
Dia sengaja tidak pulang supaya tidak ada yang tau perasaannya saat ini, saat Mike menelponnya di malam hari tidak diangkatnya dan hanya mengirim pesan jika dia sibuk tanpa alasan yang jelas.
Matanya tidak bengkak, mungkin air mata tidak bisa lagi keluar karena keseringan menangis.
Ponselnya berdering dan itu telpon dari Mike.
Diandra mengangkatnya, "Umm...beberapa jam lagi aku pulang," ucapnya sedikit lemah, Mike mengira suara lemahnya karena dia lelah setelah sehari semalam belum pulang ke rumah.
Sambungan terputus, Diandra mengepal erat ponselnya lalu berdiri dan berjalan menuju mobilnya, saat ini tubuhnya sedikit lemah ditambah belum sarapan.
Semalaman berpikir sudah membuatnya menemukan jalan yang benar-benar tepat.
Pulang kerumah sudah pukul 10, rambutnya sedikit berantakan dan pakaiannya masih yang kemarin.
Berjalan masuk dan langsung melihat senyum Mike, Mike berjalan mendekat dan seperti biasa langsung memeluknya.
"Capek?" tanyanya
"Umm..." Diandra mengangguk di pundak Mike, "Aku belum mandi, masih bau, jadi aku keatas dulu," ucapnya tanpa ekspresi
__ADS_1
"Ya, kita pergi bersama, aku juga ingin istirahat di kamar, kita bisa tidur setelah kamu mandi," ucap Mike
Diandra mengangguk dan seperti biasa mereka berjalan bergandengan tangan, perut Diandra keroncongan dan terdengar jelas oleh Mike.
Menghentikan langkah, "Kamu belum sarapan?" tanya Mike
Diandra mengangguk
"Ya sudah aku ke dapur mengambil makanan dulu, mau apa?," Mike melepaskan tangannya
"Roti dan susu cukup," ucap Diandra
Mandi air panas membuatnya rilex, lebih dari setengah jam di kamar mandi, dia keluar dan saat ini Mike sudah duduk di tempat tidur memainkan ponselnya, roti dan susu ada di meja. Saat pintu kamar mandi terbuka tatapan Mike terangkat, dia tersenyum, rambut Diandra sudah kering karena sudah dikeringkan di kamar mandi, saat ini dia juga sudah memakai jubah mandi, masuk ke ruang ganti dan menggantinya dengan pakaian santai, celana jeans diatas lutut dan kaos putih.
Berjalan mendekati Mike dan langsung duduk sambil menjangkau roti dan susu di meja, minum susu perlahan lalu mengunyah roti dengan pelan.
Mike mengusap rambutnya sambil tersenyum, tiba-tiba Diandra bersin, hidungnya langsung merah.
"Flu?" tanyanya
__ADS_1
Diandra mengangguk, "Mungkin karena semalam agak dingin, setelah makan akan minum obat,"
"Ya, jangan sampai semakin parah," Mike menampilkan wajah yang khawatir
Diandra menatap kedalaman mata suaminya, ketulusannya sejak dulu terpancar jelas, tapi bagaimana bisa Mike berbohong,
Mike mengusap wajah Diandra dengan lembut, menatap mata Diandra yang terlihat lelah.
Setelah menghabiskan roti dan susu, Diandra mengambil air mineral yang tersedia di kamar lalu memakan pil yang selalu tersedia di rumah.
Dia berani memakan pil karena tidak pernah telat datang bulan dan kematin juga baru diperiksa hasilnya negatif, dia belum hamil untuk saat ini jadi aman jika memakan pil.
Mike menepuk tempat tidur di sampingnya menandakan Ia ingin Diandra segera berbaring di sampingnya.
Tanpa berbicara Diandra langsung naik ke tempat tidur, kepalanya sedikit pusing dan sekarang bersinnya semakin sering.
Mike merentangkan tangan kirinya ingin Diandra berbaring dipelukannya tapi Diandra menggeleng, "Nanti menular, kamu tidak boleh sakit di waktu syuting,"
Mike tidak memperdulikannya, dia tetap menarik Diandra ke pelukannya lalu memejamkan mata.
__ADS_1