangguk


"Kapan? esok, lusa? tanyanya lagi


"Masuk dulu, kita mengobrol di dalam," kata Dito


Diandra berhenti bertanya, Ia melihat tempat itu sepi padahal masih buka.


Diandra berjalan masuk dan langsung terhenti saat melihat pemain biola, permainannya sangat indah.


"Duduklah," ucap Dito


Diandra langsung duduk tapi Dito tetap berdiri hingga membuatnya bingung.


Pemain biola masih terus bermain.


Saat Diandra fokus mendengarkan musik, Dito sudah pergi diam-diam.


Mike berjalan di belakang Diandra diam-diam lalu langsung memakaikan kalung indah di leher Diandra, karena rambutnya diikat ekor kuda jadi tidak sulit untuk memasang kalung.

__ADS_1


Diandra kaget dan langsung menoleh kearah Mike, Mike tersenyum saat memakaikan kalung itu.


__ADS_2