
Beberapa bulan kemudian, Diandra berlari naik bis.
Orang-orang di bis mengenalinya, beberapa bulan ini Ia wara wiri di layar televisi, Ia membintangi film layar lebar dan akan tayang tahun depan. Diandra juga membawakan 2 lagu yang dibuat khusus untuknya dan untuk jadi ost filmnya.
Sekarang karena sudah masuk tahun ajaran baru, Ia menghentikan aktifitasnya sebagai artis, walau Ia masih baru dan baru akan terkenal tapi Ia melepasnya tanpa penyesalan karena cita-citanya bukan jadi artis melainkan jadi Dokter, dan ini juga adalah harapan Mike.
Saat berada di bis semua menyapanya, Ia juga menyapa ramah semua orang lalu duduk paling belakang.
Sesampainya di halte, beberapa orang ikut turun bersamanya, mereka meminta foto bersama, Diandra menyetujui mereka, setelah mengambil foto, Ia pamit karena hari ini ada tes untuk masuk jurusan kedokteran.
Sifat cerianya sudah kembali, Ia berlari menuju universitas.
Saat memasuki gerbang, Ia melihat ke depan bangunan yang cukup besar. Orang berdatangan ada yang memakai sepeda motor, ada yang berjalan kaki sepertinya tapi kebanyakan naik mobil mewah.
Itu kampus biasa tidak terlalu terkenal tapi disini juga banyak orang kaya.
__ADS_1
Hari ini Diandra ada tes tertulis, Ia menenangkan dirinya supaya otaknya kembali encer karena sudah terlambat setahun jadi Ia hampir lupa pelajaran sekolah.
Beberapa waktu berlalu beberapa tes juga sudah dilakukan termasuk tes potensi akademi.
Tes kesehatan juga akan dilakukan, sekarang karena tubuhnya sangat sehat jadi Ia lebih tenang melakukan tes ini. Tinggi badan dan berat badan juga tidak masalah, saat tes pendengaran, penglihatan dan lainnya juga tidak masalah. Tes urine juga tidak masalah karena Ia tidak pernah memakai obat terlarang, Ia juga tidak pernah berhubungan seksual hingga tidak mungkin hamil, walau sebenarnya wanita hamil yang sudah menikah diperbolehkan.
Diandra menunggu hasilnya lewat online, saat ini Ia lebih banyak waktu untuk bersantai, jadi Ia bisa menemani Nenek.
Pembantu mereka yang dulu dipilih Mike untuk menemani Nenek sekarang masih bersama mereka.
Sedangkan Ina, mulai minggu depan akan jadi asistennya Stella karena asisten lama pulang kampung untuk menikah.
Diandra melihat ponselnya, saat malam hari Ia akan senelponan bersama Niko.
Niko senang akhirnya Diandra kembali ceria, sesekali Ia akan datang ke rumah mereka sekalian datang ke rumah lamanya dan juga makam Ibunya.
__ADS_1
Kadang Ia juga jalan bersama Diandra seperti pasangan, mereka akan pergi nonton, belanja, ke bioskop, ke pasar malam, atau ke arena bermain.
Walau kadang ada yang mengenali mereka, itu tidak masalah baginya, Ia ingin hidup tanpa beban walau nyatanya saat akan tidur malam, Ia pasti mengingat Mike.
*
5 tahun berlalu
Diandra berjalan di bandara sambil menelpon.
"Iya kak, aku bisa jaga diri kok, tenang saja, ya sudah aku ngejar yang lain dulu nanti terpisah dari rombongan," Diandra langsung mematikan sambungan.
Yang menelponnya adalah Niko, Niko khawatir karena baru beberapa bulan kerja di rumah sakit, Diandra sudah ditugaskan jadi relawan di kota yang terkena bencana alam.
Sebenarnya Diandra diberi pilihan tapi Diandra memilih pergi karena Ia ingin membantu para korban yang terkena bencana.
__ADS_1
Diandra berlari mengejar teman sesama Dokternya, ada juga beberapa orang perawat.
3 orang Dokter, 3 orang perawat.