Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
96


__ADS_3

Diandra selesai mandi, setelah memakai pakaian dan mengeringkan rambut Ia langsung melihat dari balkon kamarnya, tatapannya tertuju pada kedua anak itu yang sedang bermain, Ia tersenyum membayangkan jika nanti punya anak miliknya dan Mike mungkin mereka akan seperti itu.


Tatapan Diandra tertuju pada Niko yang duduk sambil menatap kedua anak itu.


Ia berjalan keluar kamar dan langsung berjalan keluar dari belakang, "Kak," panggilnya


Niko menoleh, Ia tersenyum menatap Diandra dan memberi kode supaya duduk di sampingnya.


Diandra mendekat dan langsung duduk di samping kiri Niko.


Niko kembali menatap kearah kedua anak itu yang memang saat ini keduanya sudah sangat kotor.


"Kamu baru beberapa saat tinggal disini tapi sudah akrab sama tetangga," ucap Niko


"Tidak, hanya anak ini saja," ucap Diandra yang saat ini tersenyum bahagia melihat kedua anak itu.

__ADS_1


Niko menoleh kearah Diandra yang memang tersenyum tulus.


"Ini sudah sore, tidakkah orang tua anak itu mencarinya?" tanya Niko


"Emm... tadi Alvaro sudah pamit pada pembantunya katanya boleh pergi tapi harus kembali sebelum pukul 7 malam," ucap Diandra


"Orang tuanya?" tanya Niko yang tidak habis pikir


"Aku gak kenal, tapi Alvaro pernah cerita Ia hanya punya Papa, dan Papanya sangat sibuk," kata Diandra sedikit mengernyitkan alisnya melihat ekspresi Niko.


"Dian, Alvaro ini anak kecil yang mungkin baru berumur 4 tahun, coba kamu pikir bisa-bisanya anak seumur itu diperbolehkan berada diluar bersama orang asing, tidakkah kamu takut nanti dikira penculik anak?" tanya Niko


"Ya itu bagus, nanti aku akan temani kamu," Niko mengacak-ngacak rambut Diandra


Diandra tersenyum.

__ADS_1


"Oh ya, gimana bulan madunya, seneng gak?" tanya Niko


Diandra tersenyum mengangguk.


"Sekarang kamu sudah punya suami jadi walau kamu bekerja dan selelah apapun itu, jangan melalaikan tugas melayani suami," Niko memberi peringatan takut Diandra lupa.


"Ya aku tau," Diandra kembali menoleh kearah Alvaro


"Jangan menunda untuk punya anak, karena anaklah yang nantinya jadi pengikat sempurna pernikahan kalian," ucap Niko yang seperti ucapan Kakak pada adiknya atau lebih tepatnya ucapan Ayah pada anaknya.


"Ya, memang ingin seperti itu, Kakak bawel deh, mending Kakak sendiri juga tidak menunda anak kedua biar Glenca ada temannya," ucap Diandra


Niko langsung merenung, "Inginnya seperti itu, tapi..." ucapnya terhenti, "Kamu tau sendiri kan gimana perjuangan Stella melahirkan Glenca,"


Diandra merasa menyesal membicarakan itu, Ia langsung diam dan kembali menatap Glenca, anak itu baru berumur 2 tahun lebih tapi sudah sangat pintar bicara jadi saat berteman dengan Alvaro mereka terlihat cocok walau umur Alvaro sudah 4 tahun.

__ADS_1


"Glenca sangat pintar, baru beberapa waktu lalu Ia bicara terbata-bata tidak jelas tapi sekarang ucapannya seperti anak berumur 6 tahun, kalian beruntung," Senyum Diandra mengembang saat melihat kedua anak itu berlari-lari.


Rumah Mike ini dilengkapi ke keamanan yang lengkap, jadi CCTV juga ada di luar menghadap halaman, saat ini Mike yang sudah berada di sebuah ruangan seperti kantor menatap kearah komputer, Ia melihat 4 orang yang ada di halaman belakang seperti keluarga sungguhan. Sedikit cemburu terpancar di wajahnya karena walaupun saat ini Niko sudah menikah tapi mereka pernah memiliki rasa yang mungkin orang tidak tau sedalam apa itu, sekuat apapun kita melupakan rasa itu pasti masih membekas, Ia pernah berada di posisi Diandra yang sangat mencintai seseorang dan mencoba bersama orang lain tapi tidak bisa.


__ADS_2