
Keesokan harinya, Diandra bangun tidur setelah alarmnya berbunyi, Ia bergegas bangkit karena pagi ini Ia harus syuting iklan.
Saat Ia keluar dari kamar, Ia hanya menemukan kunci apartemen, dan beberapa keping roti untuk sarapan. Mike juga meninggalkan catatan ( Aku buru-buru, sampai bertemu di lokasi syuting sore nanti,")
*
Sore hari, Diandra datang ke lokasi syuting, Ia duduk sebentar karena gilirannya masih 1 jam lagi.
Ia melihat Mike syuting bareng Stella dan Carla, dan juga figuran lainnya.
Saat break syuting, Mike hanya tersenyum sekilas ke arah Diandra, mereka duduk berjauhan tapi keduanya saling kirim pesan.
Mike sudah mencarikan Diandra seorang asisten jadi saat Diandra duduk sendiri, Ina asisten yang dipilih Mike langsung duduk di samping Diandra.
Diandra menoleh ke arah Ina.
"Kenalin saya Ina mulai hari ini jadi asistennya Mbak Dian, saya dipilih khusus oleh Mas Mike," ucap Ina
"Jadi kamu tau tentang saya dan Mike?" tanya Diandra
__ADS_1
Ina mengangguk, "Tapi tenang saja, saya bisa jaga rahasia kok karena kami sudah kenal beberapa tahun, Dito asisten Mike adalah teman saya,"
Di lokasi syuting, Diandra dan Mike duduknya selalu berjauhan, hanya saat makan malam mereka duduknya berdekatan itupun tidak ada yang bicara, mereka lebih sering mengirim pesan.
Saat yang lain lengah, Ia memasukkan makanan ke tempat Diandra.
Interaksi mereka bukan seperti orang pacaran tapi lebih tepatnya seperti dua orang sahabat, tidak ada pembicaraan intim atau romantis yang terjadi saat mereka mengirim pesan.
*
2 bulan berlalu syuting terakhir mereka ada di sekitar pegunungan, syuting di gunung adalah adegan terakhir Mike dan Diandra.
Setelah syuting di tengah hutan, semuanya akan kembali ke vila tempat mereka menginap.
*
Di tempat lain Pak Purnomo lagi terbaring sakit, Niko dan Stella duduk di dekatnya dengan wajah sedih karena ini pertama kalinya Ia sakit parah.
Pak Purnomo memegang tangan Niko, dengan terbata-bata Ia mulai bicara.
__ADS_1
"Niko...!" ucapnya
"Iya Pa, jangan banyak bicara dulu Papa baru habis operasi," ucapnya
"Papa ingin minta maaf sama kamu karena selama ini menyembunyikan penyebab kematian ibu kamu," ucap Pak Purnomo dengan air mata sedikit mengalir.
"Pa, tentang itu aku tidak marah, waktu itu aku hanya shock mengetahui semuanya, Papa tidak sengaja menabrak kami, Ibu meninggal itu sudah takdir," kata Niko
"Tapi hingga saat ini Papa masih merasa Papa yang menghancurkan kalian, Papa yang menyebabkan kamu kehilangan satu-satunya keluarga kamu," Pak Purnomo mengusap air matanya.
Di dekat Pak Purnomo ada Stella yang ikut menitikkan air mata, jadi ini alasan Papanya sangat menyayangi Niko hingga rela membagi 2 warisan.
"Walau aku kehilangan ibu tapi itu diganti dengan Papa, jangan dipikirkan lagi tentang kecelakaan itu, semuanya sudah berlalu," ucap Niko
Setelah mendengar ucapan Niko, Pak Purnomo merasa beban di hatinya terangkat sepenuhnya, Ia tau Niko anak baik makanya Ia membawanya pulang belasan tahun yang lalu.
Stella yang dari tadi hanya menitikkan air mata ikut senang karena keluarganya tetap baik-baik saja walau kebenaran atas kematian Ibu Niko sudah terungkap.
Saat ini Ia menatap Niko lagi, perasaan yang dipendamnya sejak 7 tahun lalu tetap sama, tapi Ia berhasil menyembunyikan perasaannya dengan wajah cerianya.
__ADS_1
Orang-orang melihatnya pasti mengira Ia sangat menyayangi Kakaknya seperti saudara kandung, tapi sebenarnya melebihi itu.
Ia akan menangis di belakang saat Kakaknya bersama wanita lain di depannya, Ia berpura-pura bahagia.