
Malam hari, Diandra melihat Mike yang duduk sendirian sedikit jauh dari tenda.
Mike menyalakan sebatang rokok dan ini membuat Diandra kaget karena seingatnya Mike tidak pernah merokok, sejak kapan Mike belajar merokok, pertanyaan itu keluar dari kepalanya terus menerus.
Lampu diluar tenda menyala untuk menerangi setiap jalan dari tenda ke tenda.
Di tempat Mike berdiri hanya diterangi sedikit pantulan cahaya, terlihat sedikit gelap tapi itu tidak menutupi kepulan asap yang keluar dari mulutnya.
Mike menghisap rokoknya beberapa kali lalu membuangnya ke tanah dan menginjaknya. Saat Ia akan berbalik, Diandra buru-buru melarikan diri kembali ke tenda para medis yang sedikit jauh dari tenda yang Dito tempati.
Mike berjalan santai menuju tenda, Ia kembali memakai maskernya, Ia mendekati Dito untuk pamit.
"Besok aku kesini lagi," ucapnya
*
Keesokan harinya Diandra memeriksa pasien di tenda lain, karena banyaknya pasien dan kurangnya tenaga medis jadi Ia tidak sempat istirahat ataupun makan siang.
Mike baru datang, seperti biasa Ia memakai masker dan kali ini dilengkapi kaca mata hitam.
__ADS_1
Ia berjalan melewati beberapa orang yang tidak terluka parah.
"Gak nyangka ya kita bisa dirawat langsung oleh Dokter itu yang mantan artis, padahal waktu itu karirnya mungkin akan naik tapi dia lebih memilih jadi Dokter," ucap seorang perempuan muda
Mike berhenti mendengar kata Dokter yang mantan artis, Ia melihat kearah Dokter perempuan yang baru keluar dari tenda.
"Iya, waktu itu aku pikir salah lihat, ternyata itu beneran Diandra Calista, wajahnya gak banyak berubah, senang banget bisa dirawat olehnya. Walau kita lagi bersedih kehilangan keluarga kita tapi Dia menghibur kita dengan berbagai cara," kata perempuan satunya.
Jadi Dia disini batinnya
Mike diam terpaku saat melihat Diandra di depan tenda merenggangkan tubuhnya, Ia membuka maskernya jadi wajah lelahnya langsung terlihat. Rasa rindu yang luar biasa besar saat ini semakin meluap saat melihat Diandra.
Ia melihat jam tangannya, sudah pukul 2 sore jadi Ia berjalan ingin menuju tempat para medis makan siang.
Baru 2 langkah Diandra berjalan matanya langsung tertuju pada pria tinggi memakai masker dan kaca mata hitam.
Karena kemarin Diandra sudah melihatnya jadi Ia sudah tau jika itu adalah Mike.
Jarak mereka sekitar 7 meter, langkah kaki Diandra terhenti, Ia ingin mundur tapi kakinya berat, Ia ingin maju tapi jantungnya berdetak cepat saat memikirkan akan melewati Mike.
__ADS_1
Ekspresi Mike tidak terlihat karna Ia tidak membuka masker dan kaca matanya, tapi Diandra tau jika Ia sudah mengenali Diandra.
Mereka sama-sama diam, hanya hati yang terus bergejolak.
Mata Mike berkaca-kaca untungnya Ia memakai kaca mata hitam jadi tidak akan terlihat.
Diandra berusaha menjaga air mata supaya tidak menetes.
Mike tidak tahan lagi jadi Ia langsung berjalan menuju tenda yang di tempati Dito.
Diandra tetap mematung melihat kepergiannya, tapi Ia tersadar saat perutnya bergemuruh.
Ia menoleh ke kiri ke kanan lalu berjalan menuju tempat makan.
Disana Ia disambut hangat pengurus makanan.
Saat mereka ingin melayani Diandra Ia langsung menolak dan mengambil sendiri.
Saat makan pikirannya kembali ke masa lalu, Ia ingat dengan jelas jika Ia lupa makan pasti Mike mengingatkannya.
__ADS_1
Air matanya tiba-tiba menetes, Ia mengalami hal seperti ini untuk kedua kalinya, pertama kali bersama Niko dan sekarang Mike juga sepertinya melupakannya.