Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
126


__ADS_3

Selama berkarir Mike tidak pernah digosipkan jadi orang-orang jarang mengusik hidupnya dan diinternet hanya tentang pekerjaannya yang ada tapi karena satu postingannya dia mulai diperhatikan, dan mungkin mulai saat ini kemanapun dia pergi pasti akan difoto.


Pulang ke rumah, Diandra belum tidur, sengaja menunggu Mike.


Mike masuk ke kamar dan langsung menatap kearah Diandra yang saat ini masih memainkan ponselnya sambil menyandar di tempat tidur.


Mike mendekat dan mengusap kepala istrinya, "Kenapa belum tidur?" tanyanya


"Nungguin suami. Bukankah ini terlalu berlebihan," Diandra memperlihatkan apa yang dilihatnya di internet.


"Cepat atau lambat akta nikah juga akan terpampang," ucapnya sambil menyimpan jaketnya


"Jangan terlalu diperdulikan ucapan kak Niko, dia hanya terlalu khawatir berlebihan, dan mungkin kekhawatirannya itu karena dia tau jika dulu aku pernah terluka olehnya dan dia tau jika aku ini tidak bisa menanggung luka ditempat yang sama, imajinasinya mungkin berlebihan," kata Diandra


Mike menatap kearah Diandra, "Aku melakukannya bukan karena ucapannya tapi karena aku ingin, saat Elin datang kembali aku akan membawa kamu ke rumah mereka dan memperkenalkan kamu secara resmi pada mereka," kata Mike


Mendengar nama Elin membuat Diandra malu, dia tidak siap bertemu Elin, ucapannya dulu sangat memalukan.

__ADS_1


*


Sebulan berlalu


Diandra duduk di depan Elin saat makan malam, Elin duduk di samping suami bule nya, dan Diandra duduk diapik oleh anak dan suaminya juga.


Elin tersenyum beberapa kali saat melihat kecanggungan Diandra.


Setelah makan, Mike berbicara bersama Om Heru dan suami Elin.


Tante Naya istrinya om Heru sedang bermain bersama Alvaro, sudah lama dia menantikan seorang cucu tapi Elin masih belum siap ingin jadi seorang ibu karena ingin meniti karir dulu.


"Tentang waktu itu, aku minta maaf," ucap Diandra malu


Elin tersenyum, "Aku memaafkanmu sejak lama, jika aku jadi kamu mungkin juga seperti itu. Terima kasih Dian sudah hadir di hidup kak Mike, sejak kecil hidupnya selalu kesepian, ibunya tidak menginginkannya dan ayahnya terlalu keras, ibu tiri dan saudara tirinya tidak baik, sekarang kami bisa tenang karena disampingnya ada wanita yang tulus padanya. Dia terlahir di keluarga yang hancur tapi bisa dipastikan dia bisa menjadi ayah dan suami yang hangat di keluarga barunya,"


"Aku tau itu, dan sangat yakin," Diandra tersenyum masih sedikit malu

__ADS_1


"Jadi tolong hentikan memakai kontrasepsi, kamu seorang Dokter dan pasti tau resikonya," kata Elin


"Kamu tau?" tanya Diandra


"Waktu kita bertemu, saat kamu mengatakan rela melakukan operasi supaya tidak hamil, aku kaget, ku pikir itu hanya pikiran putus asa kamu, tapi pas kamu pingsan aku membuka tas kamu, aku menemukan pil kontrasepsi, maaf jadi membuka tas tanpa izin," ucap Elin


Wajah Diandra pucat, dia takut Elin mengatakan itu pada Mike.


"Tapi tenang saja, aku tidak akan mengatakan hal itu pada kak Mike tapi tolong berhenti melakukan itu karena aku tau kamu bisa berlaku adil pada anak kandung dan anak tiri kamu, jadi percaya diri lah," kata Elin berbicara pelan takut terdengar yang lain


Diandra mengangguk dan langsung menoleh sedih ke Alvaro, dia melakukan itu karena takut Alvaro merasa di duakan, dan dia tidak ingin Alvaro jadi laki-laki dingin di masa depan sama seperti Mike.


"Aku tau kamu takut Alvaro jadi seperti kak Mike, tapi kamu harus percaya diri, sifat kamu dan ibu tiri kak Mike sangat berbeda jadi Alvaro tidak akan merasakan apa yang dirasakan Daddy nya semasa kecil," Elin ikut menatap kearah Alvaro


*


*

__ADS_1


Plotnya gak terlalu berat karena diawal-awal sydah berat, jadi sampai end nanti tetap santai.


Jangan lupa like nya ya, 1 jempol kalian mengubah dunia kami para penulis


__ADS_2