Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
bab 94


__ADS_3

Diandra sudah kembali bekerja seperti biasa, begitu pun Mike yang sudah sibuk dengan promo series nya.


Hari pertama dilokasi Mike disambut hangat para kru yang memang sudah beberapa kali bekerja sama dengannya, dan juga ada artis baru yang jadi lawannya, artis baru bernama Larisa, artis yang masih berumur 16 tahun tapi terlihat dewasa dari umurnya.


Ternyata Larisa adalah fansnya Mike sejak lama, Ia tau sikap Mike yang tidak banyak bicara jadi sedikitpun Ia tidak berprasangka buruk saat melihat Mike hanya menjawab beberapa patah ucapan yang lainnya.


Mike sudah berganti pakaian, saat ini Ia sedang duduk di depan kaca, wajahnya sedang di beri make up, di dekatnya ada Larisa yang juga sedang di make up, sesekali Larisa menoleh melihat idolanya itu. Ia melihat Mike menatap ponsel sambil sesekali tersenyum tipis.


Senyum Mike cukup langka kecuali di sinetron dan film.


Larisa seperti menemukan sisi berbeda Mike.


Mike sedang membaca pesan dari Diandra *Aku merindukanmu, jadi gimana dong?"


Mike membalasnya, *Aku akan kesana sekarang juga,*


*Jangan, jangan, nanti orang tau,* balas Diandra, terlihat jelas dari pesan bahwa Ia khawatir


Mike tersenyum membacanya, *Sampai ketemu jam 8 malam,* itulah pesan terakhir Diandra dan akhirnya mereka berhenti mengirim pesan.


*

__ADS_1


Sore hari Diandra sudah pulang kerja, sekarang jam kerjanya sedikit dikurangi jadi bisa pulang cepat, karena sudah pasti Mike belum pulang jadi Ia sengaja berkeliling melewati rumah Alvaro.


Diandra berhenti di depan pagar, Ia turun dari pagar lalu mengintip ke dalam, Ia melihat Alvaro sedang bermain robot di depan, karena terlalu jauh jadi saat Ia memanggil tidak terdengar oleh Alvaro.


Diandra melihat ke arah tempat satpam tapi tidak ada jadi salah satu caranya masuk untul bertemu Alvaro adalah dengan manjat pagar.


Diandra melihat pagar yang dinding rata semen di tempat samping jadi Ia langsung manjat itu, beberapa kali gagal tapi akhirnya bisa, hanya saja setelah diatas Ia terjatuh ke dalam jadi pakaiannya sedikit kotor.


Diandra bangkit dan membersihkan tempat-tempat yang sedikit kotor.


Ia menepuk-nepuk tangannya lalu berlari dengan ceria menuju Alvaro.


*


Diandra mendekati Alvaro yang sibuk membongkar pasang robotnya.


"Emm..." Diandra berdehem


Alvaro menoleh, senyumnya mengembang saat melihat Diandra. Ia melepaskan robotnya.


"Mommy, mommy," ucapnya senang, Ia bangkit dan memeluk paha Diandra

__ADS_1


"Jangan peluk, mommy kotor," ucap Diandra saat memperlihatkan pakaiannya yang sedikit kotor


Alvaro menggeleng menandakan tidak masalah.


Mbak Evi berdiri di balik kaca searah, Ia melihat keduanya tapi Ia tidak bisa keluar karena akan membuat curiga Diandra.


"Alvaro mau ikut gak?" tanya Diandra


"Kemana?" tanya Alvaro


"Ke rumah mommy," jawab Diandra


"Oke, aku bilang pada bibi dulu," Alvaro berlari masuk lalu menutup pintu jadi Diandra tidak bisa ikut masuk ingin minta izin membawa Alvaro jadi saat ini Ia hanya bisa menunggu.


Alvaro sudah keluar lagi, Ia sudah membawa ransel kecilnya.


"Sudah pamit, kata bibi boleh tapi sebelum pukul 7 harus pulang," kata Alvaro


"Dia tidak curiga kamu diculik?" tanya Diandra


Alvaro menggeleng, "Bibi bilang dia kenal jadi tidak masalah,"

__ADS_1


Diandra bingung dengan ucapan Alvaro


__ADS_2