
Mike masuk ke kamar, saat bunyi kenop pintu, Diandra langsung berpura-pura tidur, nafasnya juga merata supaya tidak menimbulkan kecurigaan.
Diandra susah tertidur lelap, mungkin cukup lelah pikirnya
Mike berjalan menyimpan laptop dan beberapa berkas lalu mematikan lampu kamar, hanya tersisa lampu di meja.
Berbaring pelan di samping istrinya, hanya punggung Diandra yang terlihat, rambut menutupi wajahnya hingga wajah samping tidak terlihat.
Mike menoleh ke arah punggung istrinya lalu ikut masuk di dalam selimut dan langsung memeluknya.
Rasa lelahnya cukup besar, jadi dalam sekejap dia langsung tidur nyenyak dengan dagu diatas kepala istrinya.
Setelah mendengar nafas merata Mike, barulah Diandra membuka mata perlahan, dia terbiasa tidur dipeluk seperti ini, bagaimana jadinya jika nanti mereka tidur terpisah, apa dia bisa tidur tanpa Mike. Biasanya kalau Mike tidur diluar, mereka akan melakukan panggilan video sebelum tidur jadi tidak masalah jika tidak tidur bersama.
Ketergantungannya pada Mike sudah mendarah daging, hingga kemungkinan dia tidak akan bisa tanpa Mike.
Diandra merasa saat ini otaknya sudah melebihi orang depresi.
Dia berbalik dengan pelan dan langsung tidur memeluk Mike sambil membenamkan wajahnya di dada kokoh suaminya.
__ADS_1
*
Pagi hari, Mike orang pertama yang bangun, tubuhnya sedikit mati rasa mungkin karena tidak bergerak selama tidur. Senyumnya langsung lebar saat melihat wanita dipelukannya yang sempat dia kira sedikit berubah.
Mungkin sekarang karena pekerjaannya melelahkan jadi dia sedikit tidak ceria, bukan karena dia berubah.
Diandra membuka mata juga, menatap keatas lalu tatapannya langsung tertuju pada wajah Mike, matanya terlihat bahagia, bibirnya melengkung.
"Pagi, sayang," ucap Mike
"Pagi," jawab Diandra yang langsung bangkit dari pelukan suaminya.
"Umm...sedikit," jawabnya, saat ini pikiran dan hatinya tidak karuan, dia benar-benar yakin tidak bisa kehilangan kehangatan seperti ini, dia hanya punya Mike sebagai keluarga sahnya jadi dia tidak ingin kehilangan Mike, tapi hatinya saat ini ingin mengetahui semuanya. Setelah mengetahui itu barulah dia akan memikirkan pilihannya, pergi atau menetap karena keduanya sangat menyakitkan.
"Apakah kamu sangat menyukai pekerjaan itu?" tanya Mike
"Umm...sangat," jawabnya singkat
"Tapi itu melelahkan, kenapa tidak di rumah saja," kata Mike
__ADS_1
"Aku menyukai itu, di rumah akan bosan," Tanpa terlihat oleh Mike saat ini mata Diandra sangat lemah, kekhawatirannya cukup jelas.
'Aku takut hal buruk terjadi, jadi tempat berpegang saat ini hanya pekerjaan ini,' batinnya
*
Keduanya berangkat kearah berbeda jadi tidak bisa semobil.
Diandra turun dari mobil saat sampai di rumah sakit, dia berjalan langsung ke sebuah ruangan.
Keluar dari rumah sakit, dia memegang sebuah kertas sejenis surat izin cuti.
Masuk kembali ke dalam mobil dan melaju pergi, sengaja duduk di dalam mobil di tempat sedikit jauh dari rumah Alvaro.
Setelah menunggu 3 jam, ada sebuah mobil berhenti di depan pagar rumah itu, satpam membukakannya dan mobil kembali jalan hingga depan rumah.
Terlihat wanita kemarin turun dari mobil lalu berkeliling membuka pintu mobil penumpang, dan keluarlah Alvaro dengan masih memakai seragam sekolahnya.
Keduanya masuk bergandengan tangan dengan bahagia.
__ADS_1
Elin adalah wanita kedua yang disukai Alvaro, yang pertama tetaplah Mommy Diandra tapi Diandra tidak tau itu.