Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
116


__ADS_3

"Dia sampai berlutut di depanku, yang sempat membuatku kaget tapi tau gak ada hal yang lebih membuatku kaget," Elin berbicara tanpa menatap Mike


Mike membuka tangannya lalu melirik sebentar kearah Elin yang cukup serius.


"Dia bilang dia rela melakukan operasi supaya tidak bisa hamil biar aku tenang kasih sayang kalian hanya untuk Alvaro," Elin menoleh kearah wajah Mike, benar saja wajah tenang Mike langsung berubah pucat. Ekspresi yang dijaga sejak tadi langsung runtuh


"Dia juga memberiku semua uangnya dan berjanji untuk mengirim uang setiap bulan untuk kebutuhanku setelah pergi jauh, hah...dia benar-benar bodoh pikirku, tapi setelahnya aku berpikir dia bukan bodoh tapi dia sedang mempertahankan orang-orang yang dicintainya. Kamu beruntung kak akhirnya bertemu wanita seperti itu, jika itu wanita lain mungkin dia akan memukulmu akan menceraikanmu, akan mengamuk hingga mungkin bisa membunuhmu," Elin sedikit tersenyum


Mike tidak bisa berbicara, pikirannya berkecamuk, ini benar-benar bukan seperti perkiraannya, jika dia tau akan seperti ini lebih baik dari awal sudah cerita dan tidak akan ada kesalahpahaman ini.


Setelah mengobrol lama dengan Elin, dan Elin juga harus pulang, Mike masuk ke kamar rawat dan melihat Diandra sudah membuka mata tapi tetap berbaring menatap langit-langit dengan mata berkaca-kaca.


"Bangun, bagaimana perasaannya?" tanya Mike yang tidak sedikitpun mendapat tanggapan.

__ADS_1


Mike mendekat semakin dekat, "Apa yang sakit?" tanya Mike


Diandra tetap tidak menjawab.


Mike mengira Diandra marah padanya jadi dia mulai memegang jari Diandra, "Ada yang ingin aku katakan," ucap Mike yang sontak membuat wajah Diandra ketakutan, dia pingsan di depan Elin pasti Elin yang membawanya kesini dan memberitahu Mike, dan pasti dia sudah menceritakan kejahatannya pada Mike, ya menurutnya dirinya ini sangat jahat sangat egois yang mau memisahkan orang lain demi kebahagiaan sendiri.


Mata Diandra berkaca-kaca, dia takut Mike akan membicarakan perceraian sehingga bisa bersama wanita itu, dia belum siap dan mungkin sampai kapanpun tidak akan siap.


Tubuhnya bergetar karena rasa takut, "Aku ingin istirahat, bisakah kita tidak bicara dulu," ucapnya mengelak, benar-benar takut ucapan cerai keluar dari mulut Mike.


"Ya, istirahatlah," Mike menaikkan selimut di tubuh istrinya, "Maaf," ucapnya sambil mengusap pelan rambut istrinya


Diandra semakin memejamkan mata takut ucapan selanjutnya. Saat ini jiwa Diandra campur aduk, dia mulai parnoan, mulai stres, dan mungkin akan menyebabkan depresi.

__ADS_1


Mike menghubungi Dito untuk mengurus urusannya di lokasi.


Om Heru saat ini sedang makan bersama Elin putrinya.


Dari rumah sakit Elin langsung menuju lokasi syiting, dia mengajak Papanya keluar makan bersama.


Dari Elin lah Om Heru bisa tau semuanya dan akhirnya mengerti kenapa stmyuting adegan untuk Mike ditunda.


Dari dulu saat keduanya syuting bersama dia sudah yakin mereka akan bersama. Tatapan Mike pada Diandra belum pernah terjadi pada wanita lain.


Di rumah sakit, Mike menyimpan buku nikah dan kartu milik Diandra yang tadi diberikan oleh Elin.


'Bodoh,' batinnya

__ADS_1


'Seharusnya kamu marah saja, pukul aku tapi jangan seperti ini,' batinnya


Mike menatap kearah punggung Diandra yang sudah tertidur lelap.


__ADS_2