
Tengah malam, Mike tidak bisa tidur hanya berguling-guling di tempat tidur.
Sedangkan di tempat lain Alvaro dan Diandra tidur nyenyak. Biasanya tanpa memeluk Mike dia tidak akan bisa tidur nyenyak, kalaupun Mike tidak pulang dia harus mendengar suaranya sebelum tidur tapi hari ini sangat istimewa, mendengar celotehan anak instannya ini dia langsung bisa tertidur nyenyak.
Bangkit dari tempat tidur, Mike membuka video cctv di rumah Alvaro.
Seketika senyumnya mengembang saat melihat semuanya yang terjadi di rumah.
Istrinya memang unik, disaat orang lain membenci anak tiri, dia sangat menyukainya, tidak salah jika Tuhan memberinya kesempatan menjalani keajaiban karena dia memang pantas.
Hingga pukul 2 pagi Mike masih belum bisa tidur, entah pukul berapa akhirnya dia tertidur hingga matahari sudah terang terlihat dari kaca yang tirainya tidak ditutup.
Mike bangkit dengan lesu, berjalan tanpa tenaga menuju kamar mandi.
Setelah berpakaian rapi, dia keluar dan langsung berjalan menuju ruang makan, pandangannya tertuju pada 3 orang yang sedang sarapan.
Ketiganya makan dengan lahap, tubuh mereka juga segar, mereka tidak tau apa yang dirasakan Mike, perut lapar, tubuh lesu, tidak bersemangat.
Dito menoleh, "Bos, sarapan," ucapnya
__ADS_1
"Umm..." Mike berjalan mendekat tanpa ekspesi.
Diandra juga tidak memperdulikannya, perang dingin sepertinya masih berlanjut.
"Daddy, hari ini Al mau berangkat ke sekolah diantar sama Mommy," ucap Alvaro
Mike menoleh kearah Diandra yang sejak tadi sepertinya tidak peduli kehadirannya.
"Hari ini berangkat sama om Dito dulu, ada yang mau Daddy bicarakan sama Mommy, oke?" ucap Mike
Alvaro cemberut tapi dia tetap mengangguk.
Mike mengikuti dan berdiri di dekat pintu mentandar dengan tangan kanan disaku.
Dia memperhatikan Diandra sejak tadi tapi orang yang diperhatikan tidak pernah menoleh kearahnya walau pembantu sudah memberi kode dia pura-pura tidak tau.
"Kalian keluar," ucapnya
Barulah saat itu Diandra menoleh, dia melihat Mike menyandar santai di dinding menunggu 2 pambantu pergi, setelah langkah kaki terdengar di tangga baru dia menutup pintu dan langsung berjalan mendekati istrinya itu.
__ADS_1
Diandra tetap diam, lalu Mike sudah berada tepat di depannya, rasa kesalnya kembali lagi hingga matanya mulai berkaca-kaca.
"Bisakah jangan mendiamiku seperti ini, bisakah jangan menghindariku seakan-akan aku tidak ada?" tanyanya
Diandra tetap diam.
"Diandra, aku minta maaf telah menyembunyikan semuanya, bisakah kita berbaikan?" tanyanya
Diandra langsung menoleh kearah kiri.
"Lebih baik kamu melampiaskan kemarahan kamu dengan memukul aku tapi tolong jangan diam seperti ini," Mike memegang tangan kiri Diandra dan tanpa aba-aba Diandra langsung meninju wajahnya, membuat dia shock karena ini pertama kalinya dipukul seorang wanita dan ternyata tenaganya cukup besar.
Mike menganga masih kaget, sedangkan Diandra melihat kearah tangan kanannya yang masih mengepal, dia langsung menangis sambil memukul tubuh Mike berulang kali dengan kedua tangannya.
Mike hanya diam tidak mengelak sedikitpun.
"Kenapa kamu tega menyembunyikan Alvaro dari dunia, dia juga perlu diakui di depan orang banyak, kenapa kamu jahat sama anak sekecil itu?" tanya Diandra kesal
Mike kaget dengan ucapan Diandra, dari kemaren ini bukanlah hal yang ada dibayangannya.
__ADS_1
Dia pikir Diandra marah, kesal, sedih karena dia punya anak dari wanita lain dan menipunya tapi ternyata ucapannya ini diluar dugaan, bisakah dia bertanya lelucon apa ini?.