Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
bab 88


__ADS_3

Mereka berdua sedang duduk di meja makan menikmati makan malam bersama, meja makan penuh dengan makanan favorit keduanya. Sesekali Mike menatap wajah Diandra yang makan dengan lahap, Ia tersenyum bahagia berharap ini bisa selamanya tapi kadang Ia selalu merasa ini hanya mimpi.


Diandra canggung saat menyadari Ia sedang ditatap jadi Ia langsung memulai pembicaraan, "Sebentar lagi masuk kerja, kita bakal jarang makan bersama,"


"Kita bisa makan bersama di kantin rumah sakit," kata Mike santai


"Jika seperti itu maka semua orang akan tau tentang pernikahan kita, bukankah kita akan mengungkapkan semuanya nanti," ucap Diandra


Mike menatap wajah khawatir Diandra, "Setelah nanti aku menyelesaikan syuting, maka aku akan mengurangi jadwal dan akan menolak tawaran apapun di malam hari biar kita bisa makan malam bersama di malam hari,"


Diandra mengangguk, "Tenang saja kalaupun nanti kamu berhenti kerja, kita tetap bisa makan, aku akan tetap bekerja keras untukmu dan anak kita nanti," ucap Diandra


Mike terkekeh lalu mengusap lembut kepala Diandra, "Aku percaya pada kamu, jika itu terjadi aku akan bergantung padamu," Ia bahagia karena kepolosan Diandra


"Kalau begitu makan yang banyak biar bertenaga saat membuat bayi malam ini," ucapan mesum Mike mulai lagi


Diandra kesal, "Mike," ucapnya


"Bercanda, bercanda," Mike mengelak saat tinju Diandra hampir mengenai lengannya.

__ADS_1


Disaat keduanya sedang bercanda, ponsel Mike berdering. Mike memandang ponselnya agak lama.


Diandra melihat nama Dito yang memanggil, "Kenapa gak dijawab? cepat jawab kasian Dito nungguin,"


Sejak ponsel berdering senyum Mike sudah hilang, Diandra hanya mengira Ia kesal karena diganggu saat makan.


Mike berdiri sebelum menjawab telpon, dering berhenti tapi Mike menelpon balik, Ia berdiri agak jauh dari Diandra.


Diandra menatap ke arah Mike yang sedang berdiri di depan jendela kaca, Ia tidak mendengar apa yang dibicarakan Mike tapi Mike sering mengerutkan kening menandakan ada masalah.


Diandra berjalan mendekat lalu merangkul pinggang Mike, Mike langsung mengakhiri panggilan.


Diandra mengira ada masalah dengan usaha Mike yang saat ini dijalaninya.


Mike merapikan rambut Diandra, "Ada sedikit masalah, malam ini aku harus pergi, boleh gak?" tanyanya pelan


"Jika hal itu sangat penting maka pergilah," kata Diandra kecewa saat mendengar Mike akan pergi


"Aku akan kembali secepatnya, dan aku pastikan saat kamu bangun tidur besok aku sudah ada di sampingmu," kata Mike yang mulai merangkul erat istrinya, Ia tidak berani menatap wajah Diandra.

__ADS_1


"Aku percaya kamu," Diandra melepaskan lengannya di pinggang Mike, Ia tersenyum lalu mencium wajah Mike.


Mike semakin merasa bersalah, Ia berharap suatu saat jika Diandra tau semuanya, Dia tetap seperti ini.


Mike mencium bibir Diandra sedikit lama hingga Diandra terengah-engah tidak bisa nafas baru Ia melepaskannya, "Jangan menahan nafas saat berciuman," Mike memencet hidung Diandra


Diandra mengangguk, Ia memang tidak terlalu tau tentang berciuman.


"Bagus," ucap Mike


"Aku ke kamar dulu, ambilkan kamu jaket," kata Diandra yang langsung berjalan pergi


Mike mengikutinya, Ia memegang tangan Diandra, "Kita ke kamar sama-sama, kunci sama dompet juga di sana,"


Di kamar Diandra mengambilkan jaket abu-abu untuk Mike.


"Kamu gak usah turun lagi, aku pergi sendiri saja ke depan, dan ingat jangan tidur larut jangan tungguin aku, jadi istirahatlah secepat mungkin," Mike memegang wajah Diandra, Ia mengelusnya pelan.


Diandra mengangguk, tapi rasanya Ia tidak ingin berpisah walau sebentar, saat Mike sudah berjalan menuju pintu, Ia mengejarnya lalu langsung memeluknya erat dari belakang, "Hati-hati di jalan," ucapnya lalu melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Mike berbalik, Ia tersenyum lalu mengusap kepala Diandra dan setelahnya pamit pergi tanpa berbalik.


Diandra berdiri di dekat jendela kaca, Ia melihat ke bawah saat mobil Mike sudah jalan.


__ADS_2