
Mike bingung melihat sikap Alan yang sedikitpun tidak cemburu.
"Ayo," ajak Mike sambil berjalan lebih dulu.
Diandra mengikutinya menuju mobil, saat Mike membuka kunci mobil, Ia langsung masuk ke kursi pengemudi hingga membuat Mike bingung.
Diandra mengambil kunci dari tangan Mike lalu menunjuk kursi penumpang di sampingnya.
Mike berputar lalu masuk ke kursi penumpang, Ini pertama kalinya lagi mereka berada di dalam mobil berduaan.
"Mau kemana?" tanyanya
"Ke taman di dekat sini," jawab Mike
Diandra mengangguk
Sesampainya di taman, Mike berjalan lebih dulu, Diandra mengikutinya dari belakang.
Karena Diandra jalannya lambat, Mike langsung berbalik melihatnya dan ternyata Diandra jalan menunduk sambil memegang sebuah kartu undangan yang dikeluarkannya dari tas.
__ADS_1
Karena tidak melihat ke depan dan juga sedang melamun jadi Diandra menabrak Mike yang diam mematung.
Posisi mereka seperti sedang pelukan, karena kaget keduanya saling menatap.
Untuk menghilangkan kecanggungan Diandra langsung memberikan kartu undangan dan mundur selangkah dari Mike.
Mike mengambil kartu undangan itu dan melihat nama Diandra & Alan ditampilan luar.
Wajah Mike berubah kesal, Ia menggenggam erat kartu undangan itu lalu melemparnya sejauh mungkin.
Diandra kaget melihat wajah marah Mike, walau hanya diterangi sedikit lampu tapi wajah marahnya terlihat jelas.
"Kau...," ucapnya terhenti saat menatap mata Diandra, Ia langsung menoleh kearah kanan sambil menarik nafas kesal.
"Kenapa? bukankah ini keinginanmu?" tanya Diandra nyengir
"Iya, tapi kalian baru mengenal sebentar dan gak mungkin dalam waktu sesingkat itu kalian sudah saling suka," kata Mike
"Kami sudah lama saling kenal, sejak aku bekerja di rumah sakit kami sudah saling kenal," kata Diandra
__ADS_1
"Tidak, kau tidak mencintainya, di hatimu cuma ada aku, dan kamu hanya mencintaiku," kata Mike frustasi tapi berusaha tetap tenang.
"Ya aku mencintaimu tapi kamu tidak lagi mencintaiku jadi karena aku gak bisa menikahi orang yang kucintai lebih baik aku menikahi orang yang mencintaiku, dan lama kelamaan aku akan mencintainya seperti dulu saat aku mencintai Kak Niko tapi aku bersamamu dan akhirnya jatuh cinta padamu," kata Diandra
"Kau tidak boleh mencintai orang lain, kau hanya boleh mencintaiku, kau tidak boleh menyebut ingin mencintai orang lain karena kau hanya boleh mengatakan kau mencintaiku," bentak Mike yang sontak membuat Diandra senyum-senyum dalam hati, tapi Ia tetap berusaha tidak menampilkan senyumnya karena takut kebohongannya terungkap.
"Pernikahan kami sudah di depan mata jadi tidak boleh dibatalkan karena akan mempermalukan keluarganya, bagaimana kalau aku tetap menikah dengannya dan kau jadi selingkuhan ku," kata Diandra santai.
Mike memegang keningnya, Ia tidak percaya Diandra bisa bicara seperti itu.
"Kau...," ucap Mike kesal
Mike mengusap mukanya lalu duduk di bangku taman, "Terserah kamu, menikahlah dengannya jika kamu sangat ingin menikah," kata Mike pasrah
Diandra senyum-senyum saat melihat Mike duduk menunduk dengan frustasi.
Mike bangkit mendadak hingga membuat Diandra buru-buru menyembunyikan senyumnya.
"Ayo aku antar pulang, nanti dia khawatir karena kau terlambat pulang," kata Mike yang langsung berjalan pergi.
__ADS_1
Diandra melihat langkah besar Mike lalu langsung berlari memeluknya dari belakang, luka Mike masih sakit hingga Ia sedikit kesakitan saat tubuh Diandra menyentuhnya.
"Jangan pergi lagi, ayo kita menikah," ajak Diandra