Bertemu Di Tahun 1998

Bertemu Di Tahun 1998
136 End


__ADS_3

*


6 tahun berlalu


Mike bermimpi entah umur berapa, di mimpi itu dia sedang berjalan sendirian sejak kecil, remaja, dan dewasa dia tidak menemukan Diandra yang hilang sejak mereka berdua tertabrak.


Dia sudah mencari hampir ke seluruh tempat tapi tidak ada orang yang bernama Diandra hingga akhirnya dia mendapat informasi jika orang yang bernama Diandra Calista meninggal saat kecelakaan, taksi yang ditumpanginya menabrak pohon palem dan dia terlempar keluar.


Di dalam mimpi Mike melihat makam Diandra yang saat ini tanahnya sudah kering, nama yang tertulis beneran Diandra Calista dan tanggal lahirnya juga sama, tahun meninggalnya adalah 2016.


Air mata perlahan menetes dari mata tidurnya, dia terbangun dan langsung menghapus air matanya.


Saat ini sudah pukul 8 pagi, dia baru bangun karena semalam bekerja lembur di perusahaan, sejak film terakhirnya dia langsung mundur dari dunia hiburan dan fokus pada usahanya sambil membantu perusahaan Papanya juga.


Mike memakai sendalnya lalu berlari keluar, dia mencari 3 orang yang dicintainya dan ternyata sedang berada di taman bunga.


Putrinya sangat menyukai krisan sama seperti istrinya.


Alvaro menata bunga dan saat sudah terikat dia langsung memberikannya pada adiknya.


"Terima kasih kakak," ucap manis si kecil yang bernama Arsy Rainanda.


Senyum Arsy sangat manis


Mike tersenyum melihat ketiganya, saat ini putranya sudah duduk di bangku sekolah menengah pertama dan Arsy sudah berada di bangku sekolah dasar.


Diandra menoleh kearah Mike, dia berjalan mendekati Mike.


"Kenapa melamun?" tanya Diandra sambil melingkarkan lengannya di pinggang Mike.


"Aku merindukanmu," ucapnya pada istrinya, untung yang tadi hanya mimpi, Diandranya tidak mati tapi masih ada di depannya memeluknya erat.


"Kita bertemu setiap hari," kata Diandra tersenyum


"Tapi tetap saja aku selalu merindukanmu," ucap Mike

__ADS_1


"Mereka sudah besar-besar, tidak terasa pernikahan kita sudah 7 tahun, rasanya baru kemarin," tambah Mike sambil merapikan rambut istrinya dan akhirnya menatap kearah 2 orang anaknya.


"Karena mereka sudah besar jadi seharusnya mereka punya adik lagi," ucap Diandra


Seketika wajah Mike langsung pucat, dia teringat dengan perjuangan Diandra sejak hamil hingga melahirkan, tanpa berpikir dia langsung menggeleng, "Tidak, 2 cukup," ucapnya


"Mike, dulu kamu juga yang bilang ingin punya banyak anak tapi kenapa sekarang berubah, dulu melarang pakai kontrasepsi tapi sekarang semua kontrasepsi ingin dicoba," kesan Diandra yang memang sejak Arsy berumur 1 tahun dia sudah ingin punya bayi lagi tapi Mike selalu tidak mau.


"Mereka cukup, aku bahagia sudah memiliki kalian tidak ingin lebih," ucap Mike


Diandra mengangguk mengalah, "Hari ini akhir pekan, kita tidak harus bekerja jadi kita bawa anak-anak jalan ke tempat bermain," katanya


Mike mengangguk dan kembali memeluk istrinya, ini nyata dan Diandranya benar-benar hidup di depannya.


*


Mereka berempat pergi ke makam ibunya Niko lalu ke makam orang tua Diandra dan juga makam Nenek.


Setelah mengunjungi makam mereka langsung pergi ke tempat yang belum pernah di kunjungi.


Mereka mengambil banyak foto keluarga dibantu orang yang lewat, orang-orang mengenal mereka tapi tidak ada yang berani mengganggu dan hanya mengambil foto mereka dari kejauhan.


Anak ganteng dan cantik adalah perpaduan lengkap, keluarga mereka lengkap dan hampir membuat banyak orang iri.


Diandra tersenyum terus menerus, dia bahagia dari kekurangannya dia tetap bisa mendapatkan suami yang hampir mendekati kata sempurna, dan sudah pasti semua wanita mengharapkan jadi seperti dia.


"Terima kasih Axel sudah jadi sandaran jiwaku," ucap Diandra saat menatap suaminya


"Terima kasih Dian sudah datang ke masa kecilku dan akhirnya menjadi istri dan ibu dari anak-anakku," ucap Mike


Keduanya tersenyum, "Terima kasih Tuhan sudah memberikan keajaiban di tahun 1998 dan 2016" ucap Mike lagi sambil menatap kearah kedua anaknya yang sedang bermain bola


Dari jauh gadis kira-kira berumur 10 tahun berlari sambil memanggil, "Mamu...Pamu...," teriaknya


Diandra menoleh dan melihat Glenca berlari, dia melepaskan pelukan Mike dan langsung memeluk Glenca yang sudah beberapa bulan tidak dilihatnya, di belakang Glenca berjalan Niko dan Stella yang masih sangat romantis walau sudah berumur, keduanya saling merangkul.

__ADS_1


Niko tersenyum melihat semuanya, 'Ternyata keajaiban sungguh ada,' batinnya


Alvaro berhenti bermain saat mendengar teriakan manja seseorang, dia menoleh dan melihat Mommy nya sedang memeluk gadis manis, dia tersenyum tipis tapi kembali bermain dengan Arsy.


Mike mengusap kepala Glenca, "Calon menantu masa depan," gumamnya yang hanya di dengar oleh Diandra dan Glenca


Niko, Mike dan Diandra saling menatap dengan perasaan bahagia.


Keajaiban yang terjadi pada mereka hanya mereka bertiga yang tau dan akan tersimpan rapat di hati mereka.


Di tempat yang sedikit jauh seorang Bapak-bapak tersenyum melihat semuanya.


Bapak itu yang dulu pernah meminjamkan perahu pada mereka.


"Takdir memang mengatakan kalian akan berpisah tapi takdir juga mengatakan kalian akan bersatu kembali dan ternyata itu benar, setelah lebih dari 10 tahun ternyata kalian sudah hidup bahagia dan mungkin untuk selamanya," gumam Bapak itu.


Bapak itu berbalik dan berlalu pergi, dia sudah menyaksikan Diandra berpindah ke tahun 1998, dia menyaksikan Diandra kembali ke tahun 2016, dan sekarang dia sudah menyaksikan Diandra hidup bahagia bersama keluarganya sendiri.


*


End


*


Jangan lupa like perbab ya! 🥰🥰🥰🥰🥰


*


Untuk sementara sepertinya tidak akan menulis dulu, begitupun novel takdirmu tidak akan dilanjut lagi, kalaupun harus nulis, saya lebih memilih merevisi tulisan saya yang sangat tidak bagus di novel-novel yang sudah end.


Terima kasih sudah membaca dan menemani saya lebih dari 2 tahun, dari mulai saya belajar menulis novel "Cinta luar biasa" hingga terakhir yang ini.


Walau grup chat saya bubarkan tahun lalu, tapi terima kasih masih sering menghubungi saya di instagram, fb dan wattsapp saya.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2